PURWASUKA- Pabrik triplek di Jalan Soekarno No. 505 Kota Bandung akhirnya berhasil dipadamkan pada Rabu 26 Oktober 2022 pagi setelah hangus dilahap si jago merah selama lebih dari 37 jam.
Kepala Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung, Gun Gun Sumaryana menjelaskan terkait penyebab lama dan sulitnya pemadaman api dalam kebakaran pabrik triplek kemarin.
Menurut Gun Gun Sumaryana, salah satu penyebab lamanya proses pemadamam kebakaran di pabrik triplek kemarin karena kondisi pabrik tergolong multi block, banyak bahan mudah terbakar.
Seperti bahan-bahan konduktor diantaranya; lem dan kardus.Bahkan, gudang triplek yang berukuran 2.000 meter² hampir 70 persen terisi bahan multi block, penuh sampai atap.
“Jadi membuat apinya itu awet. Kadang-kadang lapisan atasnya sudah padam, tapi lapisan bawahnya belum. Akibatnya api di pabrik triplek bisa menyala kembali,” jelas Gun Gun Sumaryana, Bandung, Kamis, 27 Oktober 2022.
Oleh sebab itu kata dia, Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Bandung terus menyuplai air karena jika terlambat didinginkan, lapisan bawah yang masih panas itu akan menjadi api lagi.
Ia menambahkan, saat awal kejadian, pleton 2 yang ada di markas komando dan para UPT diturunkan karena kebakaran kali ini cukup sulit dipadamkan.
“Kalau kebakaran biasa, biasanya cukup UPT yang turun. Jadi kita bagi, ada yang jaga di kantor, ada yang turun ke lapangan. Tiap UPT kita bagi dua regu. Ketika teman-teman mulai kelelahan, diganti dengan yang baru,” tambah dia.
“Pasukan pemadaman tiap pleton ada 80-90 personil. Kami ada 3 pleton. Saat kejadian hari pertama yang diturunkan pleton 2. Lalu, hari selanjutnya pleton 3, dan hari ini pleton 1,” sambung dia.
Baca Juga: Deddy Corbuzier Sindir Lesti Kejora Sampai Singgung Rizky Billar
Kalau dijumlahkan, keseluruhan kurang lebih 250 orang yang turun dalam proses pemadaman api di pabrik triplek kemarin.
“Reka-rekan di staff kantor yang dulunya masuk dalam tim tempur juga turut terjun membantu ke lapangan. Sehingga jumlahnya bertambah,” ucap dia.
Pada hari pertama memang ada satu orang anggota dari pleton 2 dilarikan ke RS karena kekurangan oksigen. Personil yang dilarikan ini meski tergolong sudah berumur, tapi semangatnya masih sangat tinggi.
“Dua personil lainnya hanya mengantarkan. Namun, karena kondisi kemarin itu memang cukup ekstrem, asapnya sangat banyak, sehingga berpengaruh terhadap kondisi tubuh dari anggota tersebut. Saat ini kondisinya sudah membaik,” ujar dia.
Beruntung di hari pertama kebakaran Diskar PB Kota Bandung dibantu Damkar dari perbatasan Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat. Sehingga suplai air sangat terjaga.
“Kami betul-betul berterima kasih dengan teman-teman Damkar dari wilayah perbatasan yang sudah ikut membantu,” ucap dia.***