JAKARTA – Mabes Polri baru saja menyelesaikan proses sidang kode etik dengan terperiksa mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo, Jumat (25/8/2022). Hasilnya, sidang etik memutuskan pemberhentian dengan tidak hormat (PTDH) terhadap suami dari Putri Candrawathi tersebut.
Namun keputusan tersebut tidak serta merta diterima Irjen Ferdy Sambo. Ia memutuskan melawan keputusan sidang kode etik dengan mengajukan banding.
"Namun mohon izin sesuai dengan pasal pasal 69 PP 72 tahun 2022 izinkan kami untuk mengajukan banding," kata Ferdy Sambo dalam persidangan di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (26/8/2022) dini hari.
Terlepas dari keputusannya mengajukan banding, Ferdy mengakui kesalahannya terkait menjadi otak pembunuhan terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.
"Mohon izin ketua KKEP bagaimana kami sampaikan dalam proses persidangan, kami mengakui semua perbuatan dan menyesali semua perbuatan yang kami lakukan terhadap institusi Polri," jelasnya.
Meski begitu, Ferdy menyebut dirinya akan menerima hasil keputusan banding yang dia ajukan. "Apapun keputusan banding kami siap untuk melaksanakan," ucapnya.
Sebelumnya, Ferdy Sambo telah selesai melaksanakan sidang kode etik buntut kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, Jumat (25/8/2022) malam.
Hasilnya, Polri resmi melakukan pemberhentian secara tidak hormat (PTDH) terhadap Ferdy Sambo.
"Menberikan sanksi pemberhentian tidak dengan hormat atau PTDH sebagai anggota polri," kata Kabaintelkam Polri Komjen Pol Ahmad Dofiri sebagai pimpinan sidang, Jumat (26/8/2022). (*)
Baca Juga: Perwira Polisi Dipecat, Ternyata Nyabu di Ruang Mapolsek