PURWASUKA- Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Bandung mengingatkan, selama musim penghujan banyak pohon rawan tumbang.
Oleh sebab itu, DPKP Kota Bandung mengimbau pengendara kendaraan sebaiknya menghindari parkir di bawah pohon.
“Memasuki musim penghujan, para pengguna kendaraan bermotor diimbau untuk tetap waspada. Salah-satunya menghindari parkir kendaraan dibawah pohon. Hal tersebut untuk mengantisipasi jika terjadi pohon tumbang sehingga kendaraan tetap aman terhindar dari kecelakaan,” kata Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Bandung, Rizki Kusrulyadi, Bandung, Minggu, 9 Oktober 2022.
“Saat ini kondisi cuaca ektrim. Angin besar juga hujan besar, dengan itu kami imbau kepada masyarakat sebaiknya menghindari parkir di sekitar pohon. Jadi baiknya hindari dulu,” sambung dia.
Menurutnya, sebelum musim penghujan, DPKP Kota Bandung telah memangkas dan menebang ranting dan dahan. Hal itu untuk mengurangi beban pohon.
“Sebelum musim hujan pun kita sudah antisipasi terkait pemangkasan pohon. Bahkan kalau perlu, ketika rawan dilakukan penebangan diganti dengan pohon baru,” kata dia.
Menghadapi musim saat ini, ia mengaku telah berkordinasi dengan kewilayahan untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan akibat pohon.
“Kalau cuaca ekstrem itu sulit diprediksi. Karena memang kondisi akar pada pohon itu terkadang tidak bisa terdeteksi dari luar. Kami terus komunikasi intens dengan aparat kewilayah untuk ditindaklanjuti," katanya.
Ia juga berharap kepada masyarakat untuk memelihara pohon sebagaimana layaknya.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Minggu 9 Oktober, Berawan dan Hujan di Sebagian Wilayah Jawa Barat
"Kita meminta kepada warga agar tidak membakar sampah dekat pohon. Kalau dilakukan jangka waktu lama itu rawan tumbang dan rusak," tegasnya.
Ia menegaskan soal tim pengamanan pohon juga terus berupaya setiap hari menyisir Kota Bandung untuk memastikan tanaman tersebut aman.
“Selalu bergerak setiap hari. Soal pemangkasan tentunya di Kota Bandung cukup luas, diprioritaskan wilayah yang banyak ditanam pohon,” ujar dia. ***