facebook

Masalah Saraf Kejepit, Ferry Irawan Pilih Dilakukan Tindakan Endoskopi PECD

Ferry Noviandi
Masalah Saraf Kejepit, Ferry Irawan Pilih Dilakukan Tindakan Endoskopi PECD
tasyakuran pernikahan Venna Melinda dan Ferry Irawan di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan pada Jumat (25/3/2022) [Suara.com/Rena Pangesti]

Endoskopi PECD merupakan tindakan non bedah yang lebih minim risiko.

Suara.com - Sejak menikah dengan Venna Melinda, Ferry Irawan seakan tak lagi mengalami masalah saraf kejepit, yang sudah cukup lama dialaminya. Tapi rupanya, 45 tahun ini masih mengalami masalah terhadap penyakitnya tersebut hingga kini.

Ferry Irawan pun tak mau mendiamkan masalah ini berlarut-larut dan mencari informasi pengobatan yang tepat. Apalagi, selama ini kekhawatiran Ferry adalah bila harus menjalani bedah atau oprasi besar.

Hingga akihirnya, Ferry Irawan menemukan Klinik Lamina Pain and Spine Center dan YouTube. Setelah mendapatkan informasi yang cukup, Ferry ditemani Venna Melinda pun mendatangi klinik tersebut dan menjalani serangkaian tes dan didiagnosa mengalami saraf kejepit di leher.

Ferry Irawan dan Venna Melinda bersama Dr Mahdian Nur Nasution dari Klinik Lamina Pain and Spine Center. [dokumentasi pribbadi]
Ferry Irawan dan Venna Melinda bersama Dr Mahdian Nur Nasution dari Klinik Lamina Pain and Spine Center. [dokumentasi pribbadi]

Dari hasil diagnosa, tim dokter menyarankan agar Ferry Irawan menjalani tindakan non bedah yaitu endoskopi PECD.

Menurut Dr Mahdian Nur Nasution, penyakit saraf kejepit di leher seperti yang dialami Ferry Irawan umum terjadi. Salah satu faktor penyebab biasanya karena salah dalam posisi tidur, atau juga karena terlalu lama bermain ponsel sambil menunduk.

Dr Mahdian yang merupakan dokter bedah spesialis saraf ini pun menyarankan Ferry Irawan untuk melakukan teknik pengobatan endoskopi PECD. Kata Dr Mahdian, tindakan ini lebih aman dan minim risiko.

"Jadi memang sudah lama nih Dok, saya merasakan leher sering kaku, ditambah nyerinya ini menjalar sampai ke lengan jadi rasanya kok kaya kebas," kata Ferry Irawan.

Ferry Irawan juga mengungkapkan jika ia merasa takut untuk menjalani operasi. Pasalnya, operasi besar atau konvensional ini bisa menyebabkan kerusakan permanen seperti lumpuh pada sebagian tubuh.

Ferry Irawan dan Venna Melinda. [Instagram/vennamelindareal]
Ferry Irawan dan Venna Melinda. [Instagram/vennamelindareal]

Saraf kejepit di leher atau radikulopati servikal terjadi ketika ada bantalan tulang yang menonjol keluar dan menekan saraf di sekitarnya. Penyebabnya pun beragam, seperti faktor degeneratif, postur tubuh yang salah, cedera, radang sendi leher, ataupun obesitas.

Percutaneous Endoscopic Cervical Discectomy (PECD) ini adalah teknik endoskopi Joimax dari Jerman sebagai tindakan minimal invasif untuk mengatasi saraf kejepit di leher. Lamina Pain and Spine Center merupakan satu-satunya klinik tulang belakang yang menggunakan teknik endoskopi PECD Joimax ini.

PECD bekerja dengan menggunakan selongsong kamera berdiameter 4mm, untuk mengambil atau melepaskan bantalan tulang yang menjepit saraf. Dengan PECD, luka sayatan juga minimal, sehingga tidak perlu mengganti bantalan tulang ataupun memberikan pen pada tulang leher.