Generasi Muda Maluku-Papua, Menerima Pelatihan Tentang Berselancar di Dunia Digital dengan Aman

Iman Firmansyah
Generasi Muda Maluku-Papua, Menerima Pelatihan Tentang Berselancar di Dunia Digital dengan Aman
ilustrasi bermain media sosial (pixabay)

Selama pandemi Covid-19, mayoritas masyarakat indonesia mengakses internet lebih dari 8 jam sehari.

Suara.com - Kemenkominfo kembali berikan pelatihan pada Netizen Asyik Papua - Maluku tentang “Berselancar di Dunia Digital dengan Aman”, Rabu (02/11/2022). Pelatihan ini dilakukan secara virtual dan diikuti para peserta Ternate, Sorong, Jayapura, dan Maluku dengan nonton bareng di sekolah masing-masing pada pukul 10.00 - 12.00 WIT, kurang lebih sekitar 120 menit. Diikuti lebih dari 600 peserta para narasumber memaparkan sudut pandang mereka tentang “Berselancar di Dunia Digital dengan Aman”.

Rabu pagi kemarin, para peserta diberikan materi oleh; M. Deddy Gunawan, S.H., M.H (Operation Director TC Invest), Descha Muchtar (Founder Indopinups, Comprehensive SRE Educator), dan Adelita (Influencer) serta di moderatori oleh Eddie Bingky yang semakin menghidupkan acara. Seperti sudah diketahui, perkembangan teknologi mempengaruhi jumlah pengguna internet. Kini, internet dapat memberikan kemudahan di hampir semua bentuk kegiatan mulai dari belajar, bekerja, berbisnis, maupun tujuan lainnya.

Dunia digital saat ini sudah menjadi bagian dari keseharian masyarakat, berbagai fasilitas dan aplikasi yang tersedia memudahkan masyarakat untuk mendapatkan informasi bahkan solusi dari permasalahan sehari-hari. Selama pandemi Covid-19, mayoritas masyarakat indonesia mengakses internet lebih dari 8 jam sehari. Pola hidup baru dalam belajar dan bekerja menggunakan internet, membentuk perilaku masyarakat berinternet.

M. Deddy Gunawan juga menjelaskan, banyak yang bisa kita jelajahi dalam dunia digital, dari pelajaran dasar sampai pengetahuan yang luar biasa. “Namun kita pun harus cerdik memilih konten yang berhak kita terima dan simpan untuk kebutuhan kita. Berdasarkan kebutuhan dan umur kita, jangan sampai merusak privasi dan ketenangan orang lain serta diluar batas umur kita,” jelas Deddy.

Selama merebaknya pandemi yang kurang lebih 2 tahun belakangan, Kemenkominfo mencatat data penggunaan aplikasi online melesat mencapai 442% terutama untuk keperluan belajar, bekerja, dan konsultasi kesehatan. Aplikasi seperti googlemeet dan zoom menjadi yang paling melesat pemanfaatannya, Dari data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, ada sebanyak 68.729.037 siswa belajar dari rumah dengan memakai kedua aplikasi tersebut. Sementara untuk keperluan edukasi dan bisnis di mana ada sebanyak 16,83% masyarakat tercatat menggunakan internet untuk melakukan aktivitas perdagangan (e-commerce).