PURWASUKA - Ketua Umum (Ketum) PSSI yang baru terpilih, Erick Thohir menanggapi soal video assistant referee (VAR) di gelaran Piala Dunia U-20 Indonesia. Ia tak bisa menjajikan teknologi itu bisa diterapkan di ajang tersebut.
Adapun alasannya, Erick Thohir mengaku membutuhkan waktu untuk penerapan teknologi VAR. Sedangkan, gelaran Piala Dunia U-20 akan segera dimulai beberapa bulan kedepan.
"Saya mungkin beri jawaban mengecewakan. Perlu waktu. Perlu waktu karena implementasi VAR itu tidak hanya langsung dilakukan di semua stadion," kata Erick Thohir dalam konferensi pers di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Minggu 12 Februari 2023.
"Stadionnya juga harus melihat bisa atau tidak diimplementasikan," sambungnya.
Erick Thohir pun mengatakan bahwa saat ini fokusnya adalah memberantas mafia bola di Indonesia. Setelah itu, fokusnya baru beralih ke VAR.
"Jadi, match fixing dulu, baru VAR. Pembenahan ini harus bertahap, satu per satu. Insya Allah, Pak Menpora pasti mendukung ada VAR, kalau tidak, ya, Menteri PUPR," jelas Erick Thohir.
Ya, Piala Dunia U-20 2023 sudah di depan mata. Ajang ini tepatnya akan bergulir pada 20 Mei sampai 11 Juni 2023.
Ada 6 stadion yang akan menggelar ajang Piala Dunia U-20 2023. Keenam stadion itu adalah Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Stadion Jakabaring, Stadion Si Jalak Harupat, Stadion Kapten I Wayan Dipta, Stadion Manahan, dan Stadion Gelora Bung Tomo.***
Baca Juga: Shin Tae-yong ke Timnas Indonesia U-20: Jangan Lepas Tanggung Jawab ke Teman!