Gagal Ginjal karena Dietilen Glikol Sudah Ada Sejak 1937, Ini Deretan Kasunya

Purwokerto | Suara.com

Minggu, 30 Oktober 2022 | 15:16 WIB
Gagal Ginjal karena Dietilen Glikol Sudah Ada Sejak 1937, Ini Deretan Kasunya
ilustrasi obat sirup ((pixabay))

PURWOKERTO.SUARA.COM - Kementerian Kesehatan mencatat total kasus gangguan ginjal akut progresif atipikal mencapai 245 orang di 26 provinsi dengan angka kematian 141 anak hingga Senin, 24 Oktober 2022. 

Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), gangguan gagal ginjal disebabkan etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG). Hal ini terungkap dari hasil investigasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terhadap obat yang digunakan para pasien yang dilaporkan Pemerintah Gambia. WHO menduga kuat penyebab gagal ginjal akut tersebut adalah EG dan DEG yang mencemari obat batuk dalam bentuk sirop. 

Kasus keracunan massal EG dan DEG sudah terjadi sejak tahun 1937. Kasus keracunan paling awal terjadi di Amerika Serikat. Hingga tahun ini, kasus gagal ginjal telah terjadi di 18 negara. 

Ahli farmakologi Unsoed, Heny Ekowati mengatakan, formulasi obat terdiri dari zat aktif dan zat pembantu (eksipien). Pada formulasi sediaan sirup, gliserin atau propilen glikol digunakan sebagai pemanis sekaligus pelarut. 

Bahan baku gliserin yang digunakan sering kali terkontaminasi oleh etilen glikol dan dietilen glikol. Baik etilen glikol maupun dietilen glikol dapat menyebabkan keracunan jika dikonsumsi melebihi batas aman (kurang dari 1 mL/kgBB). 

"Konsumsi DEG yang melebihi batas aman akan menyebabkan gejala klinik yang muncul bertahap dari gangguan pencernaan dan mengarah pada gagal ginjal akut setelah kurang lebih 1-3 hari," ujar dia.

Heny Ekowati, yang juga alumni S1 dan apoteker dari Institut Teknologi Bandung  menjelaskan Dietilen glikol (DEG) memiliki rumus molekul C4H10O3. Bahan ini memiliki berat molekul 106,12 g/mol. Cairan bening, tidak berwarna, praktis tidak berbau, kental, cairan higroskopis, dengan titik leleh 6,5 °C, titik didih 245 °C, dan tekanan uap <0,01 mmHg pada 25°C. DEG memiliki rasa manis yang tajam. 

 Seperti Apa Dietilen Glikol? 

Dietilen glikol larut dalam air, alkohol, eter, aseton, dan etilen glycol. Sifat-sifat fisik ini membuatnya menjadi pelarut yang sangat baik untuk bahan kimia dan obat-obatan yang tidak larut dalam air. 

Dietilen glikol ini ada di dalam bahan baku gliserin selain sebagai kontaminan juga dapat terbentuk pada proses pembuatan sediaan sirup. Pada pembuatan sediaan sirup, hidrogenolisis pada karbohidrat di dalam gliserin menyebabkan terbentuknya DEG. 

Dietilen glikol ini telah menyebabkan keracunan masal setidaknya pada 12 kejadian selama 70 tahun terakhir. Pada tahun 1937, sirup sulfanilamid, dengan bahan pelarut dietilen glikol menyebabkan keracunan masal di Amerika. Keracunan ini menyebabkan terjadinya kematian sebanyak 105 orang. 

Keracunan masal di tahun ini menjadikan penelitian terkait toksisitas DEG terus dilakukan. Wabah pertama dan terbesar ini menyebabkan disahkannya Undang-Undang Makanan, Obat, dan Kosmetik Federal Amerika tahun 1938 yang mewajibkan bukti keamanan sebelum obat digunakan di pasaran.

Kasus Keracunan Masal karena DEG

Alumni S3 Kanazawa University Jepang ini menyebut beberapa keracunan masal di dunia yang disebabkan oleh DEG antara lain:
a.    Tahun 1937, terjadi di Amerika. Sediaan sirup sulfonamid menggunakan DEG. Pada produk akhirnya mengandung 74% DEG. Produk ini menyebabkan kematian pada 105 orang.
b.    Tahun 1969, terjadi di Afrika Selatan. Sediaan obat tidur (sedatif) yaitu merk Pronap dan Plaxin menggunakan pelarut propilen glikol. Sampai saat ini tidak ada laporan bahan apakah yang menyebabkan kematian 7 orang yang mengkonsumsinya.
c.    Tahun 1985, terjadi di Spanyol. Krim sulfadiazin untuk luka bakar  menggunakan bahan sodium lauril sulfat sebagai zat pembantunya. Produk ini mengandung DEG sebanyak 7gr/kg produk dan menewaskan 5 orang yang menggunakannya.
d.    Tahun 1986 di India. Pada bahan baku gliserin yang digunakan sebagai bahan pembantu di sediaan farmasi, ditemukan DEG sebesar 18,5% pada produk akhir yang menggunakan bahan baku gliserin ini. Produk ini menyebabkan kematian pada 21 orang.
e.    Tahun 1990 terjadi di Nigeria. Sirup parasetamol yang menggunakan pelarut propilen glikol, menyebabkan kematian 47 orang. Sampai saat ini tidak dilaporkan kontaminan apa yang menyebabkan kematian dan diduga adalah DEG.
f.    Tahun 1992 terjadi Argetina. Sirup propolis untuk obat pernafasan atas, menggunakan propilen glikol sebagai bahan tambahan. Produk ini mengandung 65% (w/v) DEG dan menyebabkan kematian sebanyak 29 orang.
g.    Tahun 1992 terjadi di Venezuela. Sirup parasetamol yang menggunakan propilen glikol sebagai bahan tambahan, mengandung DEG sebanyak 28% (w/v). Pada kejadian ini, tidak ada laporan penelitian, berapa jumlah orang yang meninggal. 
h.    Tahun 1995, terjadi di Bangladesh. Sirup parasetamol yang menggunakan propilen glikol sebagai bahan tambahan, menyebabkan kematian pada 236 orang. Sampai saat ini tidak dilaporkan kontaminan apa yang menyebabkan kematian dan diduga adalah DEG.
i.    Tahun 1995, terjadi di Haiti. Sirup parasetamol yang menggunakan gliserin sebagai bahan tambahan, mengandung DEG sebanyak 24% (v/v) dan menyebabkan 88 orang meninggal.
j.    Tahun 1998, terjadi di India. Sirup obat batuk mengandung DEG sebanyak 17.5% (v/v) dan sirup parasetamol dengan bahan tambahan propilen glikol mengandung DEG sebanyak 15,4% (w/w). Kedua sediaan tersebut menyebabkan kematian secara berurutan sebanyak 33 dan 8 orang.
k.    Tahun 2006, terjadi di Panama. Sirup obat batuk yang menggunakan gliserin sebagai bahan tambahan, mengandung DEG sebanyak 8% (v/v). Dan menyebabkan kematian sebanyak 78 orang.
l.    Tahun 2008 terjadi di Nigeria. Sirup parasetamol terkontaminasi DEG dan menyebabkan kematian sebanyak 84 orang. 

Terbaru, pada bulan September 2022, WHO mendapat laporan dari Gambia di Afrika Barat terkait temuan obat yang diproduksi di bawah standar (substandard medical products). Produk medis substandard adalah produk yang tidak memenuhi standar kualitas atau spesifikasi sehingga disebut out of specification. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terbaru! BPOM Rilis 65 Jenis Obat Sirup Aman Dikonsumsi, Ini Daftarnya

Terbaru! BPOM Rilis 65 Jenis Obat Sirup Aman Dikonsumsi, Ini Daftarnya

| Jum'at, 28 Oktober 2022 | 17:30 WIB

Kemenkes Klaim Kasus Gagal Ginjal Akut Menurun Usai Obat Sirup yang Dilarang Ditarik

Kemenkes Klaim Kasus Gagal Ginjal Akut Menurun Usai Obat Sirup yang Dilarang Ditarik

| Kamis, 27 Oktober 2022 | 18:32 WIB

Hindari Penggunaan Popok Saat Anak Demam, Deteksi Dini Gagal Ginjal Akut

Hindari Penggunaan Popok Saat Anak Demam, Deteksi Dini Gagal Ginjal Akut

| Selasa, 25 Oktober 2022 | 21:30 WIB

Pemerintah Pastikan Obat untuk Pasien Gangguan Ginjal Akut Diberikan Gratis

Pemerintah Pastikan Obat untuk Pasien Gangguan Ginjal Akut Diberikan Gratis

| Selasa, 25 Oktober 2022 | 21:16 WIB

Terkini

Promo Daging Superindo Jelang Lebaran, Diskon Gila-gilaan Harga Mulai Rp5 Ribuan

Promo Daging Superindo Jelang Lebaran, Diskon Gila-gilaan Harga Mulai Rp5 Ribuan

Lifestyle | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:32 WIB

Bazaaar Parfum Hemat Spesial dari Superindo Mulai Rp12.000

Bazaaar Parfum Hemat Spesial dari Superindo Mulai Rp12.000

Bali | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:32 WIB

"War Uang Baru" Jelang Lebaran: Tradisi Sensasional atau Cara Berbagi Kebahagiaan?

"War Uang Baru" Jelang Lebaran: Tradisi Sensasional atau Cara Berbagi Kebahagiaan?

Your Say | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:32 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Perkuat Stok, Bahlil Buka Opsi Impor BBM dari Rusia

Perkuat Stok, Bahlil Buka Opsi Impor BBM dari Rusia

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Spiritual Burnout: Saat Semangat Ibadah Meredup di Ujung Ramadan

Spiritual Burnout: Saat Semangat Ibadah Meredup di Ujung Ramadan

Your Say | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:30 WIB

Malam Takbiran Idulfitri NU Tanggal Berapa? Cek Perkiraan Hari Lebaran 2026

Malam Takbiran Idulfitri NU Tanggal Berapa? Cek Perkiraan Hari Lebaran 2026

Lifestyle | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:30 WIB

Kemenhub Jelaskan Penyebab Tiket Pesawat Mahal Jelang Lebaran 2026

Kemenhub Jelaskan Penyebab Tiket Pesawat Mahal Jelang Lebaran 2026

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:27 WIB

Gus Alex Pasang Badan, Bantah Ada Perintah dari Yaqut di Kasus Kuota Haji

Gus Alex Pasang Badan, Bantah Ada Perintah dari Yaqut di Kasus Kuota Haji

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:26 WIB

Resmi Pakai Rompi Oranye KPK, Gus Alex Bantah Terima Perintah dari Gus Yaqut dalam Kasus Haji

Resmi Pakai Rompi Oranye KPK, Gus Alex Bantah Terima Perintah dari Gus Yaqut dalam Kasus Haji

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:25 WIB