PURWOKERTO.SUARA.COM, DOHA - Brasil yang tak dipeerkuat Neymar karena cedera bertemu lawan berat di babak penyisihan grup Piala Dunia, Swiss. Namun meski tanpa Neymar, Brasil sukses menaklukan Swiss dengan skor tipis 1-0 melalui gol Casemiro.
Pada laga yang menegangkan itu, Casemiro muncul sebagai pememecah kebuntuan Brasil. Pada menit ke-83, Gelandang Manchester United itu melepaskan tembakan keras melewati Yann Sommer setelah melakukan terobosan ke area penalti lawan.
Brasil beerasil unggul tipis meski tanpa Neymar. Memang Brasil bukan hanya Neymar. Namun publik terlanjur mengenal Neymar sebagai mega bintang yang menjadi andalan Tim asuhan Tite. Seperti Lionel Messi di Argentina atau Cristiano Ronaldo di Portugal, Brasil pun mengandalkan Neymar sebagai figur kuat dalam tim.
Tanpa Neymar, siapa di skuad Brasil yang paling mungkin membuat tim Tete bersemangat? Neymar cedera dan masih harus dilihat bagaimana kondisinya, apakah telah pulih dari cedera pergelangan kaki yang dia alami dalam kemenangan pembukaan atas Serbia.
Richarlison mencetak gol indah malam itu tapi dia bisa sangat pendiam untuk Brasil, selain mengantongi gol. Raphinha belum terlihat akan tampil bagus di turnamen ini dan Brasil juga masih menunggu Antony, Gabriel Jesus, Gabriel Martinelli atau Rodrygo secara penuh.
Dalam dua pertandingan teerakhir, pemain Brasil yang paling ambisius, yang terlihat mampu meledak adalah Vinicius Junior.
Dia mencetak gol pada laga kedua, namun dianulir karena offside. Kegigihannya terbayar ketika Casemiro mencetak satu-satunya gol dalam pertandingan tersebut. Gol itu bermula dari umpan sisi kiri yang diberikan Vini seperti yang ditunjukkan pemain sayap Real Madrid di final Liga Champions musim lalu, dia menciptakan momen-momen besar.
Casemiro menawarkan solusi
Pada dua laga terakhir, lawan Brasil selalu gagal mencatatkan tembakan yang tepat sasaran. Empat bek solid mereka berperan amat besar di sini, dan tentu saja gelandang bertahan Brasil, Casemiro.
Gelandang Manchester United ini bisa dibilang menjadi pemain terbaik Brasil dalam dua pertandingan pertama mereka di Qatar. Ini bukan hanya tentang intersepsi, pemulihan, dan bloknya. Dia juga mencoba menghadirkan solusi menyerang ketika dia bisa.
Baca Juga: Lukas Enembe Minta Berobat Ke Singapura, Begini Respons KPK
Melawan Serbia di babak pertama, umpan-umpan progresifnya menarik perhatian. Di laga ini, dia bersama Richarlison berada di belakang garis pertahanan. Namun sayang operannya terlewat.
Namun itu tidak menghentikannya untuk mencoba membantu serangan itu. Dia berada beberapa meter dari Marquinhos saat tendangan sudut dan umpannya yang membuat Vinicius Junior lolos ke mulut gawang dan mencetak gol meski kemudian dinyatakan offside.
Pada akhirnya, pergerakan Casemiro ke dalam kotak penalti menjadi penentu kemenangan. Dia mungkin tidak terlihat mencolok, tetapi Casemiro terbukti sangat diperlukan untuk Brasil di Piala Dunia ini.
Brasil memang punya segudang bakat di lini serang. Tite tak terlalu pusing dengan absennya Neymar. Tapi peluang mereka untuk memenangkan Piala Dunia juga ditentukan barisan pertahanan yang sampai saat ini tampaknya masih solid.
Kekuatan pertahanan mereka terlihat jelas di babak kualifikasi, di mana Brasil kebobolan lima kali dalam 17 pertandingan mereka. Mereka hampir tidak mungkin ditembus dan sebagai hasilnya, hanya kehilangan enam poin.