Inovasi Pertanian Perkotaan, Meretas Tantangan Lahan di Kota Semarang

Vania Rossa

Kamis, 11 Januari 2024 | 12:16 WIB
Inovasi Pertanian Perkotaan, Meretas Tantangan Lahan di Kota Semarang
Inovasi Pertanian Perkotaan di Semarang. (Istimewa)

Suara.com - Pesatnya perkembanganan sebuah kota memang memberi dampak positif bagi perekonomian daerah tersebut. Namun, di sisi lain, membuat lahan pertanian jadi terbatas.

Hal itulah yang dihadapi oleh kota Semarang. Mengutip laman semarangkota.go,id, sebagai salah satu kota metropolitan di Pulau Jawa, ibu kota Jawa Tengah itu memiliki lahan pertanian yang terbatas jika dibanding kabupaten/kota lain, khususnya di Jawa Tengah.

Diungkap oleh wali kota Semarang, Dr. Ir. Hj. Hevearita Gunaryanti Rahayu, M.Sos, kondisi ini kemudian menjadi tantangan serius dalam mencapai ketahanan pangan kota.

Namun, meski keterbatasan lahan menjadi hambatan, kota Semarang berkomitmen untuk memperkuat ketahanan pangan melalui langkah-langkah inovatif.

Dalam siaran persnya, Dr. Hevearita menyampaikan bahwa kota Semarang perlu beradaptasi dengan kendala lahan dan kurangnya minat generasi muda di bidang pertanian.

"Kami memiliki visi kuat untuk meningkatkan produksi pangan lokal dengan dukungan kepada petani dan pengembangan teknologi pertanian," katanya.

Saat ini, lanjut wali kota, lahan pertanian yang ada di daerahnya hanya mampu memenuhi 15% kebutuhan beras kota. Oleh karena itu, ia ingin berfokus meningkatkan kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat untuk solusi terintegrasi.

Dalam menjawab pertanyaan terkait ketahanan pangan berkelanjutan, wali kota memaparkan dua aspek krusial, yaitu soal kuantitas dan kualitas.

Dalam hal kuantitas, wali kota menyebut bahwa kerja sama dengan daerah hinterland menjadi kunci. Daerah hinterland sendiri merupakan daerah penyangga yang berfungsi sebagai pemasok dan penyedia bahan-bahan kebutuhan pokok bagi kota.

Selain itu, program urban farming juga akan ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, yang diharapkan berkembang menjadi subsisten.

baca juga

Sedangkan dalam hal kualitas, akan dilakukan upaya promosi bahan pangan alternatif dan pengawasan komoditas seperti sayur, buah, dan daging menjadi prioritas.

"Kami ingin memastikan masyarakat tidak hanya terfokus pada padi sebagai bahan pokok, tetapi juga mendapatkan nutrisi seimbang melalui variasi pangan," tambahnya.

Terakhir, wali kota berharap kolaborasi lintas sektor dapat menciptakan solusi terintegrasi untuk meningkatkan ketahanan pangan dan memastikan kota Semarang tetap kuat di masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penampakan Truk Pengangkut 400 Ribu Lembar Surat Suara Terguling di Semarang

Penampakan Truk Pengangkut 400 Ribu Lembar Surat Suara Terguling di Semarang

Kotak Suara | Minggu, 07 Januari 2024 | 01:28 WIB

Pakai Teknologi RFID, Pemkot Semarang Terapkan Sistem Cashless Bagi Pembelian BBM Mobil Dinas

Pakai Teknologi RFID, Pemkot Semarang Terapkan Sistem Cashless Bagi Pembelian BBM Mobil Dinas

Otomotif | Sabtu, 06 Januari 2024 | 23:58 WIB

Siapa Pemilik PO Haryanto? Viral Busnya Seruduk Pajero di Tol Semarang-Batang

Siapa Pemilik PO Haryanto? Viral Busnya Seruduk Pajero di Tol Semarang-Batang

Lifestyle | Jum'at, 05 Januari 2024 | 10:29 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×