alexametrics

Selama Pandemi Covid-19, Begini Protokol Kesehatan di Pabrik Susu Indonesia

Risna Halidi | Dini Afrianti Efendi
Selama Pandemi Covid-19, Begini Protokol Kesehatan di Pabrik Susu Indonesia
Ilustrasi susu segar. (Sumber: Shutterstock)

Produsen makanan dan minuman wajib menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Suara.com - Saat pandemi Covid-19, produsen makanan dan minuman wajib menerapkan protokol kesehatan secara ketat, lantaran produk yang dibuat akan dikonsumsi oleh orang banyak.

Seperti yang dilakukan produsen susu, PT Frisian Flag Indonesia yang dikatakan memiliki sederet protokol kesehatan ketat di salah pabrik pengemasan dan pengolahan susu terbesar mereka di Indonesia.

"Di Frisian Flag Indonesia standar acuannya diberikan oleh Frisian Flag Global, dari segi standar acuannya difokuskan untuk menjamin kualitasnya, sehingga semakin diperketat, terutama berhubungan dengan personal hygine (kebersihan pribadi) sesuai protokol kesehatan yang berlaku di Indonesia," ujar Aryono Bambang Ardhyo selaku Plant Manager PT Frisian Flag Indonesia, dalam acara  perayaan 150 tahun FrieslandCampina, Senin (13/9/2021).

Personal hygine ini meliputi penggunaan masker, menerapkan prosedur masuk kantin, penggunaan desinfektan, hingga tata cara keluar masuk pabrik.

Baca Juga: Tahapan Seleksi CPNS Gowa 2021 Dilakukan dengan Protokol Kesehatan Ketat

Sementara beberapa tempat kerja seperti di pabrik yang tidak bisa menjamin jaga jarak seperti yang ditetapkan pemerintah, maka pabrik memasang alat penyekat berupa tiang, sehingga cukup untuk menambah jarak.

"Jadi teman-teman yang di factory (pabrik) setiap hari datang ke kantor, datang mendengar rekaman sapaan memberikan semangat positif menjaga kesehatan," ujar Aryono.

Selanjutnya, untuk mengurangi jumlah orang yang berada di tempat kerja, meskipun untuk bagian produksi seperti di pabrik sulit untuk work from home (WFH), alhasil wajib masuk 100 persen dengan mengenakan protokol kesehatan ketat.

Namun untuk bagian office, pihak pabrik menerapkan sistem WFH, dan hanya 20 persen dari kapasitas saja yang diperbolehkan datang ke kantor.

"Yang berbeda lagi, setiap individu yang keluar masuk ke kantor diingatkan untuk melakukan self assesment secara online, dan disitu ada standartnya, ketika kondisi kurang sehat, diperbolehkan kerja dari rumah," ungkap Aryono.

Baca Juga: Ayo Jangan Takut Divaksin!

Sedangkan untuk menunjang kesehatan tubuh, Aryono juga berkata, pihak pabrik terus memberikan asupan gizi seperti pemberian susu dan vitamin untuk meningkatkan imunitas tubuh karyawan.

Komentar