Yuk Mengenal Bangunan Bersejarah Gedung Sate yang Jadi Ikon Jawa Barat

Purwasuka

Selasa, 16 Agustus 2022 | 13:41 WIB
Yuk Mengenal Bangunan Bersejarah Gedung Sate yang Jadi Ikon Jawa Barat
Potret Gedung Sate. (Shutterstock)

BANDUNG - Gedung Sate merupakan ikon Jawa Barat yang kini berfungsi sebagai kantor Pemerintahan Provinisi Jabar. Dinamakan demikian karena terdapat simbol sate yang berada di atap gedungnya.

Gedung Sate dibangun oleh arsitek Belanda bernama Ir. J. Gerber dari Jawatan Gedung-gedung Negara (landsgebouwendients) pada tahun 1920 pada masa Pemerintahan Hindia-Belanda. Pembangunannya melibatkan sekitar 2.000 pekerja dan menghabiskan dana hingga 6 juta gulden.

Total biaya pembangunan yang fantastis ini diabadikan si arsitek melalui jumlah sate sebanyak enam. Hal ini disimbolkan setiap satu sate bernilai 1 juta gulden.  

Keindahan Gedung Sate sudah terlihat dari megahnya bangunan yang mengusung arsitektur art deco ini. Didominasi warna putih dan hitam menjadikan Gedung Sate sangat mencolok ditengah menjulangnya bangunan modern yang tepat berada disampingnya.

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil pun mengakui bahwa Gedung Sate memiliki nilai arsitektur yang tinggi. Meski sudah berumur lebih dari 1 abad, kemegahan dan kekokohan Gedung Sate terekam jelas pada setiap sudut arsitektur seolah tak tergerus oleh zaman.

Selain itu, Gedung Sate merupakan salah satu simbol perjuangan. Di balik kemegahan, Gedung Sate menyimpan sebuah kisah perjuangan Angkatan Moeda Pekerdjaan Oemoem, yang mempertahankan Gedung Sate dan Kemerdekaan Indonesia dari serangan tentara Gurkha dan NICA. Histori tersebut akan terus hidup di tengah masyarakat.

“Ingat Jabar. Ingat Gedung Sate. Ingat Bandung, ikonnya pasti Gedung Sate. Tak ada yang bisa mengalahkan,” katanya melansir dari laman resmi Pemprov Jabar.

Pembangunan Gedung Sate diawali peletakan batu pertama pada 27 Juli 1920 oleh putri Wali Kota Bandung saat itu, Johana Catherina Coops, dan perwakilan Gubernur Hindia-Belanda di Batavia, Petronella Roelofsen.

Penggalian tanah pun dilakukan untuk menanam konstruksi beton bertulang sebagai fondasi bangunan dan pembangunan ruang bawah tanah, dilanjutkan dengan pembangunan lantai pertama hingga ketiga.

baca juga

Setelah pengerjaan ruang tanah selesai, pembangunan dilanjutkan dengan pengerjaan konstruksi lengkung untuk pintu dan jendela gedung, serta kolom pojok gedung bagian dalam dan luar.

Pada 1922, pembangunan menara gedung beserta penyelesaian dinding luar, perataan lahan sekitar, dan pengerjaan atap dilakukan. Tahun berikutnya, penyelesaian bagian dalam aula lantai satu serta penyelesaian ornamen kolom di aula gedung. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mengenal Tiga Tokoh Nasional dari Tatar Sunda Jelang Perayaan Hari Jadi Jawa Barat ke-77

Mengenal Tiga Tokoh Nasional dari Tatar Sunda Jelang Perayaan Hari Jadi Jawa Barat ke-77

Purwasuka | Selasa, 16 Agustus 2022 | 13:17 WIB

Yuk Ikut Lomba Hari Jadi ke-77 Jawa Barat, Total Hadiah Hingga Puluhan Juta

Yuk Ikut Lomba Hari Jadi ke-77 Jawa Barat, Total Hadiah Hingga Puluhan Juta

Purwasuka | Selasa, 16 Agustus 2022 | 12:09 WIB

Membedah Makna Lambang Jawa Barat, Dari Bentuk Hingga Warnanya

Membedah Makna Lambang Jawa Barat, Dari Bentuk Hingga Warnanya

Purwasuka | Selasa, 16 Agustus 2022 | 06:14 WIB

Terkini

Muhammad Kiandra Ramadhipa Berbagi Inspirasi di Purwokerto Jelang AHDC 2026

Muhammad Kiandra Ramadhipa Berbagi Inspirasi di Purwokerto Jelang AHDC 2026

Otomotif | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:54 WIB

Peringatan Dini Tsunami Gempa Bumi NTT M 7,7 Dicabut

Peringatan Dini Tsunami Gempa Bumi NTT M 7,7 Dicabut

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:53 WIB

Legislator PDIP Tantang Calon Hakim Agung Bereskan Kasus Terbengkalai dan Pangkas Birokrasi MA

Legislator PDIP Tantang Calon Hakim Agung Bereskan Kasus Terbengkalai dan Pangkas Birokrasi MA

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:49 WIB

2 Orang Meninggal usai Gempa Bumi NTT di Pelabuhan El Say Sikka

2 Orang Meninggal usai Gempa Bumi NTT di Pelabuhan El Say Sikka

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:46 WIB

Dinding Gudang Bulog Jebol Akibat Gempa M 7,7 Nagekeo NTT, Stok Beras di Bima Berhamburan

Dinding Gudang Bulog Jebol Akibat Gempa M 7,7 Nagekeo NTT, Stok Beras di Bima Berhamburan

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:40 WIB

Rakyat sebagai Tameng Kebijakan: Menutupi Cacat Program Lewat Narasi Mulia

Rakyat sebagai Tameng Kebijakan: Menutupi Cacat Program Lewat Narasi Mulia

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:40 WIB

Vino G Bastian Ubah Total Bentuk Tubuhnya Demi Film Adaptasi India Drishyam

Vino G Bastian Ubah Total Bentuk Tubuhnya Demi Film Adaptasi India Drishyam

Entertainment | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:38 WIB

Menag Nasaruddin Umar Ungkap Skema Wakaf Saham Masih Diperbaiki

Menag Nasaruddin Umar Ungkap Skema Wakaf Saham Masih Diperbaiki

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:36 WIB

KPK Periksa Ketua DPRD Kuansing hingga Eks Pj Sekda di Kasus Suhardiman Amby

KPK Periksa Ketua DPRD Kuansing hingga Eks Pj Sekda di Kasus Suhardiman Amby

Riau | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:29 WIB

BAIC BJ30 HEV Dominasi Penjualan di GIIAS 2026 Mobil Listrik T1 Mulai Dilirik

BAIC BJ30 HEV Dominasi Penjualan di GIIAS 2026 Mobil Listrik T1 Mulai Dilirik

Otomotif | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:23 WIB

×