facebook

Melalui Stop the Spread, TCCF Berikan Dana untuk Dukung Program Vaksinasi COVID-19 di Indonesia

Risna Halidi
Melalui Stop the Spread, TCCF Berikan Dana untuk Dukung Program Vaksinasi COVID-19 di Indonesia
TCCF Donasi untuk Program Vaksinasi COVID-19 di Indonesia (The Coca-cola Company)

Kata Saadia, pandemi COVID-19 telah menyebabkan dampak mendalam bagi masyarakat Indonesia.

Suara.com - Lembaga filantropi The Coca-cola Company - The Coca-cola Foundation atau TCCF, memberikan pendanaan sebesar Rp7,9 miliar kepada Yayasan Benih Baik dan Save the Children Indonesia.

Donasi itu diberikan untuk mendukung upaya mengatasi penyebaran COVID-19 di Indonesia melalui program vaksinasi yang tepat sasaran.

"Kami menyadari bahwa krisis global COVID-19 masih belum berakhir,” jelas President of the Coca-cola Foundation, Saadia Madsbjerg, dikutip dari siaran pers, Rabu (25/5/2022)

Kata Saadia, pandemi COVID-19 telah menyebabkan dampak mendalam bagi masyarakat Indonesia.

Oleh karena itu, pihaknya mengalokasikan dana hingga miliaran untuk mendukung sejumlah organisasi di Indonesia dalam upaya menghentikan penyebaran virus corona tersebut.

Saat ini pemerintah Indonesia terus mendorong pelaksanaan program vaksinasi untuk mewujudkan kekebalan kelompok atau herd immunity.

Pemerintah juga berupaya memberikan akses vaksin bagi dua juta orang setiap harinya, untuk mencapai target vaksinasi setidaknya 70 persen dari populasi Indonesia.

Melalui inisiatif “Stop the Spread”, dana yang disalurkan nantinya dapat memfasilitasi distribusi vaksin dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan efektivitas vaksin.

Dari total dana yang telah diberikan, sebesar Rp6,5 miliar telah disumbangkan kepada Yayasan Benih Baik dan Rp1,4 miliar disalurkan kepada Save the Children.

CEO Yayasan Benih Baik, Andy Flores Noya menjelaskan, program vaksinasi sudah dilaksanakan oleh Yayasan Benih Baik sejak awal tahun 2021. Namun, belum semua daerah dan penduduk memiliki akses terhadap vaksin.

“Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi dukungan dari TCCF untuk mewujudkan komitmen dalam menyukseskan program vaksinasi di Indonesia melalui pembukaan Sentra Vaksinasi COVID-19 yang tersebar di tujuh kota di seluruh Indonesia,” lanjut Noya.

Sebanyak 35.165 orang yang terdiri dari masyarakat dan pekerja informal seperti pemulung telah menerima manfaat dari Sentra Vaksinasi Benih Baik.

Tahun lalu, inisiatif ini diadakan di 27 lokasi vaksinasi yang tersebar di tujuh kota, yaitu Surabaya, Semarang, Bandung, Lampung, Medan, Subang, dan Maros.

Sementara itu, program vaksinasi yang dijalankan oleh Save the Children Indonesia yang dilaksanakan pada bulan Mei tahun ini diharapkan dapat menjangkau lebih dari 7.500 orang.

Angka tersebut diharapkan dapat terealisasi melalui program Mobile Vaccination untuk keluarga penerima manfaat, serta program Psychosocial Support Before/After Vaccination yang diselenggarakan di wilayah Jabodetabek dan Bandung Raya.

Acting Chief of Advocacy, Campaign, Communication, and Media Save the Children Indonesia - Dewi Sri Sumanah mengatakan Save the Children berupaya untuk menggerakkan keluarga di Indonesia, terutama para lansia dan orang dewasa dari kelompok rentan, untuk mendapatkan vaksinasi.

“Sasaran utama program ini adalah keluarga rentan yang kesulitan mendapatkan akses vaksinasi, seperti penyandang disabilitas dan keluarganya, masyarakat perkotaan berpenghasilan rendah, pemulung, dan masyarakat pedesaan yang belum memiliki Kartu Tanda Penduduk."

Pada bulan April 2020, Coca-cola Indonesia juga telah memberikan bantuan senilai Rp10 miliar kepada Palang Merah Indonesia (PMI) untuk mendukung mitigasi penyebaran COVID-19 di Indonesia.