Ribuan Nelayan Cilacap Full Senyum Dapat Bantuan Mesin Perahu Berbahan Bakar Gas

Purwokerto

Jum'at, 25 November 2022 | 12:57 WIB
Ribuan Nelayan Cilacap Full Senyum Dapat Bantuan Mesin Perahu Berbahan Bakar Gas
Seorang nelayan mencoba mesin berbahan bakar gas elpiji 3 kilogram yang dibagikan secara gratis di perairan Kelurahan Karangtalun, Kecamatan Cilacap Utara, Kabupaten Cilacap, Minggu (20/11/2022). (Suara.com/Anang Firmansyah)

"Justru dari nelayan program ini bisa terlaksana. Dahulu kan kita duga 5 liter berbanding 3 kilogram gas. Sehingga waktu itu dengan harga Rp 7.650 per liter tetap menghemat kan, cukup signifikan," ujarnya.

Menurutnya, mesin perahu berbahan bakar gas ini selain lebih murah juga lebih ramah lingkungan jika dibandingkan dengan BBM. Ia bahkan berani menjamin dari hasil penelitian manapun, mesin bertenaga gas ini jauh lebih bersih.

"Boleh dicek, ke dinas apapun atau kampus, gas lebih bersih dan hemat. Satu contoh, BBM kalau sisa itu tidak bisa dipindahkan hanya di tangki, tapi kalau gas kalau sisa bisa untuk kegiatan rumah tangga," katanya.

Di Kabupaten Cilacap Sugeng menyebut terdapat 21 ribu warga yang berprofesi sebagai nelayan. Dari tahun 2016 sudah terdapat 6 ribuan nelayan yang mesin perahunya sudah konversi berbahan bakar gas.

"Setiap tahun itu ada dan terus meningkat. Ini kenapa penting sekali, karena selama ini dengan BBM modal nelayan itu berapa, dapatnya berapa, kita harus berhitung sampi tingkat itu. Sekecil apapun penghematan menjadi penting," ungkapnya.

Executive General Manager PT Pertamina Jateng, Dwi Puja Ariestya menyambut baik program tersebut. Ia mengapresiasi langkah DPR RI yang memperhatikan nasib nelayan.

"Memang secara general ini memberikan keuntungan kepada masyarakat. Dimana mereka bisa lebih hemat pemakaian BBM. Tentunya ini juga bermanfaat buat lingkungan. Karena secara pemakaian gas, emisinya lebih sedikit," katanya.

Pihaknya berjanji akan menyuport dan memastikan suplai kepada nelayan dapat terlaksana dengan baik. Hal ini agar nelayan tidak kesulitan mencari gas elpiji bersubsidi di sekitar area tempat kelompok nelayan berkumpul.

"Tentunya kami akan menyesuaikan jalur distribusi kami untuk bisa suport program ini. Kami memastikan suplai kepada nelayan terjaga. Kami bisa jamin nelayan tidak kesulitan dan lebih mudah mendapatkan gas agar nelayan bisa berlayar dengan tenang," tegasnya.

Nelayan Lebih Hemat

Andi menjelaskan, dari cerita rekannya yang sudah konversi menggunakan mesin berbahan bakar gas elpiji, dengan jarak tempuh melaut hingga 2 jam menghabiskan sampai 8 liter BBM jenis pertalite. Artinya sekali mencari ikan bisa menghabiskan untuk transportasi sebesar Rp 80 ribu.

"Kalau pakai gas, itu sekali melaut dengan waktu tempuh yang sama hanya menghabiskan satu tabung saja. Harganya Rp 20 ribu. Modalnya sangat berbeda," ucapnya.

Meski demikian, kecepatan mesin gas dengan mesin berkonsumsi BBM berbeda. Mesin gas lebih lambat dari mesin BBM. Namun menurutnya itu tidak masalah karena perbedaannya hanya hitungan menit.

"Kalau saya dapat ini ya pasti saya pakai terus. Lebih irit jauh. Walau kondisinya tidak secepat yang pakai pertalite," ungkapnya.

Sementara Tusman berpendapat program ini sangat meringankan para nelayan. Ia yang sudah lebih dahulu menggunakan perahu berbahan bakar gas elpiji merasakan keuntungan yang lebih banyak.

"Saya sudah dua tahun pakai mesin bahan bakar gas elpiji. Bisa menghemat sampai 60 ribu sekali jalan. Apalagi saya biasanya sampai ke perairan Jawa Barat kalau cari ikannya," jelasnya.

Dari pengakuan kedua nelayan itu, maka bantuan mesin perahu berbahan bakar gas sangat membantu nelayan. Mereka bisa tetap melaut dan menangkap ikan dengan biaya operasional yang jauh lebih efisien.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Perihal Matra Calon Panglima TNI, Sufmi Dasco Ahmad: Semua Punya Peluang yang Sama

Perihal Matra Calon Panglima TNI, Sufmi Dasco Ahmad: Semua Punya Peluang yang Sama

DPR | Jum'at, 25 November 2022 | 11:14 WIB

Fahmy Alaydroes Minta Kemenparekraf Jaga Sorotan Wisata Indonesia di Mata Dunia Pasca KTT G20

Fahmy Alaydroes Minta Kemenparekraf Jaga Sorotan Wisata Indonesia di Mata Dunia Pasca KTT G20

DPR | Jum'at, 25 November 2022 | 11:11 WIB

Harga BBM Subsidi Turun Dampak Tren Penurunan Minyak Dunia?

Harga BBM Subsidi Turun Dampak Tren Penurunan Minyak Dunia?

Bisnis | Jum'at, 25 November 2022 | 09:49 WIB

Sempat Desemayamkan di RS Elisabeth Semarang, Taufik Kurniawan Politikus PAN Meninggal Dunia

Sempat Desemayamkan di RS Elisabeth Semarang, Taufik Kurniawan Politikus PAN Meninggal Dunia

Jawa Tengah | Jum'at, 25 November 2022 | 07:01 WIB

Terkini

Menang 3-0 atas Myanmar, Nova Arianto Tetap Evaluasi Timnas Indonesia U-19

Menang 3-0 atas Myanmar, Nova Arianto Tetap Evaluasi Timnas Indonesia U-19

Bola | Selasa, 02 Juni 2026 | 10:17 WIB

Menilik Esensi Less Waste di Era Digital, Perlu Kritis Sebelum Checkout?

Menilik Esensi Less Waste di Era Digital, Perlu Kritis Sebelum Checkout?

Your Say | Selasa, 02 Juni 2026 | 10:16 WIB

Akomodasi Negara Peserta Piala AFF 2026 Bermasalah, Rico Waas Bohongi AFF dan PSSI?

Akomodasi Negara Peserta Piala AFF 2026 Bermasalah, Rico Waas Bohongi AFF dan PSSI?

Sumut | Selasa, 02 Juni 2026 | 10:12 WIB

Hukum Menikah saat Hamil Duluan, Apakah Harus Menunggu Lahiran? Ini Kata Ulama

Hukum Menikah saat Hamil Duluan, Apakah Harus Menunggu Lahiran? Ini Kata Ulama

Lifestyle | Selasa, 02 Juni 2026 | 10:07 WIB

Anak Hasil Hamil di Luar Nikah Nasabnya ke Siapa? Ini Pandangan Ulama dan Hukum Indonesia

Anak Hasil Hamil di Luar Nikah Nasabnya ke Siapa? Ini Pandangan Ulama dan Hukum Indonesia

Lifestyle | Selasa, 02 Juni 2026 | 10:03 WIB

Profil Eka Rismayanti dan Radiansyah, Pasutri Owner WO Marwah yang Tipu 58 Calon Pengantin

Profil Eka Rismayanti dan Radiansyah, Pasutri Owner WO Marwah yang Tipu 58 Calon Pengantin

Lifestyle | Selasa, 02 Juni 2026 | 10:03 WIB

3 Zodiak yang Keuangannya Paling Bersinar dan Hoki Mulai 2 Juni 2026, Kamu Termasuk?

3 Zodiak yang Keuangannya Paling Bersinar dan Hoki Mulai 2 Juni 2026, Kamu Termasuk?

Lifestyle | Selasa, 02 Juni 2026 | 10:02 WIB

Wamen HAM Soal Vonis 10 Bulan Prajurit TNI dalam Kasus MHS: Publik Berhak Mempertanyakan

Wamen HAM Soal Vonis 10 Bulan Prajurit TNI dalam Kasus MHS: Publik Berhak Mempertanyakan

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 10:00 WIB

Mengubah Kebiasaan, Mengubah Masa Depan: Review Buku Goodbye! Kebiasaan Buruk

Mengubah Kebiasaan, Mengubah Masa Depan: Review Buku Goodbye! Kebiasaan Buruk

Your Say | Selasa, 02 Juni 2026 | 10:00 WIB

Sarwendah Akhirnya Buka Suara soal Konflik dengan Ruben Onsu: Kasihan Anak-Anak

Sarwendah Akhirnya Buka Suara soal Konflik dengan Ruben Onsu: Kasihan Anak-Anak

Entertainment | Selasa, 02 Juni 2026 | 10:00 WIB