Kepada Subur, Wasroh mengaku selama enam hari hanya mengonsumsi satu buah kelapa muda. Berbeda dengan pernyataannya kepada Aipda Agus yang mengatakan makan di tempat saudaranya.
"Selama hilang dia itu hidup di hutan berhari-hari hanya makan satu buah kelapa muda. Pada suatu malam ketika hilang, ia mengaku sempat terjatuh dari tebing dan mau diajak ke sebuah wilayah bernama Alas Hitam," ungkapnya.
Pencarian yang telah dilakukan dengan berbagai upaya akhirnya dengan kesadaran sendiri kembali pulang ke rumah kakaknya yang berada di ujung permukiman berbatasan dengan hutan. Sebelum itu warga juga sempat meminta bantuan kepada ahli supranatural.
"Dengan itikad dan ikhtiar pemdes, warga dan relawan yang sudah membantu kami menggelar doa serta membakar kemenyan. Atas izin Allah, Wasroh akhirnya pulang sendiri dengan alasan ingin pergi mau menitip anak dan istrinya kepada saudara," katanya.
Sepulangnya ke rumah dengan pendekatan persuasif Wasroh langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
"Secara medis gejalanya itu mengarah ke gangguan jiwa. Prinsipnya seperti itu, karena sebelumnya saya pernah pendekatan di saat sebelum empat kali ini menghilang, tapi belum mau dilaksanakan pengobatan secara medis. Akhirnya tadi pagi sudah kita antar ke RS untuk memastikan kondisi kejiwaannya," tutupnya. (Anang Firmansyah)