CIANJUR - Pemilik kendaraan truk pengangkut terigu yang terlibat kecelakaan maut di Jalur Tengkorak Cianjur dalam waktu dekat aka diperiksa Polres Cianjur. Hal ini berkaitan dengan adanya muatan truk yang melebihi kapasitas hingga tiga kali lipat.
Kapolres Cianjur AKBP Doni Hermawan mengatakan, insiden kecelakaan lalu yang terjadi pada Minggu (14/8/2022) menewaskan enam orang. Adapun maskud dan tujuan pemanggilan pemilik truk ini sebagai saksi.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sejumlah saksi termasuk kernet truk. Bahwa truk tersebut sebelum kecelakaan sudah mengalami beberapa gangguan seperti rem semenjak keberangkatan.
"Dan hingga akhirnya truk benar-benar mengalami gagal rem dan menabrak tujuh kendaraan serta mengakibatkan enam orang tewas, dan beberapa lainnya luka-luka," ucapnya, Selasa (16/8/2022).
Atas hasil keterangan tersebut, kata dia, pihaknya akan segera memanggil pemilik truk untuk memastikan terkait truk tersebut apakan sering dilakukan pengecekan dan perawatan secara rutin atau tidak sama sekali.
"Tidak hanya faktor manusia, petugas kami juga akan menyelidiki faktor kendaraan yang mengalami kecelakaan itu, karena dugaan utamanya yaitu rem blong. Namun disisi lain keterangan saksi menguatkan jika sejak awal remnya bermasalah. Karena itu kita akan segera periksa pemiliknya," jelasnya.
Sementara itu, Direktur Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jabar Kombes Pol Romin Thaib menyebutkan truk bermuatan terigu yang mengalami kecelakaan maut hingga enam orang meninggal dunia akibat kelebihan muatan.
Hal tersebur diungkapkan Dirlantas Polda Jabar Kombes Pol Romin Thaib saat melakukan pengecekan di lokasi kecelakaan tepatnya di Jalan Raya Sukabumi, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur.
Romin menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan awal truk fuso jenis Mitshubisi Hino bernomer polisi F 9125 WA tersebut melebihi kapasitas dari yang seharusnya.
"Truk overload, muatan yang dibawa melebihi dari batas maksimal muat yang ditetapkan saat uji KIR. Namun dia melebih muatan dari jumlah berat yang sudah ditetapkan," katanya.
Menurutnya, berdasarkan informasi dan pemeriksaan kernet, diketahui truk tersebut beberapa kali mengalami kendala, seperti masalah pada saluran bahan bakar, ban, hingga gagal rem.
"Dari beberapa hasil penyelidikan tersebut, akan kita cek lebih lanjut dengan Dishub dan pihak-pihak terkait lainnya. Mudah-mudahan saja dalam waktu dekat sudah ada hasilnya," katanya. ***