Mengenalkan Bahaya Sharenting Sejak Dini untuk Menjaga Keamanan Privasi

Ferry Noviandi Suara.Com
Minggu, 28 Juli 2024 | 02:45 WIB
Mengenalkan Bahaya Sharenting Sejak Dini untuk Menjaga Keamanan Privasi
Sejumlah siswa di Manokwari Papua mengikuti webinar bertajuk Makin Cakap Digital. [Kemkominfo]

Suara.com - Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) genjar melakukan literasi digital untuk generasi muda atau Gen Z. Melalui webinar bertajuk "Makin Cakap Digital", pemerintah berharap para remaja semakin bijak dalam menggunakan media sosial.

Webinar Makin Cakap Digital sudah memasuki episode ke-29 dan digelar Manokwari, Papua Barat, 24 Juli 2024. Kal ini, webinar yang diselenggarakan tanpa dipungut biaya alias gratis itu mengangkat judul "Hati-Hati, Jaga Privasi dan Data Diri: Pahami Bahaya Sharenting".

Seperti diketahui, sharenting adalah kegiatan orangtua membagi momen anak-anak mereka di media sosial. Namun sayangnya, sharenting ini kebanyakan dilakukan orangtua tanpa diketahui atau meminta izin kepada anak mereka.

Sharenting pun memiliki risiko yang cukup serius seperti penculikan, dan berpotensi melanggar privasi anak.

Mengenai sharenting ini, orangtua dianggap perlu diberi informasi dari literasi digital. Namun selain orangtua, anak-anak atau remaja pun dianggap perlu mengetahui informasi ini lebih dini.

Webinar episode ke-29 ini menghadirkan tiga narasumber yang berkompeten di bidangnya. Mereka adalah Sophie Tobelly selaku Founder Digital Influencers Indonesia dan Content Creator membawakan pilar Etika Digital. Descha Muchtar seorang Marketing Consultant dan Founder Bitsy Community membawakan pilar Kecakapan Digital. Juga Sondang Pratama seorang sutradara dan KOL hari ini yang membawakan pilar Etika Digital.

Sophie Tobelly yang sudah 10 tahun mendalami sosial media memahami betul dilema masyarakat tentang berbagi momen penting di sosial media. Sharenting sudah menjadi trend saat ini, tidak bisa dihindari namun bisa dibatasi.

"Fakta dari sharenting adalah sudah tahu berbahaya dan beresiko, tapi tetap dilakukan. Kalau memang tidak bisa dihindari sebaiknya dipilah-pilah karena efeknya bisa membuat anak jadi ngambek, hubungan jadi tidak harmonis dan paling parah anak bisa jadi frustrasi," kata Sophie Tobelly.

"Mulailah dengan mengabadikan momen bersama anak dengan natural dan meminta izin padanya sebelum upload. Jadi win-win solution dan semua happy," tutur Sophie.

Baca Juga: Bersihkan Jejak Digital, ini Cara Hapus Akun Instagram Sementara dan Permanen dalam 5 Menit!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI