Harga Kios Terlalu Tinggi Jadi Alasan Sejumlah Pedagang Pasar Lama Rengasdengklok Tolak Direlokasi

Purwasuka

Sabtu, 26 November 2022 | 09:05 WIB
Harga Kios Terlalu Tinggi Jadi Alasan Sejumlah Pedagang Pasar Lama Rengasdengklok Tolak Direlokasi
Antara

PURWASUKA - Relokasi Pasar Rengasdengklok, Kabupaten Karawang mendapatkan penolakan dari sejumlah pedagang. Para pedagang ini mengaku keberatan tingginya harga kios di Pasar Proklamasi.

Anggota DPRD Kabupaten Karawang, Asep Syaripudin mengatakan, keputusan Pemerintah Kabupaten Karawang merelokasi pedagang pasar lama Rengasdengklok ditolak oleh sejumlah pedagang.

Disebutkannya, alasan para pedagang karena harga kios di pasar yang baru dibangun yakni Pasar Proklamasi tergolong mahal. 

“Kami telah menerima aspirasi pedagang pasar lama Rengasdengklok. Mereka menilai harga kios yang ditawarkan di pasar Proklamasi (pasar yang baru), harganya terlalu tinggi,“ ucapnya pada Jumat (25/11/2022).

Pedagang pun menginginkan tetap bisa berjualan di pasar lama Rengasdengklok. Akan tetapi mendapatkan ancaman akan diruntuhkan oleh Pemkab Karawang.

Keputusan Pemkab Karawang ini karena lokasi tersebut akan digunakan sebagai ruang terbuka hijau (RTH). 

Asep meminta, Pemkab untuk mengakaji lagi besaran harga kios di Pasar Proklamasi. Bahkan dia pun mendorong Pemkab, pengembang pasar dan pedagang bisa merumuskan harga kios di pasar tersebut.

“Mekanisme penentuan harga kios seharusnya direvisi ulang. Kenapa per meter sampai 20-23 juta? Padahal NJOP di Rengasdenglok sekitar Rp4 juta. Standarnya harus jelas, apa saja faktornya yang menyebabkan penentuan harga begitu tinggi?," ucapanya melansir dari Antara.

Dia menilai, pedagang tidak akan sanggup jika harus bayar kios atau lapak dengan harga cukup tinggi. Seharusnya, para pedagang lama justru diprioritaskan, dan biasanya setiap ada relokasi, pedagang yang justru mendapat subsidi sekitar 20 persen.

baca juga

Sementara itu, pasar Rengasdengklok baru yang bernama Pasar Proklamasi dibangun oleh pihak ketiga, PT Visi Indonesia Mandiri. Selanjutnya, para pedagang akan membeli lapak dan kios yang tersedia di pasar itu.

Pihak ketiga itu menyebutkan kalau untuk lapak pedagang seharga Rp16,5 juta dan harga kios Rp19 juta. Pembeliannya dilakukan dengan cara mencicil.

Pasar Proklamasi Rengasdengklok yang baru itu dibangun di atas lahan sekitar 5 hektare. Bangunan tersebut bernilai investasi sebesar Rp116 miliar dan nantinya akan tergabung dengan terminal angkutan umum dan kendaraan bongkar muat barang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pemkab Karawang Minta Ini Kepada Pelaku UMKM

Pemkab Karawang Minta Ini Kepada Pelaku UMKM

Purwasuka | Sabtu, 26 November 2022 | 08:51 WIB

SIM Keliling Karawang Sabtu 26 November 2022 Ada Disini

SIM Keliling Karawang Sabtu 26 November 2022 Ada Disini

Purwasuka | Sabtu, 26 November 2022 | 08:22 WIB

Ramalan Cuaca Karawang Sabtu 26 November 2022 Pagi Hingga Malam

Ramalan Cuaca Karawang Sabtu 26 November 2022 Pagi Hingga Malam

Purwasuka | Sabtu, 26 November 2022 | 08:18 WIB

Terkini

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Bogor | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:59 WIB

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:48 WIB

Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok

Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:47 WIB

140 Titik di Banten Darurat Air Bersih

140 Titik di Banten Darurat Air Bersih

Banten | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:37 WIB

Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon

Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon

Jatim | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:23 WIB

Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam

Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:22 WIB

Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?

Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:21 WIB

Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas

Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:11 WIB

Presiden Prabowo Diminta Segera Evaluasi Kinerja Mendag, Ada Apa?

Presiden Prabowo Diminta Segera Evaluasi Kinerja Mendag, Ada Apa?

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:08 WIB

Abdul Wahid Menunggu Vonis, Berharap Putusan Benar-benar Adil

Abdul Wahid Menunggu Vonis, Berharap Putusan Benar-benar Adil

Riau | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:02 WIB

×