PURWASUKA - Kabupaten Subang termasuk daerah rawan bencana alam di Provinsi Jawa Barat. Masyarakat pun diimbau agar selalu waspada guna mengantisipasi jatuhnya korban apabila terjadi bencana alam.
Wakil Bupati Subang, Agus Masykur mengatakan, sejumlah upaya pencegahan jatuhnya korban bila terjadi sudah dilakukannya. Salah satunya dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan mendorong instansi terkait agar menyiapkan langkah antisipasi.
"Kami imbau agar tetap siaga terhadap potensi bencana yang akan terjadi, sehingga dapat meminimalisi adanya korban bencana. Daerah subang merupakan daerah Kedua di Jawa barat yang berpotensi becana alam," ujarnya pada Senin (5/12/2022).
Selain soal bencana alam, masyarakat juga diingatkan agar selalu menjaga kebersihan. Pasalnya saat musim hujan, kasus demam berdarah dengue (DBD) meningkat.
Perlu diketahui, pada Sabtu (3/12/2022) sebanyak 84 rumah warga Perumahan Grand Texpia di Dusun Wanajaya, Desa Ciasem Tengah, Kecamatan Ciasem terendam banjir.
Banjir tersebut bahkan ketinggiannya sampai mencapai 1,5 meter atau setinggi dada orang dewasa.
Kemudian pada Kamis (1/12/2022) hingga Jumat (2/12/2022) ratusan rumah warga yang berada di tiga desa, yakni Salamjaya, Siluman, dan Pabuaran terendam banjir dengan ketinggian 60 cm.
Akibatnya, ratusan kepala keluarga memilih mengungsi ke tempat pengungsian yang tak terendam banjir, seperti masjid, musala, dan gedung sekolah.
Camat Pabuaran, Ubi Kurtubi, mengatakan, akibat banjir tersebut, ada 650 rumah terendam di tiga desa.
Baca Juga: Kepergok Selingkuh, Alibi Suami ke Istri Bikin Emosi: Mau Coba Rasa Baru
"Kami sudah mendata ada 650 rumah warga terendam banjir, dengan ketinggian bervariasi dari 50 sentimeter hingga 1 meter," katanya mengutip Tintahijau.com.