PURWOKERTO.SUARA.COM, JAKARTA- Gelombang protes kenaikan harga Bahan bakar Minyak (BBM) masih terus terjadi. Aksi demonstrasi masyarakat lintas kalangan, dari buruh hingga mahasiswa digelar di berbagai daerah dengan tuntutan sama. Bahkan, sejumlah titik demonstrasi sempat ricuh atau terjadi keributan.
Para pendemo menyayangkan kebijakan pemerintah yang menaikkan harga BBM cukup signifikan. Masyarakat yang perekonomiannya masih terpuruk karena pandemi akan lebih terpukul akibat kebijakan ini.
Namun belum ada tanda-tanda aspirasi rakyat dipenuhi oleh pemerintah.
Presiden Jokowi tak berkomentar banyak saat dimintai penjelasan soal maraknya aksi demo kenaikan harga BBM ini.
Saat dikonfirmasi wartawan, Jokowi memersilakan masyarakat yang akan menggelar aksi. Ini mengingat konsep negara RI ada demokrasi yang menghargai kebebasan berpendapat di muka umum.
Hanya ia mewanti-wanti, aspirasi itu harus disampaikan dengan cara yang baik.
“Ini negara demokrasi, sampaikan dengan cara cara yang baik,”katanya singkat
Subsidi dialihkan untuk BLT
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyampaikan, pemerintah telah memutuskan untuk mengalihkan sebagian subsidi dari bahan bakar minyak (BBM) untuk bantuan yang lebih tepat sasaran.
Baca Juga: Masjid Cheng Ho Jember, Oase di Tengah Keragaman
Presiden mengatakan, beberapa jenis BBM yang selama ini mendapatkan subsidi akan mengalami penyesuaian harga.
“Mestinya uang negara itu harus diprioritaskan untuk memberi subsidi kepada masyarakat yang kurang mampu. Dan saat ini pemerintah harus membuat keputusan dalam situasi yang sulit. Ini adalah pilihan terakhir pemerintah, yaitu mengalihkan subsidi BBM, sehingga harga beberapa jenis BBM yang selama ini mendapat subsidi akan mengalami penyesuaian,” ujar Presiden.
Ia mengklaim pemerintah telah berupaya untuk melindungi masyarakat dari kenaikan harga minyak dunia melalui subsidi BBM. Namun ia menyebut kompensasi BBM tahun 2022 telah meningkat tiga kali lipat.
“Saya sebetulnya ingin harga BBM di dalam negeri tetap terjangkau dengan memberikan subsidi dari APBN. Tetapi anggaran subsidi dan kompensasi BBM tahun 2022 telah meningkat tiga kali lipat dari Rp152,5 triliun menjadi Rp502,4 triliun, dan itu akan meningkat terus. Dan lagi, lebih dari 70 persen subsidi justru dinikmati oleh kelompok masyarakat yang mampu yaitu pemilik mobil-mobil pribadi,” tutur Kepala Negara.
Karena itu, pemerintah akan menyalurkan bantuan yang lebih tepat sasaran, yaitu melalui Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM yang akan diberikan kepada 20,65 juta keluarga yang kurang mampu.
“Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM sebesar Rp12,4 triliun yang diberikan kepada 20,65 juta keluarga yang kurang mampu sebesar Rp150 ribu per bulan dan mulai diberikan bulan September selama empat bulan,” jelas Presiden.
Selain BLT BBM, Presiden melanjutkan, pemerintah juga telah menyiapkan anggaran untuk bantuan subsidi upah yang diberikan kepada pekerja dengan gaji maksimum Rp3,5 juta per bulan.
“Pemerintah juga menyiapkan anggaran sebesar Rp9,6 triliun untuk 16 juta pekerja dengan gaji maksimum Rp3,5 juta per bulan dalam bentuk bantuan subsidi upah yang diberikan sebesar Rp600 ribu,” tuturnya.
Jokowi juga telah menginstruksikan pemerintah daerah untuk menggunakan anggaran sebesar 2 persen dari dana transfer umum salah satunya untuk bantuan sektor transportasi.
“Saya juga telah memerintahkan kepada pmerintah daerah untuk menggunakan 2 persen dana transfer umum sebesar Rp2,17 triliun untuk bantuan angkutan umum, bantuan ojek online, dan untuk nelayan,”katanya