Kasus Gagal Ginjal Akut Pada Anak, Dinkes Bandung Minta Orang Tua Jeli terhadap Gejala Awal

Purwasuka Suara.Com
Kamis, 20 Oktober 2022 | 19:19 WIB
Kasus Gagal Ginjal Akut Pada Anak, Dinkes Bandung Minta Orang Tua Jeli terhadap Gejala Awal
Ilustrasi penangan anak sakit

PURWASUKA- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung menemukan 1 kasus gagal ginjal akut pada pasien anak. Namun demikian, pasien anak tersebut sudah dinyatakan sembuh usai menjalani perawatan intensif di RSHAS Hasan Sadikin. 

“Terkait penemuan kasus gagal ginjal akut pada anak. Kita memang menemukan dugaan 1 kasus di Kota Bandung. Tapi sudah sembuh setelah dirawat,” tutur Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung,  Anhar Hadian, Bandung, Kamis,20 Oktober 2022. 

Terkait penyebabnya kata Anhar Hadian, Dinkes Kota Bandung belum bisa memberikan informasi karena pihak RSHS masih meneliti lebih lanjut terkait hal tersebut. 

Namun demikian, Dinkes Kota Bandung mengingatkan orang tua agar jeli terhadap gejala awal gangguan gagal ginjal. 

“Gejala awal gangguan gagal ginjal akut pada pasien anak ini sebenarnya sangat sederhana,bisa kita kenali,” kata dia. 

Gelaja awal tersebut diantaranya; ada penurunan frekuensi dan volume urin. Gelaja tersebut merupakan gejala utama anak mengalami gangguan gagal ginjal. 

Lalu, anak biasanya mengalami demam, mual dan diare serta batuk. Gejala ini merupakan gejala penyerta dari gejala utamanya. 

“Tantangan tersendiri bagi orang tua karena tidak semua memperhatikan volume dan frekuensi anak Buang Air Kecil (BAK),” kata dia. 

“Kalau bayi kan masih terpantau ya dengan pokok, kalau sudah balita itu agak sulit memperhatikan volume dan frekuensi buang air-nya,” tambahnya. 

Baca Juga: Nathalie Holscher Somasi Mantan ART Gara-gara Dituding Berselingkuh hingga Berujung Cerai dengan Sule

Apabila sudah menemukan gelaja awal tersebut, ia mengimbau orang tua agar segera membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat. 

Ia pun mengimbau masyararakat supaya tidak perlu panik menghadapi kasus ini. Orang tua diharapkan bisa langsung menghentikan pemakaian obat-obatan berbentuk sirup jika anak memiliki gejala-gejala tadi, dan segera akses layanan kesehatan terdekat. 

“Prinsipnya lebih cepat lebih baik.Jangan sampai menunggu parah dulu baru di bawa ke IGD,” imbau dia mengakhiri. *** 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI