Suara.com - Bagi sebagian besar content creator, menjalankan profesi sebagai pembuat konten biasanya tak pernah mereka sangka. Kebanyakan mereka hanya senang membuat konten, tapi ternyata disukai masyarakat.
Seperti pemuda kelahiran 31 Maret 1997 ini, awalnya sama sekali tidak pernah terpikir untuk menjadi seorang content creator dan mampu mendatangkan cuan. Semuanya bermula secara tidak sengaja, ketika Steven Andrea Lukita mendapat libur kuliah selama tiga bulan dari kampusnya.
Koko Steven, sapaan akrab anak kedua dari empat bersaudara ini mengatakan, karena ia memang hobi makan, maka hampir setiap hari, waktu libur diisinya dengan wisata kuliner bersama teman-temannya.
“Setiap makan di mana, lalu kita posting di Instagram. Eh ternyata, banyak yang respons di kolom komentar. Tanya, ini tempatnya dimana dan sebagainya. Akhirnya teman saya kasih ide, mending sekalian aja dibuat konten gitu. Muncullah akun instagram @makansamakoko di 2016,” ujar pengagum Jisoo Blackpink ini.
Tapi karena kesibukannya sebagai mahasiswa dan juga membantu mengelola restoran milik keluarganya di daerah Gading Serpong, Tangerang, saat itu Koko Steven belum memiliki banyak waktu untuk fokus menjadi content creator. Ia hanya sesekali saja menerima tawaran endorsement.
Barulah pada 2018, setelah usaha resto milik keluarganya tutup, ia memutuskan untuk serius di bidang ini.
“Salah satu yang mendukung adalah mama. Kata mama, lakukanlah kegiatan yang jadi hobi saya, supaya nggak stres. Nah hobi saya itu kan makan, akhirnya fokus deh jadi foodies,” ujar pemuda yang mengaku bobot tubuhnya bertambah 17 kg selama menekuni profesi sebagai foodies ini.
Kini akun instagram @makansamakoko miliknya sudah memiliki 132 ribu pengikut, sedangkan di TikTok, akun dengan nama yang sama memiliki 40.600 pengikut.
Selain itu di TikTok, Koko Steven juga memiliki akun lain @steven.lukita dengan 158.800 pengikut. Dengan jumlah pengikut sebanyak ini, tentunya pundi-pundi rupiah mengalir deras ke saku penggemar suara merdu Taylor Swift dan The Weeknd ini.
Berkat profesinya sebagai foodies, ia bisa membiayai kuliahnya sendiri di Bina Nusantara University, bisa traveling ke luar negeri, dan membantu perekonomian keluarga.
Bahkan dua adik kandung Koko Steven, Jessica Lukita dan Jennifer Lukita bergabung menjadi tim yang membantu sang kakak untuk urusan administrasi dan juga konsep konten. Selain itu, untuk menghasilkan konten yang berkualitas, Koko Steven juga dibantu oleh seorang editor.
Yang pasti, banyak pengalaman menarik yang dirasakan penggemar Indonesian Food dan Japanese Food ini selama bergelut di dunia foodies, diantaranya pada 2018, pernah mendapat undangan kerja sama dengan Kedutaan Taiwan dan juga sempat menjadi host untuk acara “Hungry Hour” produksi Indihome yang tayang di UseeTV.
Condong ke Street Food
Untuk tayangan dalam kontennya, Koko Steven mengaku lebih tertarik untuk mengulik street food ketimbang fancy food. Selain karena ia sendiri memang penggemar aneka hidangan khas kaki lima, Koko Steven juga ingin orang yang menonton postingannya bisa mencoba hidangan tersebut karena harganya yang tidak terlalu mahal.
Memang, setiap mengulas tentang street food, insight yang diperoleh akun @makansamakoko cukup tinggi.