Sidak Random! BGN Temukan Bangunan Tak Layak 'Mirip Goa' Jadi SPPG di Bandung Barat

Muhammad Yasir, Lilis Varwati

Kamis, 09 April 2026 | 08:28 WIB
Sidak Random! BGN Temukan Bangunan Tak Layak 'Mirip Goa' Jadi SPPG di Bandung Barat
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati dalam acara evaluasi di Bandung Barat, Rabu (8/4/2026). [BAKOM]
baca 10 detik
  • Wakil Kepala Badan Gizi Nasional menemukan dapur program Makan Bergizi Gratis yang tidak layak di Bandung Barat dan Cimahi.
  • Temuan inspeksi mendadak mengungkap buruknya higienitas, struktur bangunan ekstrem, serta kacaunya alur produksi pada fasilitas pengolahan pangan tersebut.
  • Badan Gizi Nasional akan mereformasi sistem insentif dapur berdasarkan luas dan kualitas fasilitas guna menjamin standar pelayanan tahun 2026.

Suara.com - Komitmen program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) tengah diuji oleh temuan mengejutkan di lapangan. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati, membongkar borok sejumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dinilai sangat tidak layak.

Dalam inspeksi mendadak atau sidak acak di Kabupaten Bandung Barat dan Kota Cimahi pada Selasa malam (7/4/2026), Nanik menemukan fakta bahwa dapur-dapur bermasalah tersebut ternyata sudah beroperasi cukup lama.

“Semalam saya menemukan dapur-dapur MBG di Bandung Barat dan Cimahi yang tidak layak tapi sudah lama beroperasi sebagai SPPG,” ungkap Nanik dalam acara evaluasi di Bandung Barat, Rabu (8/4/2026).

Salah satu yang paling disorot adalah SPPG Tani Mulya 3 di Kecamatan Ngamprah.

Nanik menggambarkan kondisi dapur tersebut lebih mirip "goa" ketimbang fasilitas pengolahan pangan. Bangunan rumah tinggal berlantai tiga itu disulap menjadi dapur dengan posisi menurun ke bawah tanah.

Lantai paling bawah digunakan untuk persiapan bahan baku, lantai kedua untuk memasak, dan lantai permukaan tanah untuk pengemasan (pemorsian).

“Jadi dapur itu seperti goa ke bawah, dan dihubungkan dengan tangga terjal tanpa pegangan di sisi tangga,” beber Nanik.

Ia mempertanyakan bagaimana bangunan ekstrem tersebut bisa lolos verifikasi. Padahal, di awal program, standar teknis dapur sangatlah ketat.

"Dulu, lantai ada beda ketinggian 10 cm saja nggak akan diperbolehkan, mengapa ini bisa lolos?” cecarnya.

baca juga

Tak hanya masalah struktur, faktor higienitas juga menjadi rapor merah. Di wilayah Colameng (Ngamprah) dan Citeureup (Cimahi), dapur MBG hanya menempati rumah warga seluas 150 meter persegi yang kondisinya sempit dan jorok.

Karena keterbatasan ruang, alur produksi menjadi kacau. Gudang peralatan tidak ada, tempat pencucian bahan pangan tercampur, hingga temuan paling fatal: akses masuk bahan baku, ompreng (wadah) kotor, dan distribusi makanan matang melewati pintu yang sama.

Kondisi ini diperparah dengan tidak adanya fasilitas layak bagi petugas. Akibat ruang yang sesak, para relawan dan pengawas tidak memiliki tempat istirahat atau loker, sehingga mereka terpaksa tinggal di kost-kostan luar area dapur.

“Inilah kemudian jadi alasan mengapa Kepala SPPG, Pengawas Gizi, dan Pengawas Keuangan tidak memantau dapur saat memasak,” tegas Nanik.

Reformasi Insentif Dapur

Merespons temuan memilukan ini, BGN memastikan kualitas pelayanan MBG pada 2026 akan dirombak total. Selain standar makanan dan SDM, kualitas fisik dapur kini menjadi prioritas utama.

Nanik menegaskan sistem insentif flat sebesar Rp6 juta untuk semua dapur akan dihapus. Ke depan, besaran insentif akan disesuaikan secara adil berdasarkan luas dan kualitas fasilitas.

“Masa dapur bagus seluas 400 meter persegi disamakan dengan dapur yang jorok dan sempit,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Klaim MBG Bantu Dorong Ekonomi RI 1 Persen karena Serap 1 Juta Tenaga Kerja

Purbaya Klaim MBG Bantu Dorong Ekonomi RI 1 Persen karena Serap 1 Juta Tenaga Kerja

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 20:18 WIB

Kepala BGN Ungkap Harga Satu Unit Motor Listrik untuk SPPG Rp42 Juta: Belinya di Bawah Pasaran

Kepala BGN Ungkap Harga Satu Unit Motor Listrik untuk SPPG Rp42 Juta: Belinya di Bawah Pasaran

News | Rabu, 08 April 2026 | 15:46 WIB

Soroti Kasus Keracunan MBG di Jaktim, KPAI: Predikat 'Gratis' Tak Hapus Tanggung Jawab Hukum!

Soroti Kasus Keracunan MBG di Jaktim, KPAI: Predikat 'Gratis' Tak Hapus Tanggung Jawab Hukum!

News | Rabu, 08 April 2026 | 15:03 WIB

Terkini

Keluar Modal Gede, DSI Tak Mungkin Jadi Perusahaan Rugi

Keluar Modal Gede, DSI Tak Mungkin Jadi Perusahaan Rugi

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 21:07 WIB

Tundukkan Garudayaksa 3-2, Batam Prime FC Asuhan Okto Maniani Juara BIFS 2026

Tundukkan Garudayaksa 3-2, Batam Prime FC Asuhan Okto Maniani Juara BIFS 2026

Bola | Senin, 24 Agustus 2026 | 20:55 WIB

Investor Butuh Kepastian, 3 Hal Ini Diminta agar Eksplorasi Migas Makin Agresif

Investor Butuh Kepastian, 3 Hal Ini Diminta agar Eksplorasi Migas Makin Agresif

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 20:48 WIB

Sistemik dan Akut, Dosen UGM Bongkar Borok Penanganan Kekerasan Gender yang Hanya Jalan Jika Viral

Sistemik dan Akut, Dosen UGM Bongkar Borok Penanganan Kekerasan Gender yang Hanya Jalan Jika Viral

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 20:43 WIB

Bukan Water Bombing, Prabowo Dorong 'Ubi Bombing' dari Singkong Atasi Karhutla

Bukan Water Bombing, Prabowo Dorong 'Ubi Bombing' dari Singkong Atasi Karhutla

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 20:41 WIB

Hanura Desak Prabowo Sanksi Keras Korporasi Nakal Sebabkan Karhutla

Hanura Desak Prabowo Sanksi Keras Korporasi Nakal Sebabkan Karhutla

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 20:41 WIB

DSI Bukan Regulator, Ekspor 3 Komoditas Dijamin Tak Akan Ribet

DSI Bukan Regulator, Ekspor 3 Komoditas Dijamin Tak Akan Ribet

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 20:40 WIB

Antara Pompa Air yang Haus dan Pangkalan Gas yang Bisu di Tengah Kemarau

Antara Pompa Air yang Haus dan Pangkalan Gas yang Bisu di Tengah Kemarau

Your Say | Senin, 24 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Dobrak Format Konvensional, Jakal Bookshop Fest 2026 Hadirkan 140 Aktivasi

Dobrak Format Konvensional, Jakal Bookshop Fest 2026 Hadirkan 140 Aktivasi

Your Say | Senin, 24 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Pembangunan Papua Masih Diiringi Konflik, Sejarawan Pertanyakan: Untuk Siapa?

Pembangunan Papua Masih Diiringi Konflik, Sejarawan Pertanyakan: Untuk Siapa?

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 20:34 WIB

×