Tiga Alasan Ideologi Pancasila Diterima Umat Islam di Indonesia Menurut KH Afifuddin Muhajir

Purwokerto | Suara.com

Sabtu, 01 Oktober 2022 | 20:42 WIB
Tiga Alasan Ideologi Pancasila Diterima Umat Islam di Indonesia Menurut KH Afifuddin Muhajir
ilustrasi Pancasila

PURWOKERTO.SUARA.COM - Masyarakat Indonesia diketahui mayoritas beragama Islam, di satu sisi mayoritas umat Islam di Indonesia menerima Pancasila sebagai ideologi negara Indonesia. 

Wakil Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Afifuddin Muhajir (Afif) mengungkapkan, ada tiga alasan dan perspektif yang menjadi alasan umat Islam menerima Pancasila. 

Dikutip dari Laman Kemenag, menurut KH Afif, alasan pertama bahwa Pancasila tidak bertentangan dengan syariat Islam dan tidak ada satu ayat pun yang berbeda dengan syariat Islam yang ada pada kitab suci Al-Quran. 

Pandangan kedua, Pancasila dinyatakan selaras dengan syariat (yuwafiq as-syariah) karena ajaran-ajaran di dalamnya mengajarkan kebaikan dan dibuat untuk kemaslahayan ummat. 

Pendapat ketiga atau terakhir, umat Islam melihat bahwa pancasila itu adalah cerminan implementasi sebagian syariat Islam.

Maka dengan tiga perpektif tersebut, para ulama Indonesia saat itu menyadari bahwa menjalankan pancasila sama saja dengan menjalankan syariah. Inilah yang disebut sebagai jalan tengah (tawassuth). 

Menurut KH Afif, karena hal-hal tersebut, para ulama merelakan untuk menurunkan idealismenya disesuaikan dengan kondisi empiris. Maka tanpa Pancasila, bisa jadi saat ini belum ada Indonesia. 

Penjelasan teori tentang tawasuth ini juga dijadikan dasar penerimaan umat Islam atas ajaran Islam yang bersinergi dengan budaya-budaya lokal, yang kemudian dikenal dengan Islam Nusantara. 

Terkait makna istilah Islam Nusantara,  KH Afif menerangkan setidaknya ada tiga penafsiran. Pertama, yang dimaksud dengan Islam Nusantara adalah Islam yang didakwahkan di wilayah nusantara. Kedua, Islam dipahami oleh masyarakat nusantara. Ketiga, Islam yang diikuti oleh masyarakat nusantara. 

Munculnya corak tersebut dikarenakan para ulama penyebar Islam pertama di bumi nusantara sudah melihat bahwa nilai-nilai penghuni bumi nusantara sudah dipandang sejalan dengan Islam minus syahadat. 

Maka dari itu, tradisi yang berkembang dibiarkan bahkan ada yang disinergikan dengan ajaran Islam. Para ulama tersebut datang tidak membawa budaya di mana Islam itu lahir. (Arif KF)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Presiden Jokowi Pimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya

Presiden Jokowi Pimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya

| Sabtu, 01 Oktober 2022 | 20:34 WIB

Buntut Dugaan KDRT yang Dialami Lesti Kejora, Ini Respon KPI

Buntut Dugaan KDRT yang Dialami Lesti Kejora, Ini Respon KPI

| Sabtu, 01 Oktober 2022 | 20:31 WIB

Musim Pancaroba Tiba, Berikut Rekomendasi Nutrisi untuk Menjaga Kondisi Tubuh

Musim Pancaroba Tiba, Berikut Rekomendasi Nutrisi untuk Menjaga Kondisi Tubuh

| Sabtu, 01 Oktober 2022 | 20:28 WIB

Terkini

Festival Lahan Basah Pertama di Indonesia Hadir dari Tempirai, Merawat Tradisi yang Hampir Hilang

Festival Lahan Basah Pertama di Indonesia Hadir dari Tempirai, Merawat Tradisi yang Hampir Hilang

Sumsel | Minggu, 10 Mei 2026 | 23:54 WIB

Dekat dengan Umat, Bank Sumsel Babel Salurkan Dukungan untuk Pengembangan Fasilitas Keagamaan

Dekat dengan Umat, Bank Sumsel Babel Salurkan Dukungan untuk Pengembangan Fasilitas Keagamaan

Sumsel | Minggu, 10 Mei 2026 | 23:35 WIB

Jelang Idul Adha, PTBA Gelar Pelatihan Penyembelihan Kurban Agar Sesuai Syariat

Jelang Idul Adha, PTBA Gelar Pelatihan Penyembelihan Kurban Agar Sesuai Syariat

Sumsel | Minggu, 10 Mei 2026 | 23:27 WIB

7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik

7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik

Jakarta | Minggu, 10 Mei 2026 | 23:17 WIB

Sepatu Lari Lokal Makin Viral, Tapi 5 Hal Ini Masih Bikin Sebagian Runner Ragu?

Sepatu Lari Lokal Makin Viral, Tapi 5 Hal Ini Masih Bikin Sebagian Runner Ragu?

Jakarta | Minggu, 10 Mei 2026 | 23:03 WIB

Banjir Air Mata, Nonton Duluan Film Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan, Sukses Mengharu Biru

Banjir Air Mata, Nonton Duluan Film Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan, Sukses Mengharu Biru

Your Say | Minggu, 10 Mei 2026 | 22:58 WIB

DVI Mulai Cocokkan DNA Keluarga Korban Bus ALS di Muratara yang Belum Teridentifikasi

DVI Mulai Cocokkan DNA Keluarga Korban Bus ALS di Muratara yang Belum Teridentifikasi

Sumsel | Minggu, 10 Mei 2026 | 22:48 WIB

SPMB Pontianak Dibuka Juni 2026, Orang Tua Jangan Sampai Ketinggalan Jadwal Ini

SPMB Pontianak Dibuka Juni 2026, Orang Tua Jangan Sampai Ketinggalan Jadwal Ini

Kalbar | Minggu, 10 Mei 2026 | 22:27 WIB

Pengendara Diminta Waspada, Jalan Desa di Landak Mendadak Ambles dan Berbahaya saat Malam

Pengendara Diminta Waspada, Jalan Desa di Landak Mendadak Ambles dan Berbahaya saat Malam

Kalbar | Minggu, 10 Mei 2026 | 22:16 WIB

Sinopsis Film The Sheep Detectives, Misteri Pembunuhan yang Diselidiki Kawanan Domba

Sinopsis Film The Sheep Detectives, Misteri Pembunuhan yang Diselidiki Kawanan Domba

Entertainment | Minggu, 10 Mei 2026 | 22:00 WIB