Menilik Jember, Kota Seribu Gumuk dengan Tanaman Tembakau Peninggalan Kolonial Belanda yang Melegenda

Purwokerto

Jum'at, 18 November 2022 | 09:19 WIB
Menilik Jember, Kota Seribu Gumuk dengan Tanaman Tembakau Peninggalan Kolonial Belanda yang Melegenda
Rancangan bangunan dengan daun tembakau di kampus Universitas Negeri Jember ((Dok. Unej))

PURWOKERTO.SUARA.COM – Setelah mengetahui tanaman tebu dan kopi yang menjadi primadona di wilayah Eks Keresidenan Besuki Jawa Timur baik di Situbondo dan Bondowoso, mari kita bergeser ke wilayah lain yang juga menyimpan potensi yang sama dalam khasanan kolonial Belanda di Jawa.

Di wilayah lainnya yang masih masuk wilayah Eks Keresidenan Besuki komoditas peninggalan kolonial Belanda yang hingga saat ini masih tetap dipertahankan bahkan menjadi tanaman unggulan termasuk di Kabupaten Jember. Wilayah yang berbatasan langsung dengan Banyuwangi di ujung timur, Bondowoso di sisi utara dan Kabupaten Lumajang di sisi barat membuat wilayah ini juga dikenal dengan sejarah panjang masa kolonial.
 
Jika sebelumnya penulis memuat Situbondo sebagai penyuplai Gula dunia melalui tanaman tebunya. Lalu Bondowoso dengan aroma Kopinya yang mendunia, Kabupaten Jember juga memiliki potensi Tembakau yang hingga kini tetap dipertahankan. Tentu tidak lengkap jika tidak membahas perkembangan tembakau di kota seribu gumuk ini.

Bahkan sangking dikenalnya Tembakau dari Jember, Universitas Jember (Unej) salah satu kampus terbaik di Jawa Timur merancang satu gedungnya dengan atap berbentuk daun tembakau untuk mengangkat tanaman lokal yang ada di wilayah kampus itu berada.

Perlu diketahui, sebelum penetapan wilayah di Kota Jember, masa itu wilayah yang masuk Karesidenan Besuki tersebutmerupakan kota paling menarik pertumbuhannya di antara kota-kota lain pada pertengahan awal abad 19 sampai abad 20.

Meski sebelumnnya Jember sempat menjadi kota kecil yang sepi, terisolasi dan statusnya sebagai salah satu distrik dari RegentschapBondowoso. Tidak butuh lama Kota Jember menjadi kota yang paling besar dibanding Kabupaten Panarukan, Bondowoso, dan Banyuwangi.

Robert van Niel, dalam buku “Munculnya Elite Modern Indonesia” yang terbit tahun 2009 menulis pendorong pertumbuhan Kota Jember itu erat kaitannya dengan penetrasi sistem kapitalisme yakni perkebunanpartikelir. 

Sebab kala itu banyak bermunculan perkebunan-perkebunan swasta di wilayah Jember melalui kebijakanekonomi pada dekade ke enam dan ke tujuh. Kala itu masyarakat mafhum menyebut the system of enterprise, ini menjadi momen yang  membawa dampak perubahan sosial dan ekonomi pada masyarakat di Kota Jember saat itu.

Sebab sistem tersebut sebagai pengganti sistem tanam paksa yang oleh sebagian pengamat kala itu  dianggap membawa tragedi kemelaratan bagi rakyat Indonesia. Pemrakarsa sistem baru tersebut ialah kelompok liberal yang menentang pelaksanaan sistem tanampaksa. 

Sistem baru memungkinkan tumbuhnya perkebunan-perkebunan swasta, karena pemerintah Hindia Belanda memberikan dukungan dan fasilitas yang besar pada pihak swasta.

baca juga

Bahkan sejauh pengamatan penulis, hingga saat ini beberapa perkebuanan tersebut masih ada yang tetap berdiri dan beroperasi meski dengan bendera yang berbeda. Jika di Jember rerata perkebunan pada masa kolonila sudah dinasionalisasi dengan menjadi PTPN.

Tidak hanya itu, hingga saat ini Kota Jember juga masih dikenal dengan Industri Tembakaunya yang menggurita diberbagai wilayah.  Jika menilik kebelakang, perintis pembukaan perkebunan tembakau di daerah Jember ialah seorang kontroleur pertanian Bondowoso bernama George Birnie.

Medio 1850 saat Bondowoso ditetapkan menjadi Kabupaten Bondowoso yang wilayahnya mencangkup Kota Jember. Meski di akui, saat itu Jember masih menjadi tempat terpencil karena terletak di daerah pedalaman tapi hal tersebut tidak membuat George Birnie mengurungkan ekspansi tembakaunya di Jember.

Hingga akhirnya pada 21 Oktober 1859 Birnie bekerjasama dengan dua pengusaha Belanda di Surabaya yakni A.D. Van Gennep dan Mr C Sandenberg Matthiesen pemilik Anemat & Co yang bergerak di bidang usaha jual beli komoditas perkebunan di Surabaya.

Sejurus perjalanan waktu mereka mendirikan NV LandbouwMaatscappij Oud Djember (NV LMOD). Mulai saat itulah Jember dikenal sebagai sentraperkebunan tembakau Besoeki Na oogst yang terkenal di pasaran internasional.

NVLMOD kemudian mengembangkan usahanya, tidak hanya menanamtembakau tetapi juga mengusahakan perkebunan aneka tanaman seperti kopi, kakao, karet dan sebagainya. Keberhasilan Birnie dan kawan-kawan itu menunjukkan bahwa daerah Jember amat cocok untuk mengembangkan usaha perkebunan bahkan bertahan hingga sekarang.*(ANIK AS)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menilik Bondowoso, Kawasan di Eks Keresidenan Besuki yang Menyimpan Kopi Unggulan Peninggalan Kolonial

Menilik Bondowoso, Kawasan di Eks Keresidenan Besuki yang Menyimpan Kopi Unggulan Peninggalan Kolonial

Purwokerto | Kamis, 17 November 2022 | 10:34 WIB

Mengenal Situbondo, Kawasan Pengungkit Roda Industri Gula di Zaman Belanda

Mengenal Situbondo, Kawasan Pengungkit Roda Industri Gula di Zaman Belanda

Purwokerto | Selasa, 15 November 2022 | 20:17 WIB

Mengenal Kendal, Kabupaten Penyangga Semarang dengan Banyak Peninggalan Kolonial

Mengenal Kendal, Kabupaten Penyangga Semarang dengan Banyak Peninggalan Kolonial

Purwokerto | Senin, 14 November 2022 | 21:20 WIB

Terkini

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Bogor | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:37 WIB

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:27 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:47 WIB

×