Mengenal Kendal, Kabupaten Penyangga Semarang dengan Banyak Peninggalan Kolonial

Purwokerto

Senin, 14 November 2022 | 21:20 WIB
Mengenal Kendal, Kabupaten Penyangga Semarang dengan Banyak Peninggalan Kolonial
Pabrik Industri Gula Cepiring yang ada di Kendal Jawa Tengah ((Perpusda Kendal))

PURWOKERO.SUARA.COM – Setelah Kebumen, wilayah lain di Jawa Tengah yang menyimpan peninggalan kolonial Belanda adalah Kendal. Wilayah ini adalah salah 1 penyangga Kota Semarang. Apalagi ketika kita mengintip ke putaran roda sejarah di Jawa Tengah, di mana kabupaten ini menyimpan banyak harta penting peninggalan zaman Belanda.

Bahkan konon, daerah ini memiliki peran krusial untuk mendukung perekonomian penjajah Belanda kala itu. Saat itu, beberapa kecamatan di kota kelahiran saya ini digunakan oleh penjajah Belanda sebagai lokasi perkebunan hingga pabrik-pabrik besar.

Saking pentingnya Kendal, pemerintah kolonial sampai membangun jalur kereta api khusus untuk memudahkan angkutan perkebunan. Nah, kamu belum tahu, kan? Oleh sebab itu, izinkan saya menjelaskan profil 4 kecamatan yang menyimpan harta sejarah zaman Belanda.

1. Kecamatan Cepiring

Kecamatan Cepiring berada di jalur utama peninggalan Daendels di mana Pabrik Gula Cepiring dibangun. Tempatnya kini beralamat di Jalan Raya Sukarno-Hatta Barat Kilometer 6, Cepiring Timur, Kecamatan Cepiring. Pabrik ini didirikan pada 1835 dengan nama Kendalshcesuiker Onderneming.

Pabrik Gula Cepiring, pada masanya, dibentuk sebagai suatu perseroan dalam bentuk Naamloze Vennootschap (N.V) yang berada di bawah pemerintah kolonial langsung melalui proses defekasi. Adanya pabrik ini berimbas pada pembukaan perkebunan besar-besaran oleh Belanda dengan adanya aturan Agrarische Wet yang dikeluarkan pada 1870.

Sejak aturan tersebut diresmikan, Belanda akhirnya membuka kesempatan para investor dari negaranya maupun negara-negara di Eropa untuk menyewa tanah yang luas milik pemerintah dengan jangka waktu 75 tahun. Sedangkan milik rakyat berkisar 5 sampai 20 tahun. Kebijakan ini memicu munculnya harta sejarah di kecamatan lainnya di Kendal.

2. Kecamatan Kota Kendal

Mengarah ke timur dari Kecamatan Cepiring, kalian akan memasuki Kecamatan Kota Kendal ibu kota dari kabupaten ini. Sesampainya di Jalan Raya Sukarno-Hatta Nomor 394, Dusun Manggisan, Kelurahan Langenharjo, Jawa Tengah, kalian akan menemui bekas bangunan Stasiun Kendal.

baca juga

Stasiun ini dibangun oleh perusahaan swasta Hindia-Belanda Semarang Cheribon Stoomtram Maatschappij dengan nuansa khas kolonial. Terdapat 3 buah bangunan di dalam komplek stasiun, mulai bangunan utama, rumah sinyal, dan tandon air. Stasiun Kendal menjadi satu-satunya stasiun kereta api yang terletak di jalur antara Stasiun Kalibodri dan Stasiun Kaliwungu.

Pemerintah kolonial mulai membangun jalur tersebut pada akhir abad 18 di mana Semarang Cheribon Stoomtram Maatschappij diberikan konsesi untuk membangun lintas jalan rel Semarang-Cirebon yang seluruhnya diselesaikan pembangunannya dan dibuka untuk umum antara tahun 1897 hingga 1915.

3. Kecamatan Kaliwungu

Selain Kecamatan Cepiring, pada masanya pemerintahan kolonial, Kabupaten Kendal juga memiliki harta sejarah dalam bentuk Pabrik Gula di Kecamatan Kaliwungu. Bedanya, jika di Cepiring bangunan dan seluruh aset pabriknya masih utuh hingga kini, pabrik di Kecamatan Kaliwungu hanya menyisakan bangunan kantor administrasinya saja.

Lokasi Pabrik Gula Kaliwungu terletak di Jalan Plantaran Nomor 15, Desa Plantaran, Kecamatan Kaliwungu. Bekas bangunan administrasi pabrik ini dulunya merupakan salah satu bangunan fasilitas pabrik gula yang memiliki peranan penting.

Kala itu, Pabrik Gula Kaliwungu berada di bawah naungan N.V. Culture Onderneming. Perusahaan ini mengalami masa kejayaan antara 1910 hingga 1925. Saat itu, penjualan produknya dilakukan oleh Cultuur maatschappij der Vorstenlanden yang perannya cukup besar dalam meningkatkan ekspor gula dari Hindia Belanda ke Eropa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Benteng Van Der Wijck, Peninggalan Kolonial yang Sempat Digunakan untuk Latihan Perang

Benteng Van Der Wijck, Peninggalan Kolonial yang Sempat Digunakan untuk Latihan Perang

Purwokerto | Minggu, 13 November 2022 | 14:15 WIB

Muntilan, Kecamatan di Magelang yang Menyimpan Sejarah Kolonial

Muntilan, Kecamatan di Magelang yang Menyimpan Sejarah Kolonial

Purwokerto | Sabtu, 12 November 2022 | 21:43 WIB

Mengenal Glenmore, Kecamatan di Ujung Timur Pulau Jawa yang Seperti Eropa

Mengenal Glenmore, Kecamatan di Ujung Timur Pulau Jawa yang Seperti Eropa

Purwokerto | Sabtu, 12 November 2022 | 08:19 WIB

Terkini

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:39 WIB

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:11 WIB

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Video | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bola | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Gudang Sekolah di Penjaringan Terbakar, 70 Petugas Dikerahkan

Gudang Sekolah di Penjaringan Terbakar, 70 Petugas Dikerahkan

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 20:52 WIB

Review Almarhum: Sinematografi Thriller Misteri Bernyawa Kearifan Lokal

Review Almarhum: Sinematografi Thriller Misteri Bernyawa Kearifan Lokal

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 20:45 WIB

Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo

Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 20:10 WIB

IHH Healthcare Malaysia Terus Perluas Kehadiran di Indonesia

IHH Healthcare Malaysia Terus Perluas Kehadiran di Indonesia

Sumut | Minggu, 09 Agustus 2026 | 20:06 WIB

Fakta Mengerikan di Balik Penembakan Thailand: Pelaku Sudah Belajar Senjata 2 Tahun

Fakta Mengerikan di Balik Penembakan Thailand: Pelaku Sudah Belajar Senjata 2 Tahun

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 20:05 WIB

×