Kenangan Sayyid Muhammad dengan Mbah Mangli
Selesai kajian, tiba waktunya berfoto. Saat mendapat giliran, penulis sodorkan foto Abuya Sayyid Muhammad yang sedang merangkul Mbah Mangli kepada Sayyid Ahmad. “Subhanallah, Kiai Kiai,” ujarnya. Sayyid Ahmad nampak sangat kenal dengan sosok kiai asal desa Mangli Magelang.
“Jawi Jawi,” ujar Sayyid Ahmad kepada semua yang hadir. Jawi itu merujuk pada orang-orang dari Asia yang datang ke Mekkah. Bisa juga, istilah itu merujuk kepada ulama-ulama besar dari Indonesia yang besar dan berpengaruh serta para santri dari tanah Jawa yang menuntut ilmu di Makkah.
Setidaknya, ada tiga ulama kelahiran Indonesia yang besar dan harum di Kota Suci karena pernah mendapat tempat untuk mengajar di Masjidil Haram. Ketiganya adalah Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, asal Minangkabau, Syekh Junaid Al Batawi, asal Jakarta, dan Syekh Nawawi Al Bantani, Al Jawi.
Sebelum pamit, rombongan tim petugas haji kembali mendapat kehormatan. Pihaknya dilarang pulang sebelum makan. Sayyid Ahmad meminta para santrinya untuk menghidangkan ‘Nasi Arab’ dengan ayam di tengah nampan. Salah satu petugas haji mukimin yang puluhan tahun tinggal di Makkah bercerita bahwa baru kali ini menyantap nasi Arab paling enak.
Sebelum pulang, rombongannya mendapat oleh-oleh, berupa kitab-kitab karangan Abuya Sayyid Muhammad, di antaranya: 'Muhammad Al Insan Kamil', 'Mafaahim Yajib An Tushahhah' dan beberapa kitab tentang Sirah dan Akidah lainnya. (Solla Taufiq/Kemenag)