- Anthony Leong resmi daftar Caketum HIPMI untuk Munas XVIII Juni mendatang.
- Usung misi Pasal 33 UUD 1945 guna dorong ekonomi inklusif dan kolaboratif.
- Targetkan transformasi pengusaha muda ke sektor strategis energi dan pangan.
Suara.com - Kontestasi kepemimpinan di tubuh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) mulai menghangat. Ketua Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI, Anthony Leong, resmi mengambil formulir pendaftaran calon Ketua Umum BPP HIPMI untuk periode mendatang.
Langkah administratif yang dilakukan di Sekretariat BPP HIPMI ini menandai dimulainya persaingan menuju Musyawarah Nasional (Munas) XVIII HIPMI yang dijadwalkan bakal digelar pada Juni 2026 mendatang.
Bagi Anthony, momentum ini bukan sekadar urusan suksesi kepemimpinan, melainkan membawa pesan strategis mengenai arah organisasi pengusaha muda terbesar di tanah air ini. Ia menegaskan, HIPMI harus menjadi motor penggerak ekonomi nasional yang selaras dengan amanat Pasal 33 UUD 1945.
“HIPMI harus menjadi bagian dari implementasi Pasal 33 UUD 1945, di mana ekonomi dibangun sebagai usaha bersama untuk kemakmuran rakyat,” ujar Anthony dalam keterangan resminya, Rabu (8/4/2026).
Dalam visinya, Anthony menyoroti masih adanya kesenjangan akses yang signifikan bagi pelaku usaha, terutama di sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Padahal, sektor ini merupakan tulang punggung ekonomi nasional.
Menurutnya, tantangan klasik seperti hambatan akses pasar, keterbatasan pembiayaan, hingga jaringan bisnis harus segera dicarikan solusinya melalui peran aktif HIPMI sebagai jembatan (bridge builder).
"Kita memiliki jutaan pelaku usaha, tetapi tidak semuanya memiliki akses yang sama. HIPMI harus hadir membuka akses dan memastikan lebih banyak pengusaha bisa naik kelas," jelas pakar komunikasi digital tersebut.
Tak hanya bicara soal inklusivitas, Anthony juga mendorong adanya pergeseran paradigma bagi pengusaha muda. Ia menekankan agar anggota HIPMI tidak lagi hanya berkutat di sektor konsumsi, tetapi mulai berani merambah ke sektor-sektor strategis demi kedaulatan ekonomi.
Beberapa sektor yang menjadi bidikannya antara lain ketahanan energi, kedaulatan pangan dan hilirisasi industri
“Ke depan, pengusaha muda harus masuk ke sektor strategis yang menentukan masa depan bangsa. Ini adalah tanggung jawab kita sebagai pelaku ekonomi,” tegasnya.
Guna mematangkan langkahnya menuju kursi "HIPMI 1", Anthony mengklaim telah melakukan safari ke 30 provinsi di seluruh Indonesia. Kunjungan ini dimaksudkan untuk menyerap aspirasi riil dari pengusaha di daerah agar program kerja yang ditawarkan nantinya bersifat responsif dan adaptif terhadap kebutuhan lapangan.
“Ini bukan tentang satu orang, tetapi tentang gerakan bersama. HIPMI harus menjadi penggerak ekonomi yang membawa dampak nyata bagi masyarakat luas,” pungkas Anthony.