Suara.com - Di era digitalisasi yang semakin gesit seperti sekarang ini, pengguna internet di Indonesia, terutama Google, terus mengalami pertumbuhan signifikn. Setiap hari terdapat sekitar 3,5 miliar pencarian yang dilakukan melalui Google.
Pada tahun 2022 ini, menurut data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pengguna internet di Indonesia telah mencapai sekitar 210 juta jiwa. Angka ini setara dengan 77 persen dari total keseluruhan penduduk Indonesia.
Sebelum terjadinya pandemi Covid-19, angka pengguna internet di Indonesia hanya berkisar 175 juta jiwa saja. Kemudian pada tahun 2022, pengguna internet di Indonesia mengalami pertumbuhan hingga 35 juta jiwa.
Jumlah pertumbuhan pengguna internet yang fantastis ini memberikan peluang yang besar untuk dapat memanfaatkan produk inovasi dan destruksi digital. Salah satu pemanfaatannya adalah dengan digital marketing, yaitu suatu strategi pemasaran dengan menggunakan internet dan juga media digital.
Pada Google, yang merupakan salah satu platform search engine, SEO (Search Engine Optimization) merupakan salah satu strategi digital marketing yang sangat penting, agar website dapat optimal dan tampil pada halaman pertama.
SEO merupakan suatu teknik yang berguna untuk mengoptimasi website agar menjadi rangking teratas pada pencarian di Google. Melalui SEO, situs akan memiliki potensi mendapatkan lebih banyak traffic dan akan semakin mudah untuk ditemukan orang.
“SEO adalah strategi yang selalu berubah. Untuk mendapatkan hasil maksimal, Anda perlu terus belajar hal baru. Menerapkan strategi tersebut,” kata Firman Bayu, salah satu konten kreator yang juga memanfaatkan SEO.
Melalui SEO, seorang konten kreator dapat memperoleh banyak peluang untuk menciptakan konten yang mendulang banyak traffic nantinya. Selain itu, pengetahuan tentang SEO juga akan sangat berpengaruh, ketika seorang konten kreator ingin membangun personal branding.
Salah satu konten kreator yang sukses membangun personal branding melalui website adalah Firman Bayu.
Seorang konten kreator harus memiliki aset yang dapat dibagikan dengan publik, diantaranya seperti membuat konten mengenai review produk, membuat travel itenary, membagikan resep makanan dan masih banyak lagi.
Di sosial media, kebanyakan konten kreator dan influencer hanya membagikan momen melalui sebuah foto maupun video yang kerap kali dibagikan pada platform sosial media Instagram, TikTok, hingga YouTube.
Hal tersebut mengindikasikan bahwa masih jarang sekali para konten kreator yang mampu melihat peluang melalui pencarian Google. Padahal, setiap detiknya masyarakat Indonesia semakin familiar dengan Google.
Menurut Firman Bayu, yang juga seorang Digital Marketing Expert yang sudah berkarier lebih dari 6 tahun, hal ini merupakan suatu sarana sekaligus peluang yang disediakan oleh Google untuk memfasilitasi konten kreator, agar bisa membagikan momen tersebut dengan Google.
Momen yang dibagikan di sosial media akan dapat lebih berguna, apabila dibagikan di Google karena bisa mendapatkan monetisasi baik dari artikel maupun multimedia.
Ke depan, konten kreator pun bisa mendapatkan uang melalui adsense fitur berbayar Google untuk memasang iklan di website.