Tilang Berbasis Poin Sudah Diberlakukan Polri, Apakah akan Ada Degradasi seperti di Liga Sepak Bola, Begini Penjelasannya

Purwokerto | Suara.com

Kamis, 08 Desember 2022 | 17:59 WIB
Tilang Berbasis Poin Sudah Diberlakukan Polri, Apakah akan Ada Degradasi seperti di Liga Sepak Bola, Begini Penjelasannya
Anggota Polisi memeriksa surat-surat kelengkapan kendaraan. (Foto. Antaranews.com)

PURWOKERTO.SUARA.COM - Setelah merilis untuk meniadakan tilang Manual yang diganti dengan Tilang Elektronik. Korlantas Polri berencana menerapkan tilang berbasis poin. CCTV tetap bakal jadi kunci untuk merekam para pelanggar lalu lintas.

Lalu bagaimana metode terbaru ini akan diterapkan kepolisian ? Apakah, nanti jika poinnya habis pengendara akan terdegradasi, atau ada dampak hukum lainnya. Tenang,tulisan ini akan menjelaskan aturan baru dari Korlantas Polri tentang poin ini.

Setelah Kapolri mengirimkan Surat Telegram bernomor: ST/2264/X/HUM. 3.4.5./2022 beberapa waktu lalu ihwal tentang larangan melakukan tilang manual guna memperbaiki citra Polri di masyarakat tampaknya itu tidak cukup.

Sebab beberapa hari lalu kepolisian kembali mengatur sistem poin untuk penerapan tilang di Jalan Raya. Bahkan hal tersebut sudah dibenarka oleh Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Pol Aan Suhanan tentang wacana aturan baru tersebut.

Dikutip Antara, Brigjen Aan Suhanan mengatakan, dalam sistem tersebut setiap pemegang SIM dibekali 12 poin. Poin akan berkurang apabila pemilik SIM melanggar peraturan lalu lintas (lalin). Pelanggaran sedang atau kelalaian ringan akan dikurangi satu poin, pelanggaran sedang tiga poin terkurangi dan pelanggaran berat dikurangi lima poin.

Keterangan awal diatas bisa dipahami dengan sederhana apabila 12 poin kalian nanti habis, maka konsekuensinya SIM tidak bisa diperpanjang dan harus membuat baru. Bahkan dari nomenklatur yang dirilis Polri, sistem tersebut juga akan terkoneksi dengan ETLE sehingga perhitungan poinnya akurat.

Tentu tilang ini akan menimbulkan berbagai argument, namun jika dilihat secara mendalam tilang berbasis poin SIM ini dilakukan lantaran penerapan denda pelanggaran lalu lintas selama ini belum memberikan efek jera kepada masyarakat.

Sepengalaman penulis, kadang saya bingung dengan tipe pengendara ini yang cendrung ngawur dan tidak memikirkan keselamatan orang lain dengan melanggar lalu lintas. Sebab hal tersebut jika dilihat dengan evaluasi penegakan hukum lalu lintas dari kepolisian yang sudah diterapkan sejak Polri dibentuk sampai saat ini.

Bahkan sering terlihat kecenderungan kalau masyarakat lebih takut akan keberadaan petugas di lapangan bukan takut dengan peraturan yang berlaku apalagi dengan diganti CCTV atau Tilang Poin ini.

Padahal jika dilihat dari data kecelakaan lalu lintas dengan fatalitas yang tinggi, melansir data Polda Jawa Timur setiap harinya ada hampir 15 orang yang meninggal sia-sia di jalan. Jiwa yang meninggal ini rata-rata berusia 16-60 tahun dengan presentase 82 persen. Tentu hal tersebut patut menjadi atensi bagi pengendara yang ada di Jalan Raya.

Nah, dengan adanya tilang poin pada setiap pelanggaran yang terjadi nantinya pengendara diharapkan akan berfikir dua kali untuk melakukan pelanggaran. Sebab ketika akan melakukan pelanggaran ada potensi untuk SIM mereka tidak bisa diperpanjang ketika total poin mereka sudah habis saat melakukan perpanjangan. 

Bahkan jika dibandingkan dengan aturan diluar negeri, aturan pelanggaran di Jalan Raya memiliki atensi serius dari pemangku kebijakan bahkan ada sanksi langsung seperti pencabutan kepemilikan SIM lantaran pelanggaran tersebut sehingga akan menjadi pertimbangan ketika melakukan pelanggaran di Jalan Raya.

Ada juga yang diberikan blacklist 5 tahun untuk tidak bisa mendapatkan SIM adar bisa merubah mindset-nya. Muncul pertanyaan apakah nanti untuk memudahkan Tilang Poin ini tetap ada pihak kepolisian ?

Bagi pengendara yang bisa sesukanya melanggar aturan di jalan raya ? Tentu tidak hanya petuga polisi saja ya gaes yang dibutuhkan. Penggunaan Tilang berbasis Poin ini nantinya tetap akan menggunakan sistem tilang melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).

Hal tersebut merupakan sistem yang akan mencatat, mendeteksi, dan memotret pelanggaran di jalan raya melalui kamera CCTV. Praktiknya di lapangan ETLE merupakan kamera pengintai yang akan merekam pelanggaran-pelanggaran lalu lintas yang dilakukan oleh pengendara saat berada di jalur Jalan Raya. Jangan bayangkan bahwa sistem ini hanya statis di satu tempat saja ya gaes.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Korlantas Polri Bakal Ganti BPKB Konvensional dengan Digital, Apa Bedanya ?

Korlantas Polri Bakal Ganti BPKB Konvensional dengan Digital, Apa Bedanya ?

| Minggu, 04 Desember 2022 | 21:07 WIB

Tilang Manual Ditiadakan, Langkah Polri Kembalikan Citra Diri

Tilang Manual Ditiadakan, Langkah Polri Kembalikan Citra Diri

| Minggu, 06 November 2022 | 09:10 WIB

Pelecehan Seksual di Trans Banyumas Terekam CCTV, Sopir Gercep Turunkan Pelaku

Pelecehan Seksual di Trans Banyumas Terekam CCTV, Sopir Gercep Turunkan Pelaku

| Kamis, 06 Oktober 2022 | 19:50 WIB

Polri Turunkan Tim Labfor Dalami Rekaman CCTV di Kanjuruhan Malang

Polri Turunkan Tim Labfor Dalami Rekaman CCTV di Kanjuruhan Malang

| Selasa, 04 Oktober 2022 | 23:23 WIB

Terkini

Fantastis! Fans Inggris Harus Rogoh Rp200 Juta Lebih untuk Nonton Piala Dunia 2026

Fantastis! Fans Inggris Harus Rogoh Rp200 Juta Lebih untuk Nonton Piala Dunia 2026

Bola | Rabu, 25 Maret 2026 | 18:33 WIB

Jangan Dibuang, 7 Cara Cerdas Olah Sisa Opor & Rendang Jadi Menu Baru yang Lezat

Jangan Dibuang, 7 Cara Cerdas Olah Sisa Opor & Rendang Jadi Menu Baru yang Lezat

Lampung | Rabu, 25 Maret 2026 | 18:33 WIB

Nonton Piala Dunia 2026 Bisa Bikin Kantong Jebol! Ini Rincian Biaya Fantastis yang Harus Disiapkan

Nonton Piala Dunia 2026 Bisa Bikin Kantong Jebol! Ini Rincian Biaya Fantastis yang Harus Disiapkan

Bola | Rabu, 25 Maret 2026 | 18:28 WIB

Promo Alfamidi Pekan Ini 23-29 Maret 2026: Diskon Susu, Snack, hingga Kebutuhan Rumah Tangga

Promo Alfamidi Pekan Ini 23-29 Maret 2026: Diskon Susu, Snack, hingga Kebutuhan Rumah Tangga

Lifestyle | Rabu, 25 Maret 2026 | 18:26 WIB

Benarkah WFA Efektif Tekan Arus Balik 2026? Saat Data Kendaraan Justru Meningkat

Benarkah WFA Efektif Tekan Arus Balik 2026? Saat Data Kendaraan Justru Meningkat

Jakarta | Rabu, 25 Maret 2026 | 18:23 WIB

Meski Masih WFA, Gus Ipul Temukan 2.708 ASN Kemensos Alpa

Meski Masih WFA, Gus Ipul Temukan 2.708 ASN Kemensos Alpa

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 18:22 WIB

Ditemukan Bersimbah Darah di Kontrakan, 5 Fakta Kematian Pegawai Bawaslu OKU Selatan

Ditemukan Bersimbah Darah di Kontrakan, 5 Fakta Kematian Pegawai Bawaslu OKU Selatan

Sumsel | Rabu, 25 Maret 2026 | 18:21 WIB

Purbaya Kesal Diserang Ekonom Terus Menerus: Mereka Gembar-gembor Ketakutan

Purbaya Kesal Diserang Ekonom Terus Menerus: Mereka Gembar-gembor Ketakutan

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 18:19 WIB

AS, Meksiko, Kanada Rilis Jersey Anyar Piala Dunia 2026: Adu Keren Nike vs Adidas

AS, Meksiko, Kanada Rilis Jersey Anyar Piala Dunia 2026: Adu Keren Nike vs Adidas

Bola | Rabu, 25 Maret 2026 | 18:17 WIB

Normalisasi Sungai Terdampak Bencana Jadi Prioritas Satgas PRR

Normalisasi Sungai Terdampak Bencana Jadi Prioritas Satgas PRR

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 18:15 WIB