"Terus kemarin makan ditaruh digantungan kunci itu sudah diambil dimakan tapi masih mengunci, sama bapaknya belum mau bicara. Ya masih mengurung diri," ungkapnya.
Yuliani mengungkapkan, sekolah masih sempat berdebat bahwa tidak ada pemaksaan dalam kasus ini. Tidak hanya itu, pihak sekolah juga diduga membuat aturan wajib pembelian jilbab.
"Kemarin sekolah sempat berdebat bahwa tidak ada pemaksaan. Lalu saya tunjukkan pemaksaannya. Kalau tidak pemaksaan, kalau tidak permasakan kenapa sekolah membikin hijab yang ada labelnya sekolah. Dari situ jelas pemaksaan," jelasnya.
Ia menegaskan, padahal sudah jelas kedua hal itu melanggar aturan yang ada.
"Iya wajib dibeli (di sekolah). Dari situ sudah jelas, kalau dia memaksakan kenapa bikin hijab. Dan itu kan sudah melanggar di aturan PP dan Permendikbud itu kan jelas nggak boleh kayak gitu," pungkas Yuliani. (Arif KF)