PURWOKERTO.SUARA.COM- Haid atau mentruasi adalah hal pasti akan dialami oleh perempuan bulannya. Pada masa ini, organ reproduksi wanita akan mengalami masa kesuburan untuk persiapan kehamilan.
Hal ini ditandai dengan penebalan dinding rahim (endometrium) yang terdiri dari pembuluh darah. Singkatnya, jika sel telur tidak dibuahi atau tidak terjadi kehamilan maka dinding rahim akan luruh bersama dengan darah.
Pada awal menstruasi, perempuan akan merasakan sakit yang luar biasa. Rasa sakit itu berasal dari perut bagian bawah yang terkadang hal ini dapat mengganggu aktivitas.
Rasa sakit atau nyeri menstruasi disebut dengan dismenorea. Biasanya dismenorea terjadi pada satu atau dua tahun pertama saat perempuan baru mengalami menstruasi.
Tak hanya itu, rasa sakit ini juga akan berkurang setelah kalian melahirkan bayi pertama. Tapi tahukah kalian, kalau nyeri haid atau dismenorea ini dibagi menjadi dua jenis. Yaitu:
1. Dismenorea primer
Dismenorea Primer adalah rasa nyeri saat masa menstruasi yang dialami oleh perempuan di usia subur. Selain rasa nyeri, hal ini juga menyebabkan mual, mulas dan sakit kepala. Biasanya, dismenorea terjadi sejak 1-2 hari menstruasi datang. Setelah itu, rasa nyeri akan berkurang dan mereda. Perlu diketahui, gangguan dismenorea primer sangat sering terjadi pada wanita dengan rentang usia 20-24 tahun.
2.Dismenorea Sekunder
Dismenorea sekunder adalah nyeri haid yang muncul karena ada kelainan pada organ reproduksi wanita. Sehingga dapat disimpulkan nyeri haid yang terjadi ini akibat adanya gangguan atau penyakit yang menyebabkan perempuan mengalami dismenorea sekunder.
Salah satu penyakit yang bisa menyebabkan munculnya dismenorea sekunder adalah penyakit endometriosis atau kondisi dimana jaringan yang membentuk lapisan dalam dinding rahim tumbuh ditempat ynag tidak seharusnya, yakni di luar rahim. (citra safitra)
Baca Juga: Lesti Kejora Cabut Laporan Usai Rizky Billar Resmi Ditahan, Polisi Peringatkan Ini