PURWOKERTO.SUARA.COM- Presidensi Indonesia untuk Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 tinggal menghitung hari.
Pasalnya, kegiatan yang menjadi ajang bagi 19 negara dan satu lembaga uni Eropa dengan GDP paling tinggi sedunia bertemu akan dilaksanakan di Indonesia, tepatnya di Bali.
KTT G20 sendiri diketahui akan dilaksanakan selama dua hari pada 15-16 November 2022 dengan tema “Recover Together, Recover Stronger”.
Oleh karena itu, Kepolisian Republik Indonesia mengungkapkan akan menurunkan setidaknya 3.000 personil untuk mengawal berjalannya pertemuan ini.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo pada Apel Kesiapan Satgas Humas Operasi Kepolisian Terpusat Puri Agung di Mabes Polri, pada Senin 31 Oktober 2022.
“Pengamanan ada 3.000 personel, dan ada 1.500 personil yang terlibat langsung dalam pengamanan dari seluruh rangkaian G20,” jelas Dedi.
Sementara itu, 1.500 personel lainnya akan disiapkan untuk menghadapi situasi-situasi kontingensi, seperti bencana alam dan gangguan keamanan dan ketertiban dari masyarakat.
Selain itu, ia juga mengatakan agar pengamanan kegiatan presidensi Indonesia di KTT G20 Bali dapat berjalan dengan aman, nyaman, dan tertib.
“Pengamanan ini harus betul-betul dalam keadaan aman, nyaman, tertib dan tentunya juga bisa membanggakan bangsa Indonesia,” tegas Dedi. (citra safitra)
Baca Juga: Cak Imin ke Istana Merdeka Temui Jokowi, Mau Apa?