Mengenal Situbondo, Kawasan Pengungkit Roda Industri Gula di Zaman Belanda

Purwokerto

Selasa, 15 November 2022 | 20:17 WIB
Mengenal Situbondo, Kawasan Pengungkit Roda Industri Gula di Zaman Belanda
Kodisi Pabrik Gula Pandji Situbondo 1912 ((Pinterest.com))

PURWOKERTO.SUARA.COM – Setelah mengtahui peninggalan Kolonial Belanda berupa pabrik gula yang ada di Cepiring Kabupaten Kendal Jawa Tengah. Tampaknya tidak afdol jika kita tidak melihat Kabupaten Situbondo yang memiliki peninggalan serupa bahkan ada yang masih aktif hingga sekarang.

Pada masanya Situbondo merupakan wilayah yang masuk kedalam Karesidenan Besuki yang terdiri dari Kabupaten Banyuwangi, Lumajang, Probolinggo, Jember dan Bondowoso. Wilayah inipun tampak meninggalkan banyak jejak sejarah kolonialisme Belanda. Sebut saja situs sejarah bekas benteng peninggalan Belanda juga ada di Situbondo, berada di sebuah Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Desa Kilensari Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo.
 
Atau enam Pabrik Pengolahan Gula yang dibangun sejak era Kolonial Belanda yang tersebar di sana. Bahkan beberapa pabrik masih aktif hingga saat ini, sebab di Situbondo memiliki struktur geografis di yang sangat cocok untuk tanaman tebu.

Nugroho Notosusanto dalam terjemah buku milik Gottschalk, L terbitan tahun 1986 berjudul Mengerti Sejarah menuliskan, jika Kabupaten Situbondo memang tidak terlepas dari sejarah Karesidenan Besuki. Pada mulanya nama Kabupaten Situbondo merupakan Kabupaten Panarukan dengan Ibukotanya Situbondo.

Sehingga dahulu pada masa Pemerintahan Belanda oleh Gubernur Jendral Daendels medio tahun 1808 hingga 1811 yang membangun jalan disepanjang pantai utara Pulau Jawa dikenal dengan sebutan Jalan Anyer - Panarukan atau lebih dikenal lagi Jalan Daendels.

Bahkan hingga awal kemerdekaan nama Situbondo belum di gunakan untuk sebutan wilayah tersebut. Barulah kemudian seiring waktu berjalan waktu barulah pada masa Pemerintahan Bupati Achmad Tahir kurang lebih th 1972 diubah menjadi Kabupaten Situbondo dengan Ibukota Situbondo. 

Hal itu berdasankan Peratunan Pemerintah RI Nomor. 28 / 1972 tentang Perubahan Nama dan Pemindahan Tempat Kedudukan Pemerintah Daerah.

Perlu diketahui pula bahwa Kediaman Bupati Situbondo pada masa lalu belumlah berada di lingkungan Pendopo Kabupaten saat ini namun masih menempati rumah pribadinya, baru pada masa Pemerintahan Bupati Raden Aryo Poestoko Pranowo awal tahun 1900 ia memperbaiki pendopo sekaligus. 

Kembali ke masa kolonialisme, dalam buku di atas disebutkan jika pada tahun 1743 awal mula Belanda sudah menguasai Pulau Jawa terutama di daerah pesisir termasuk pula Karesidenan Besuki. Meski sempat pasang surut dalam perjalanan hingga tahun 1798 Pemerintahan Belanda pernah kekurangan keuangan.

Hal tersebut membuat  Belanda melakukan berbagai hal untuk membiayai Pemerintahannya, bahkan wialayah Karesidenan Besuki pernah dikontrakkan kepada orang China meski hal tersebut tidak berakhir lama hingga pemerintah Belanda bisa kembali mengusai Karesidenan Besuki. 

baca juga

Jika di lihat dari masa ke masa banyak upaya yang dilakukan pemerintahan Belanda dalam membangun Kabupaten Situbondo, antara-lain Pembangunan Dam Air Pintu Lima di Desa Kotakan Situbondo. Setelah Raden Prawirodiningrat I meninggal dunia sebagai penggantinya adalah kaden Prawirodiningrat II.

Seperti yang disebut diawal dalam masa Pemerintahan Raden Prawirodiningrat II banyak menghasilkan karya yang cukup menonjol antara-lain berdirinya Pabrik Gula di Kabupaten Situbondo, dimulai dan PG. Demas, PG. Wringinanom, PG. Panji, dan PG. Olean lalu menyusul dua Pabrik gula lainnya.

Perlu diketahui pula pada masa Pemerintahan Raden Prawirodiningrat II wilayahnya hingga Kabupaten Probolinggo, terbukti salah seorang putranya yang bernama Raden Suringrono menjadi Bupati Probolinggo. Lalu setelah Raden Prawirodiningrat II meninggal-dunia sebagai penggantinya adalah Raden Prawirodiningrat III. 

Tetapi dalam masa Pemerintahan Raden Prawirodiningrat III perkembangan Karesidenan Besuki kalah maju dibanding Kabupaten Situbondo, mungkin karena di Kabupaten Situbondo mempunyai beberapa pelabuhan yang cukup menunjang perkembangannya.

Mulai Pelabuhan Panarukan, Kalbut dan Jangkar, sehingga pada akhimya pusat pemerintahan berpindah ke Kabupaten Situbondo dengan Raden Tumenggung Aryo Soeryo Dipoetro diangkat sebagai Bupati Pertama Kabupaten Situbondo.

Kala itu wilayah Karesidenan Besuki dibagi menjadi 2 yaitu Besuki termasuk Suboh ke arah Barat hingga Banyuglugur ikut wilayah Kábupaten Bondowoso dan Mlandingan ke arah Timur hingga Tapen ikut wilayah Kabupaten Situbondo.*(ANIK AS)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mengenal Kendal, Kabupaten Penyangga Semarang dengan Banyak Peninggalan Kolonial

Mengenal Kendal, Kabupaten Penyangga Semarang dengan Banyak Peninggalan Kolonial

Purwokerto | Senin, 14 November 2022 | 21:20 WIB

Benteng Van Der Wijck, Peninggalan Kolonial yang Sempat Digunakan untuk Latihan Perang

Benteng Van Der Wijck, Peninggalan Kolonial yang Sempat Digunakan untuk Latihan Perang

Purwokerto | Minggu, 13 November 2022 | 14:15 WIB

Muntilan, Kecamatan di Magelang yang Menyimpan Sejarah Kolonial

Muntilan, Kecamatan di Magelang yang Menyimpan Sejarah Kolonial

Purwokerto | Sabtu, 12 November 2022 | 21:43 WIB

Terkini

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:39 WIB

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:11 WIB

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Video | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bola | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Gudang Sekolah di Penjaringan Terbakar, 70 Petugas Dikerahkan

Gudang Sekolah di Penjaringan Terbakar, 70 Petugas Dikerahkan

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 20:52 WIB

Review Almarhum: Sinematografi Thriller Misteri Bernyawa Kearifan Lokal

Review Almarhum: Sinematografi Thriller Misteri Bernyawa Kearifan Lokal

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 20:45 WIB

Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo

Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 20:10 WIB

IHH Healthcare Malaysia Terus Perluas Kehadiran di Indonesia

IHH Healthcare Malaysia Terus Perluas Kehadiran di Indonesia

Sumut | Minggu, 09 Agustus 2026 | 20:06 WIB

Fakta Mengerikan di Balik Penembakan Thailand: Pelaku Sudah Belajar Senjata 2 Tahun

Fakta Mengerikan di Balik Penembakan Thailand: Pelaku Sudah Belajar Senjata 2 Tahun

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Catat Tanggalnya! Ada Diskon dan Voucher Belanja Melimpah dari BRI di Outlet Ini

Catat Tanggalnya! Ada Diskon dan Voucher Belanja Melimpah dari BRI di Outlet Ini

Bri | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:54 WIB

×