Mengurai Limbah Jadi Berkah, Potret Pemanfaatan Eco Enzyme di Era Pagebluk

Purwokerto

Kamis, 28 Juli 2022 | 10:13 WIB
Mengurai Limbah Jadi Berkah, Potret Pemanfaatan Eco Enzyme di Era Pagebluk
Pelajar pencinta lingkungan dari Purbalingga membuat eco enzyme Klenteng Hok Tek Bio Purbalingga, 14 April 2022. (gani)

Tak hanya itu, eco enzyme juga bermanfaat sebagai bahan kosmetik. Jamur dari hasil fermentasi ecoenzyme dipercaya melembabkan dan menghaluskan kulit.

Mengutip Zero Waste Indonesia (ZWID), komunitas berbasis online pertama di Indonesia yang bertujuan mengajak masyarakat Indonesia untuk menjalani gaya hidup nol sampah, pada awal proses pembuatan eco enzyme menghasilkan gas ozon (O3).

O3 dapat mengurangi karbondioksida (CO2) di atmosfer yang memperangkap panas di awan. Jadi akan mengurangi efek rumah kaca dan global warming.

Eco enzyme juga mengubah amonia menjadi nitrat (NO3), hormon alami dan nutrisi untuk tanaman. Eco enzyme juga mengubah CO2 menjadi karbonat (CO3) yang bermanfaat bagi tanaman laut dan kehidupan laut.

Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Lembaga Penelitian Universitas Trisakti berjudul ‘Eco-Enzyme Sebagai Rekayasa Teknologi Berkelanjutan Dalam Pengolahan Air Limbah’ menyebut eco enzyme mampu mengurangi kandungan amonia pada air.

Penelitian ini menguji korelasi konsentrasi eco enzyme dengan konsentrasi amonia sebesar 34,5 mg/l dalam air. Percobaan dilakukan menggunakan lima sampel yang masing-masing menguji konsentrasi eco enzyme mulai dari 0 persen, 2 persen, 6 persen, 8 persen dan 10 persen.

Sampel dengan konsentrasi eco enzyme 0 persen memiliki kandungan amonia 34,5 mg/l. Sampel dengan konsentrasi eco enzyme 2 persen memiliki kadar amonia 32,2 mg/l. Konsentrasi eco enzyme 6 persen menekan kadar amonia menjadi 30,1 persen, sampel dengan 8 persen eco enzyme memiliki kadar amonia 29,2 persen dan konsentrasi eco enzyme 10 persen mengubah kadar amonia menjadi 25,8 persen atau menurunkan konsentrasi amonia hingga 25,2 persen.

Pemanfaatan Eco Enzyme untuk Penaganan PMK

Senin 24 Mei 2022 seorang peternak sapi datang ke Klenteng Hok Tek Bio Purbalingga. Ia mengeluhkan kondisi sapinya terus memburuk sejak terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK). Ia datang ke Klenteng membawa harapan relawan eco enzyme yang bermarkas di Klenteng Hok Tek Bio Purbalingga membantu memulihkan kesehatan hewan ternaknya.

baca juga

Sebelumnya ia mendengar eco enzyme mampu mengobati luka dan membasmi bakteri serta virus. Eco Enzime merupakan cairan hasil fermentasi kulit buah. Eco Enzyme ditemukan Dr. Rosukon Poonpanvong seorang peneliti dari Thailand.

Sore harinya, relawan gabungan dari Klenteng Hok Tek Bio datang ke kandang sapi dengan membawa eco enzyme dan alat semprot. Pertama, tim mengamati gejala yang muncul akibat PMK.

Dari pengamatan, sapi yang terjangkit PMK mengalami infeksi pada mulut. Kondisi mulut terus mengeluarkan air liur.

“Setelah dicek ternyata di mulut sapi tersebut ada banyak sariawan,” kata Kris Hartoyo, aktivis pada relawan gabungan Klenteng Hok Tek Bio.

Kondisi mulut yang penuh sariawan membuat sapi enggan makan. Karena tak makan, maka kondisi tubuh sapi makin kurus dan lemas.

Selain mulut, kuku pada kaki sapi yang terinfeksi PMK juga menunjukkan ada luka. Ketika dicek, kuku sapi ini ada yang bernanah ada pula yang sampai penuh belatung. 

Kondisi ini membuat sapi tak mampu berdiri. Dari 16 ekor sapi yang terjangkit PMK, enam ekor di antaranya tak bisa berdiri karena luka pada bagian kaki.

“Melihat luka ini, saya makin optimistis eco enzyme mampu mengobati PMK,” ujar dia.

Maka dimulailah terapi eco enzyme pada sapi yang terjangkit PMK. Terapi yang dilakukan meliputi penyemprotan kandang sapi dengan larutan eco enzyme berkadar 1:1.000. Dalam hal ini eco enzyme difungsikan sebagai disinfektan. Berikutnya, pakan ternak juga disemprot dengan larutan eco enzyme dengan perbandingan sama, 1:1.000. Air minum sapi juga dicampur eco enzyme dengan perbandingan yang sama.

“Sementara pada bagian kaki disemprot dengan eco enzyme murni tanpa campuran,” ucapnya.

Perawatan ini dilakukan rutin setiap hari. Dari hasil pengamatan, hari kedua sapi-sapi itu mulai mau makan. Sapi-sapi ini juga tidak lagi mengeluarkan air liur berlebih.

Pengamatan hari ketiga sapi-sapi itu ada yang mulai bisa berdiri. Nafsu makan sapi ini juga semakin baik. Setelah makan, kondisi sapi tampak lebih sehat.

Pada hari keempat, semua sapi yang semula hanya bisa rebahan kini semua bisa berdiri. Makan pun semakin lahap.

Namun demikian, Kris tak bisa menjamin 100 persen secara klinis sapi-sapi itu sembuh hanya karena eco enzyme. Sebab, pada saat yang sama peternak juga menggunakan obat-obat kimia.

“Tapi saya yakin sekali yang menyembuhkan sapi itu eco enzyme,” tuturnya.

Kini eco enzyme dimanfaatkan untuk pencegahan penyebaran PMK di seluruh Kabupaten Purbalingga. Tim gabungan dari relawan eco enzyme, TNI-Polri dan PMI menyemprot kandang dan sapi di setiap desa secara bergiliran. 

Selain untuk penanganan PMK, eco enzyme juga dimanfaatkan pada saat pandemi Covid-19 memuncak. Pusat-pusat keramaian seperti pasar terminal dan jalan raya disemprot disinfektan berbahan larutan eco enzyme.

Ke depan, Kris dan relawan lain akan menggunakan eco enzyme pada bidang pertanian. Eco enzyme akan digunakan untuk memulihkan unsur hara pada tanah yang menurun karena pengaruh pupuk kimia. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jelang Agustusan, Ini Rencana Even Besar yang akan Diadakan di Purbalingga

Jelang Agustusan, Ini Rencana Even Besar yang akan Diadakan di Purbalingga

Purwokerto | Rabu, 27 Juli 2022 | 17:12 WIB

Kronologi Penggelapan Dana Bansos oleh Kepala Kantor Pos Kecamatan Rembang Kabupaten Purbalingga

Kronologi Penggelapan Dana Bansos oleh Kepala Kantor Pos Kecamatan Rembang Kabupaten Purbalingga

Purwokerto | Rabu, 27 Juli 2022 | 15:33 WIB

Modus Kepala Cabang Kantor Pos di Purbalingga Gelapkan Dana Pensiun dan Bansos, Uang Ratusan Juta Dipakai untuk Trading Crypto

Modus Kepala Cabang Kantor Pos di Purbalingga Gelapkan Dana Pensiun dan Bansos, Uang Ratusan Juta Dipakai untuk Trading Crypto

Purwokerto | Rabu, 27 Juli 2022 | 12:47 WIB

Terkini

PBNU Punya Jaringan Luas, Menkeu Purbaya Sebut Siap Dukung Proyek Inisiasi NU

PBNU Punya Jaringan Luas, Menkeu Purbaya Sebut Siap Dukung Proyek Inisiasi NU

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 12:33 WIB

Pramono Minta Maaf, Janji Segera Bangun Ulang SDN Kebayoran Lama 09 yang Roboh

Pramono Minta Maaf, Janji Segera Bangun Ulang SDN Kebayoran Lama 09 yang Roboh

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 12:32 WIB

Kulit Sawo Matang Jangan Asal Pilih Kutek! 10 Warna Ini Bikin Tangan Langsung Glowing

Kulit Sawo Matang Jangan Asal Pilih Kutek! 10 Warna Ini Bikin Tangan Langsung Glowing

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 12:31 WIB

'Memang Seharusnya Mundur', Kubu Sony Sonjaya Tegaskan Nanik S Deyang Terlibat Skandal MBG

'Memang Seharusnya Mundur', Kubu Sony Sonjaya Tegaskan Nanik S Deyang Terlibat Skandal MBG

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 12:28 WIB

Pertama di Dunia, Remaja Australia Ini Meninggal karena Gigitan Kutu

Pertama di Dunia, Remaja Australia Ini Meninggal karena Gigitan Kutu

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 12:28 WIB

3 Bedak Wardah Paling Tahan Lama dan Bikin Glowing, Hasil Makeup Flawless Seharian

3 Bedak Wardah Paling Tahan Lama dan Bikin Glowing, Hasil Makeup Flawless Seharian

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 12:23 WIB

7 Bedak yang Cocok untuk Remaja dengan Kulit Berjerawat

7 Bedak yang Cocok untuk Remaja dengan Kulit Berjerawat

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 12:20 WIB

7 Bedak Gatal Paling Ampuh di Apotek yang Aman dan Terdaftar BPOM

7 Bedak Gatal Paling Ampuh di Apotek yang Aman dan Terdaftar BPOM

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 12:19 WIB

Profil Sudaryono, Eks Ajudan Prabowo Disebut Jadi Kepala BGN Gantikan Nanik

Profil Sudaryono, Eks Ajudan Prabowo Disebut Jadi Kepala BGN Gantikan Nanik

Riau | Rabu, 22 Juli 2026 | 12:15 WIB

Jangan Lewatkan! Film Masters of the Universe Rilis di Prime Video Hari Ini

Jangan Lewatkan! Film Masters of the Universe Rilis di Prime Video Hari Ini

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 12:14 WIB

×