Solusi Masalah Perubahan Iklim dari Hutan untuk Dunia Arsitektur

Iman Firmansyah

Sabtu, 24 Februari 2024 | 06:15 WIB
Solusi Masalah Perubahan Iklim dari Hutan untuk Dunia Arsitektur
(Dok: Istimewa)

Suara.com - Saat ini bangunan residensial yang menerapkan prinsip ramah lingkungan telah menjadi pilihan bagi sebagian orang.

Tingkat ramah lingkungan bangunan dapat dinilai dari desain bangunan, materi bahan bangunan, energi yang digunakan dalam bangunan, proses pembangunan hingga asal sumber materi bahan bangunan tersebut dan Kayu merupakan salah satu materi bahan bangunan yang paling ramah lingkungan, karena selain memiliki emisi karbon yang rendah, pengolahannya hemat energi, kayu pun dapat menyimpan karbon dalam waktu yang lama.

Dengan teknologi dan desain yang sesuai, kayu dapat menjadi materi bangunan yang tidak saja ramah lingkungan namun kuat, tahan lama, dan ekonomis.

FSC Indonesia yang ikut serta dalam Expo ARCH:ID 2024 memanfaatkan momentum ini untuk mengadakan seminar arsitektur yang mengundang para arsitek dan stakeholdernya dengan tema “Kayu Ramah Lingkungan Dalam Bangunan Residensial” yang di Indonesian Convention Exhibition (ICE) BSD Tangerang Selatan. FSC Indonesia yang melihat bahwa selama ini bangunan residensial di Indonesia masih banyak yang menggunakan material selain kayu dan pada umumnya material kayu masih digunakan hanya sebatas untuk desain interior dan façade, sedangkan untuk desain bangunan secara keseluruhan masih menggunakan berupa material beton dan baja ringan.

Hartono Prabowo, Technical Director FSC Indonesia menyampaikan pandangannya saat acara seminar. “Sejauh ini kami melihat tantangan bagi arsitek untuk mendapatkan informasi dan sumber bahan baku yang sesuai untuk membangun bangunan dari kayu yang estetik, tahan lama dan berkelanjutan dari sisi kelestarian hutan. Untuk itu kami sengaja mengadakan acara seminar pada hari ini yang harapannya juga dapat memberikan informasi terkait dengan standar sertifikasi FSC yang dikembangkan oleh Forest Stewardship Council menjamin material kayu yang sudah bersertifikasi FSC berasal dari sumber yang berkelanjutan sehingga penggunaan kayu untuk bahan bangunan justru berkontribusi pada keberlanjutan hutan di dunia," paparnya.

"Salah satu contoh bangunan residensial dari kayu yang dapat kami sampaikan adalah Microlibrary di Semarang bernama Warak Kayu yang seluruhnya menggunakan kayu yang bersertifikasi FSC, sehingga selain proses pembuatannya ramah lingkungan, kayunya juga berasal dari pengelolaan hutan yang berkelanjutan berstandar FSC. Untuk itu kami berharap seminar ini dapat menjadi kesempatan yang baik untuk meningkatkan pemahaman komunitas arsitek, produsen kayu dan stakeholder nya di Indonesia terkait teknologi dan material kayu untuk bangunan residensial yang selain estetik, kuat, tahan lama, namun tetap menjaga kelestarian hutan dunia, Hal ini sejalan dengan tema Expo ARCH:ID 2024 yaitu “Placemaking: Tolerance”.  FSC ikut ambil bagian mempromosikan kayu bersertifikasi FSC di ARCH ID 2024 bersama dengan beberapa mitra FSC certificate holders selama 4 hari (22-25 Februari 2024) di ICE BSD Tangerang Selatan," jelasnya.

Acara seminar ini diisi dengan pemaparan dari para narasumber yang berkompeten dibidangnya.diantaranya adalah:

1. Hartono Prabowo (Technical Director FSC Indonesia)
2. Prof. Naresworo Nugroho (Dekan Fak. Lingkungan Hidup dan Kehutanan, IPB University)
3. Dr. Yuri Hermawan Prasetyo (Kepala Sub DirektoratPerencanaan Teknis di Direktorat Rusun Kementerian PUPR)
4. I Ketut Rana Wiarcha (Ketua Kehormatan IAI Nasional & Chairman of Indonesia Monitoring Committee on Architectural Services (IMC)
5. Realrich Sjarif, ST., MUDD (Founder of RAW Architecture)
6. Simon Petrus H S (Head of Project Specifier Sampoerna Kayoe)

Dr. Yuri Hermawan Prasetyo - Kepala Sub Direktorat Perencanaan Teknis Direktorat  Rumah Susun Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR menjelaskan, “Pemerintah Indonesia telah berkomitmen menurunkan emisi gas rumahkaca hingga 31,98% dengan usaha sendiri dan 43,2% dengan bantuan internasional pada tahun 2030. Komitmen tersebut telah diratifikasi menjadi kebijakan nasional melalui Undang-undang.  Oleh karena itu, pemanfaatan biomaterial  seperti  kayu dan bambu sebagai komponen bahan bangunan  dengan rekayasa teknis  merupakan hal yang realistis untuk masa kini dan masa depan agar alam dapat kembali kepada keseimbangan alaminya. Namun upaya pemanfaatan komponen bangunan kayu dan bambu harus dilakukan secara bersama-sama pada setiap sektor dan pelakunya .”

baca juga

Prof. Naresworo Nugroho - Dekan Fak. Lingkungan Hidup dan Kehutanan, IPB University, menyampaikan, “Kayu adalah bahan yang sangat serbaguna dengan berbagai sifat fisik dan mekanik yang bervariasi di antara species pohon. Kayu juga merupakan sumber daya terbarukan dengan rasio kekuatan terhadap beban yang mumpuni. Dan juga menyumbang dampak positif bagi lingkungan.

I Ketut Rana Wiarcha - Ketua Kehormatan IAI Nasional & Chairman of Indonesia Monitoring Committee on Architectural Services (IMC) menyampaikan,” Kayu sebagai bahan struktur dan konstruksi bangunan sangat melekat dengan jati diri dan nilai budaya Indonesia, oleh karena itu arsitek Indonesia sebagai garda terdepan pembangunan harus sepenuh hati menjunjung tinggi kode etik profesi. Terutama komitmen melestarikan lingkungan alam dan identitas arsitekturalnya.  Namun agar implementasi di lapangan lebih realistis, penting agar para pihak meningkatkan kapasitas dan ketrampilan kerja konstruksi kayu melalui pendidikan dan pelatihan yang secara simultan dan belajar mengerjakan secara langsung.”

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Subholding Gas Pertamina dan Blue Bird Manfaatkan BBG untuk Alternatif Energi Ramah Lingkungan

Subholding Gas Pertamina dan Blue Bird Manfaatkan BBG untuk Alternatif Energi Ramah Lingkungan

Bisnis | Jum'at, 23 Februari 2024 | 19:49 WIB

BYD Mengusung Konsep Booth Ramah Lingkungan di IIMS 2024

BYD Mengusung Konsep Booth Ramah Lingkungan di IIMS 2024

Otomotif | Jum'at, 23 Februari 2024 | 19:10 WIB

Kayu dan Bambu Lokal Bersertifikasi FSC Jadi Solusi Masalah Iklim dan Keberlanjutan Hutan dari Dunia Arsitektur

Kayu dan Bambu Lokal Bersertifikasi FSC Jadi Solusi Masalah Iklim dan Keberlanjutan Hutan dari Dunia Arsitektur

Press Release | Kamis, 22 Februari 2024 | 19:45 WIB

Kerugian Indonesia Bisa Capai Rp544 Triliun, Sri Mulyani Beri Peringatan Keras!

Kerugian Indonesia Bisa Capai Rp544 Triliun, Sri Mulyani Beri Peringatan Keras!

Bisnis | Kamis, 22 Februari 2024 | 13:17 WIB

Sri Mulyani Sebut Indonesia Berpotensi Rugi Rp544 Triliun Tahun Ini

Sri Mulyani Sebut Indonesia Berpotensi Rugi Rp544 Triliun Tahun Ini

Bisnis | Rabu, 21 Februari 2024 | 18:22 WIB

Fantastis! Harga Beras 10 Kg di Daerah Ini Setara 40 Gram Perak Antam

Fantastis! Harga Beras 10 Kg di Daerah Ini Setara 40 Gram Perak Antam

Bisnis | Selasa, 20 Februari 2024 | 11:36 WIB

Terkini

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:40 WIB

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:39 WIB

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

Sumsel | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:29 WIB

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus

Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:36 WIB

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Bogor | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:17 WIB

×