Orangtuanya Meninggal karena Covid 19, 200 an Yatim/Piatu di Purbalingga Butuh Perhatian

Purwokerto | Suara.com

Jum'at, 22 Juli 2022 | 23:30 WIB
Orangtuanya Meninggal karena Covid 19, 200 an Yatim/Piatu  di Purbalingga Butuh Perhatian
audiensi Unsoed dengan Pemkab Purbalingga

PURWOKERTO.SUARA.COM, Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Unsoed mengungkap  problematika anak-anak yang ditinggal orang tua (meninggal) akibat pandemi Covid-19. Dari riset  Fisip Unsoed kerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga dalam program Mahasiswa Belajar Kampus Merdeka (MBKM), kampus itu memberikan sejumlah masukan ke Pemkab Purbalingga

Dr Tyas Retno Wulan SSos MSi selaku dosen Jurusan Sosiologi Fisip Unsoed membimbing mahasiswanya untuk melakukan riset tentang Model Perlindungan Anak Korban Pandemi Covid-19 Berbasis Pengarusutaman Gender dan Kearifan Lokal.

"Rencanannya kami lakukan riset ini dua tahun. Tahun pertama ini akan mengidentifikasi problematika. Kemudian memetakan kebijakan stakeholder yang mungkin nanti bisa berjejaring. Di tahun kedua nanti kita bikin model perlindungan kepada anak korban Covid-19 Berbasis Pengarusutaman Gender dan Kearifan Lokal," kata Dr Tyas saat pemaparan, Senin (18/7) di Ruang Rapat Bupati.

Ia mengungkapkan, dari 1085 orang meninggal akibat Covid-19 di Purbalingga,  ada lebih dari 200 anak yang menjadi yatim/piatu/yatim-piatu. Para orang tua yang meninggal yakni 45% ibu, 50% ayah dan 5% ayah-ibu. Usia anak paling banyak di rentang 11-15 tahun yakni SMA/SMK 27%, belum sekolah 2%, SD 40% dan SMP 31%.

"Orang tua yang meninggal dominasi masih usia produktif. Ayah dominan meninggal di rentang usia 39-48 tahun (38%), sedangkan ibu di rentang usia 35-44 tahun (61%). Jadi banyak ibu-ibu muda yang meninggal," katanya. 

Sedangkan pendapatan orang tua/pengasuh mereka saat ini umumnya cukup rendah. Dari 124 responden, 66 diantaranya memiliki pendapatan orang tua/pengasuh di bawah Rp 1 juta per bulan. Pekerjaan pengasuh didominasi ibu rumah tangga.

"Terkait dengan sikap teman/lingkungan sekitar, mereka mendapatkan dukungan yang baik. Meskipun ada yang menjauh karena takut tertular, akan tetapi paling banyak adalah yang memberi dukungan moral," jelasnya.

Meski demikian, lebih detail ia mengungkap ada sejumlah problematika yang dialami anak-anak. Di antaranya sedih (39,5%), kesepian (12,1%), merasa kehilangan (25%), mudah emosi (3,2%), dan selalu teringat sosok orang tua (8,9%) sisanya tidak menjawab. Solusi mereka untuk mengatasi problemnya itu dengan bermain bersama teman (47,6%), beribadah/doa (17,7%), ziarah (2,4%), berfikir positif (4,8%), nonton/dengarkan musik (6,5%) dan lainnya (21%).

Penelitian ini juga mengungkap pendapat tentang bantuan yang diberikan pemerintah. Jawabannya beragam, ada yang mengaku belum mendapatkan, atau sudah mendapatkan tapi masih kurang. Bantuan yang dimaksud yakni Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi).

"Akan tetapi secara umum berpendapat sudah cukup baik, karena sudah ada perhatian meskipun mendapatkan Rp 200 ribu per bulan, PKH, PIP cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Akan tetapi ada yang mengeluhkan keberatan mengumpulkan nota pembelian. Sudah cukup baik akan tetapi belum ada tindaklanjut bantuan pelatihan/kursus," katanya.

Dari hasil riset tersebut, Fisip Unsoed memberikan sejumlah saran kepada Pemkab Purbalingga. Diantaranya, perlu dilakukan pendampingan sosial, psikologi maupun ekonomi kepada anak-anak. Disamping itu juga perlu adanya pendataan menyeluruh di semua desa terkait anak korban Covid-19. Sinergi antar lembaga dan pemangku kepentingan untuk membantu pemulihan  kondisi sosial ekonomi anak juga perlu dilakukan.

"Selanjutnya perlu menyusun kebijakan perlindungan anak korban Covid-19 berbasis pengarusutamaan gender dan kearifan lokal," katanya.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kabupaten Purbalingga R Imam Wahyudi SH MSi mengucapkan terimakasih atas riset yang dilakukan Fisip Unsoed terkait problematika anak korban pandemi Covid-19 di Purbalingga. Program atau hasil dari kegiatan MBKM ini menjadi suatu referensi yang sangat bermanfat dalam rangka merumuskan suatu kebijakan, kemudian membuat suatu kegiatan dan mengalokasikan anggaran.

Sebagai langkah awal, Ia meminta kepada Dinsos untuk melakukan pendataan secara lengkap dan sistematis terkait anak-anak korban Covid-19 di Purbalingga ini. "Hasil penelitian ini nanti bisa dibahas secara khusus untuk tindaklanjutnya," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Profil Roy Suryo Tersangka Kasus Meme Stupa Mirip Jokowi, Punya Gelar Kebangsawanan 'Kanjeng Raden Mas Tumenggung'

Profil Roy Suryo Tersangka Kasus Meme Stupa Mirip Jokowi, Punya Gelar Kebangsawanan 'Kanjeng Raden Mas Tumenggung'

| Jum'at, 22 Juli 2022 | 22:19 WIB

Duh Mau Dikirab Peringatan 1 Suro, 7 Kerbau Bule Keraton Surakarta Malah Kena PMK

Duh Mau Dikirab Peringatan 1 Suro, 7 Kerbau Bule Keraton Surakarta Malah Kena PMK

| Jum'at, 22 Juli 2022 | 22:12 WIB

Kronologi Roy Suryo Jadi Tersangka Penistaan Agama, Berawal 'Repost' Meme Stupa Mirip Wajah Jokowi

Kronologi Roy Suryo Jadi Tersangka Penistaan Agama, Berawal 'Repost' Meme Stupa Mirip Wajah Jokowi

| Jum'at, 22 Juli 2022 | 21:40 WIB

Terkini

Terpopuler: 5 Kejanggalan Daycare Little Aresha, 2.026 Pound Mahar El Rumi Berapa Rupiah?

Terpopuler: 5 Kejanggalan Daycare Little Aresha, 2.026 Pound Mahar El Rumi Berapa Rupiah?

Lifestyle | Senin, 27 April 2026 | 06:45 WIB

Deretan Artis Pernah Rasakan Totok Sirih Ferizka Utami, Kini Ramai Dikecam soal Pijat Bayi

Deretan Artis Pernah Rasakan Totok Sirih Ferizka Utami, Kini Ramai Dikecam soal Pijat Bayi

Entertainment | Senin, 27 April 2026 | 06:00 WIB

Cekcok Rebutan Lapak Mangkal, Sopir Angkot di Tanah Abang Bakar Teman Sendiri Hidup-hidup

Cekcok Rebutan Lapak Mangkal, Sopir Angkot di Tanah Abang Bakar Teman Sendiri Hidup-hidup

News | Minggu, 26 April 2026 | 22:53 WIB

Harga Pertamax Naik Terus, Ini 7 Pilihan Mobil Bekas 7-Seater yang Irit dan 'Ramah' Pertalite

Harga Pertamax Naik Terus, Ini 7 Pilihan Mobil Bekas 7-Seater yang Irit dan 'Ramah' Pertalite

Otomotif | Minggu, 26 April 2026 | 22:02 WIB

Sinopsis From, Serial Horor Misteri Debut dengan Skor 100 dari Rotten Tomatoes

Sinopsis From, Serial Horor Misteri Debut dengan Skor 100 dari Rotten Tomatoes

Entertainment | Minggu, 26 April 2026 | 22:00 WIB

Skuad Timnas Indonesia Belum Diumumkan, John Herdman Sudah Coret Satu Pemain

Skuad Timnas Indonesia Belum Diumumkan, John Herdman Sudah Coret Satu Pemain

Bola | Minggu, 26 April 2026 | 22:00 WIB

Agar MBG Tak Berhenti Usai Ganti Presiden, APPMBGI Dorong Payung Hukun Setingkat UU

Agar MBG Tak Berhenti Usai Ganti Presiden, APPMBGI Dorong Payung Hukun Setingkat UU

News | Minggu, 26 April 2026 | 21:39 WIB

Apa Beda Cushion dan Foundation? Ini 7 Merk yang Cocok untuk Kulit Berminyak

Apa Beda Cushion dan Foundation? Ini 7 Merk yang Cocok untuk Kulit Berminyak

Lifestyle | Minggu, 26 April 2026 | 21:35 WIB

Cek 7 Tanda Daycare yang Aman bagi Bayi Agar Tidak Menjadi Korban

Cek 7 Tanda Daycare yang Aman bagi Bayi Agar Tidak Menjadi Korban

Lifestyle | Minggu, 26 April 2026 | 21:32 WIB

Kondangan ke Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju, Prabowo dan Bahlil Kompak Komentar Soal Makanan

Kondangan ke Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju, Prabowo dan Bahlil Kompak Komentar Soal Makanan

Entertainment | Minggu, 26 April 2026 | 21:29 WIB