Uniknya Jam Kayu di Purbalingga, Omset Rp 30 Juta

Purwokerto

Sabtu, 25 Juni 2022 | 23:09 WIB
Uniknya Jam Kayu di Purbalingga, Omset Rp 30 Juta
Uniknya Jam Kayu di Purbalingga, Omset Rp 30 Juta

PURWOKERTO.SUARA.COM, PURBALINGGA-Yogi Sutrisno (31), warga Dusun Melung Desa Larangan Kecamatan Pengadegan punya kreativitas unik yang bisa menginspirasi pemuda lainnya. 

Lewat ketekunannya, ia berhasil memproduksi jam tangan antik yang terbuat dari kayu. Ide untuk membuat kayu dimulai sejak awal tahun 2017. Ini berawal dari kegagalan berbagai usahanya di bidang handycraf.

Yogi bercerita, semenjak lulus SMK Kaligondang tahun 2011, dia mulai usaha pembuatan boneka Jepang kemudian mengalami penurunan tahun 2015 hingga berhenti produksi. 

Yogi banting setir memulai usaha pemotongan ayam. Namun usaha ini pun hasilnya kurang menggembirakan. 

Awal tahun 2017, Yogi mendapatkan rekemondasi dari teman untuk membuat jam tangan dari kayu. Yogi pun tertarik dan mulai googling untuk mencari cara pembuatan jam tangan.

Berbagai eksperimen jam tanganpun dibuatnya namun terus mengalami kegagalan, namun dari berbagai kegagalan ini Yogi tak putus arang.

Selama 1,5 tahun mengalami kegagalan, baru sekitar pertengahan tahun 2018, ia bisa menjual jam tangannya. 

Sampai saat ini, penjualannya dalam satu bulan sekitar 40 pcs yang dijual sekitar Rp 400-500 ribu per pcs. 

“Alhamdulillah penjualannya lumayan banyak, omset sampai saat ini bisa mencapai 30 juta perbulannya,” katanya 

Penjualan dilakukan secara online di Tokopedia dan Shopee yakni di lapak “Halba_Indonesia”. Para penggemar jam tangan kayu itu  rata-rata anak muda seaontero Indonesia. 

Bahan kayu berasal dari daerah Banjarnegara dan Cinangsi yang merupakan kayu limbah-limbah sisa pemotongan. Namun tidak sembarang limbah, melainkan yang mempunyai warna, serat dan kekerasan bagus. Jenis kaya yang dipakai ada dua yakni sono keling dan kayu maple yang merupakan kayu impor.

“ Untuk finishing kami tidak mengunakan pewarna kayu asli, warna kayu dibiarkan secara natural. Takutnya jika memakai pewarna ada kulit yang sensitive sehingga tidak dilakukan pewarnaan, hanya dilakukan pernis saja,” katanya.  

Karena dibutuhkan ketelatenan yang super, sampai saat ini Yogi hanya dibantu oleh satu orang karyawan tetap. 

Namun jika pesanan membludak, kadang harus melibatkan tetangga workshopnya. Sampai saat ini, kerajinan jam kayu di Purbalingga masih sangat terbatas karena prosesnya membutuhkan ketelitian yang super.

Selain melalui penjualan secara online, untuk meningkatkan penjualannya Yogi sering mengikuti kegiatan festival-festival yang diadakan oleh pemerintah maupun swasta. Berbagai penghargaan telah didapatnya seperti penghargaan dari JD.ID. 

“ Untuk membuat sebuah kesuksesan, diperlukan ketelatenan, pantang menyerah dan melihat peluang pasar yang ada, jangan hanya mengandalkan bantuan pemerintah saja,”katanya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Produk Jam Tangan Kayu dari Limbah Skateboard di Solo, Diminati hingga Mancanegara

Produk Jam Tangan Kayu dari Limbah Skateboard di Solo, Diminati hingga Mancanegara

Surakarta | Kamis, 24 Maret 2022 | 19:53 WIB

Eboni Watch, Jam Tangan Kayu untuk Tampilan Klasik dengan Harga Terjangkau

Eboni Watch, Jam Tangan Kayu untuk Tampilan Klasik dengan Harga Terjangkau

Lifestyle | Sabtu, 05 Februari 2022 | 13:44 WIB

Jam Tangan Kayu Terbuat dari Limbah Papan Skateboard

Jam Tangan Kayu Terbuat dari Limbah Papan Skateboard

Foto | Rabu, 17 November 2021 | 15:13 WIB

Terkini

Langganan Folaplay dan MAXStream TV Bayar Berapa? Streaming Resmi Piala Dunia 2026

Langganan Folaplay dan MAXStream TV Bayar Berapa? Streaming Resmi Piala Dunia 2026

Lifestyle | Kamis, 11 Juni 2026 | 19:49 WIB

Polisi Buru Pelaku Utama Pendorong Pria hingga Tewas dari Lantai Dua Tempat Biliar

Polisi Buru Pelaku Utama Pendorong Pria hingga Tewas dari Lantai Dua Tempat Biliar

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 19:48 WIB

Tak Hanya untuk Investasi, Aset Kripto Bisa Penuhi Gaya Hidup

Tak Hanya untuk Investasi, Aset Kripto Bisa Penuhi Gaya Hidup

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 19:47 WIB

Timnas Jerman Biayai 600 Suporter ke Stadion Piala Dunia 2026

Timnas Jerman Biayai 600 Suporter ke Stadion Piala Dunia 2026

Bola | Kamis, 11 Juni 2026 | 19:46 WIB

Pengeroyok Dico di Biliar Grogol Diciduk! Dua Pelaku Ternyata Masih Bocah di Bawah Umur

Pengeroyok Dico di Biliar Grogol Diciduk! Dua Pelaku Ternyata Masih Bocah di Bawah Umur

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 19:45 WIB

Review Teach You a Lesson: Keadilan Datang dengan Cara yang Tidak Biasa

Review Teach You a Lesson: Keadilan Datang dengan Cara yang Tidak Biasa

Your Say | Kamis, 11 Juni 2026 | 19:45 WIB

Pekanbaru Hadirkan Parkir Gratis selama 3 Hari: Mal hingga Rumah Sakit

Pekanbaru Hadirkan Parkir Gratis selama 3 Hari: Mal hingga Rumah Sakit

Riau | Kamis, 11 Juni 2026 | 19:42 WIB

Kelola Transaksi, Begini Caranya Agar UMKM Bisa Pisahkan Dana Bisnis dan Pribadi

Kelola Transaksi, Begini Caranya Agar UMKM Bisa Pisahkan Dana Bisnis dan Pribadi

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 19:42 WIB

Mohamed Salah Diklaim Gabung Fenerbahce setelah Piala Dunia 2026

Mohamed Salah Diklaim Gabung Fenerbahce setelah Piala Dunia 2026

Bola | Kamis, 11 Juni 2026 | 19:40 WIB

Pertamax Naik, Anak Buah Mas Bahlil 'Ganteng' Imbau Masyarakat Sadar Tak Pindah

Pertamax Naik, Anak Buah Mas Bahlil 'Ganteng' Imbau Masyarakat Sadar Tak Pindah

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 19:35 WIB