Kominfo Edukasi Anak-anak Papua agar Bermain Video Game dengan Bijak

Iman Firmansyah Suara.Com
Senin, 01 Agustus 2022 | 20:49 WIB
Kominfo Edukasi Anak-anak Papua agar Bermain Video Game dengan Bijak
Ilustrasi video game (Shutterstock).

Suara.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menggelar pelatihan tentang #MakinCakapDigital dengan bermain game kepada para peserta webinar Literasi Digital 2022 yang berasal dari SMAN 2 Jayapura dan SD Inpres 109 Sorong, Jumat (29/7/2022).

Pelatihan ini dihadiri oleh para praktisi ahli dibidangnya seperti Chris Jatender (Kaprodi TI), Deddy Triawan (Direktur IT (CTO) MEC Indonesia), dan Sondang Pratama (Sutradara), serta di moderatori oleh Jhonny Chandra.

Menurut data sampai Januari 2022, Indonesia tercatat menjadi negara dengan jumlah pemain video game terbanyak di dunia, 94,6% masyarakat yang berusia 16-64 tahun adalah seorang pemain video game. Hal ini menjadi bukti kalau video game dan wadah internet adalah sesuatu yang tidak bisa dipisahkan dari masyarakat Indonesia.

Beragam jenis video game, dari hanya memainkan dengan tujuan hiburan semata bahkan sampai yang berpenghasilan fantastis dari video game. 

Dalam paparannya, Chris Jatender menjelaskan pengguna internet di Indonesia sampai Februari 2022, tercatat sejumlah 201 juta orang yang sama dengan 73% penduduk Indonesia, jumlah tersebut selalu bertambah setiap harinya.

Data tersebut berbanding lurus dengan jumlah pemain game, bukan hanya pemain bahkan sudah menjadi atlet game di indonesia karena sudah ada ikatan olahraga e-sport. Tidak hanya mengisi waktu luang dan hiburan yang menghasilkan, tapi bermain game juga berdampak positif

“Individu yang cakap media digital dinilai mampu mengetahui, memahami, dan menggunakan media digital dengan baik dalam kesehariannya. Bermain video game, banyak dampak positifnya seperti menambah teman, membuat pola pikir cepat, meningkatkan kemampuan berbahasa asing, mengurangi stress, dan masih banyak lagi,” ujar Chris.

Dari segi etika, bermain video game di internet juga memiliki etika yang harus kita pahami seperti Sportif, diskriminatif, bicara sopan, jangan terlalu banyak chat, dan ucapkan terimakasih pada rekan bermain setelah pertandingan selesai.

Tidak hanya dari sudut pandang kecakapan dan etika, namun cakap digital dengan bermain game juga dibahas dari sudut pandang kebudayaan yang dipaparkan oleh Sondang Pratama, sebagai seorang sutradara dan juga gamers.

Baca Juga: Menkominfo Tegaskan Tak Ada Ruang untuk Judi Online di Indonesia

“Bermain game juga tetap harus bijak, tetap perhatikan jenis game yang sesuai dengan usia kalian, tetap utama kewajiban, tetap bisa mengatur waktu dengan kegiatan kalian yang lain, dan tidak mudah terpengaruh oleh teman. “Dalam game juga banyak kok sisi positifnya, seperti melatih otak berfikir cepat, multitasking, dan kerja tim. Jadi bukan cuma sekedar main-main biasa,” terang Sondang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI