Curhatan Jokowi yang Merasa Selalu Dikambinghitamkan, Paling Enak Itu!

Purwokerto | Suara.com

Rabu, 21 Desember 2022 | 19:17 WIB
Curhatan Jokowi yang Merasa Selalu Dikambinghitamkan, Paling Enak Itu!
Jokowi dan Erick Tohir

PURWOKERTO.SUARA.COM, JAKARTA-Presiden RI Joko Widodo merasa tertuduh ikut campur dalam verifikasi partai politik (parpol) untuk menjadi peserta Pemilihan Umum 2024.


Jokowi sendiri menilai gampang sekali bagi seorang untuk mengkambinghitamkan dirinya. 


"Paling enak itu memang mengambinghitamkan menuduh Presiden, Istana, Jokowi, paling enak itu. Paling mudah dan paling enak," kata Presiden Jokowi, dikutip dari Antara. 

Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada tanggal 14 Desember 2022 telah menetapkan 17 parpol memenuhi syarat untuk lolos tahapan verifikasi faktual sehingga berhak menjadi peserta Pemilu 2024.


Dari 18 parpol yang mengikuti tahapan verifikasi faktual, sebanyak 17 partai politik dinyatakan lolos. Adapun satu partai, yakni Partai Ummat, dinyatakan tidak lolos.


Ke-17 partai politik yang menjadi peserta Pemilu 2024 itu adalah Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Buruh, Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Partai Demokrat, Partai Garda Perubahan Indonesia (Garuda), Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora), dan Partai Gerindra.

Berikutnya, Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Partai NasDem, Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Presiden Jokowi menegaskan, lolos dan tidaknya peserta Pemilu 2024 menjadi urusan KPU yang akan menilai dan memverifikasi kelayakan partai bersangkutan. 


Sayangnya ia menilai ada pihak yang menyeret-nyeret istana di balik keputusan tersebut.


"Itu 'kan sebetulnya urusannya KPU, urusannya KPU itu, tetapi yang dituduh-tuduh karena tidak lolos langsung tunjuk-tunjuk, itu Istana ikut campur, kekuatan besar ikut campur, kekuatan besar intervensi,"katanya

"Saya itu enggak ngerti apa-apa masalah ini. Ini 'kan total 100 persen urusannya KPU. Bukan urusan siapa-siapa, KPU itu independen. Jadi, tidak bisa yang namanya kita itu ikut-ikutan, mengintervensi apalagi, ndak ada," ucap Presiden.

Presiden Jokowi juga berseloroh, jika nanti ada partai yang gagal koalisi, mungkin juga akan ada pihak yang menuduh Istana ikut campur di dalamnya.

"Gagal koalisi nanti yang dituduh Istana lagi. Ini Istana ini, Istana, Istana. Padahal, kita itu tidak ngerti koalisi antarpartai, antarketua partai yang ketemu," ungkap Presiden.

Termasuk bila ada tokoh yang tidak bisa mencalonkan diri sebagai presiden. Istana bisa kembali dikambinghitamkan. 

"Mungkin, untuk pilpres, nanti bisa seperti itu lagi. Ada orang atau tokoh yang ingin sekali dapat kendaraan supaya bisa mencalonkan, ternyata tidak bisa. Tuduh lagi Presiden ikut-ikutan, Istana ikut-ikutan, kekuatan besar ikut-ikutan. Lha urusannya apa dengan saya? 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hasil Liga 1, Persebaya vs Persis Laga Berakhir Imbang 0 - 0

Hasil Liga 1, Persebaya vs Persis Laga Berakhir Imbang 0 - 0

| Rabu, 21 Desember 2022 | 18:56 WIB

Mancing Dini hari Naik Sampan, Pemancing di Tugurejo Semarang Hilang

Mancing Dini hari Naik Sampan, Pemancing di Tugurejo Semarang Hilang

| Rabu, 21 Desember 2022 | 18:44 WIB

Lima Pemain ini Harus di Waspadai Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF Mitsubishi Cup, Siapa Saja?

Lima Pemain ini Harus di Waspadai Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF Mitsubishi Cup, Siapa Saja?

| Rabu, 21 Desember 2022 | 18:04 WIB

Terkini

Hewan Kurban Pilih Jantan atau Betina? Ketahui yang Paling Utama Menurut Syariat

Hewan Kurban Pilih Jantan atau Betina? Ketahui yang Paling Utama Menurut Syariat

Lifestyle | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:49 WIB

Selaku Bapak-Bapak yang Kerap PP Rembang-Tuban, Saya Menaruh Kejengkelan terhadap Hal-Hal Ini!

Selaku Bapak-Bapak yang Kerap PP Rembang-Tuban, Saya Menaruh Kejengkelan terhadap Hal-Hal Ini!

Your Say | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:46 WIB

13 Atlet Panjat Tebing Indonesia Jadikan Seri Wujiang Pemanasan Asian Games

13 Atlet Panjat Tebing Indonesia Jadikan Seri Wujiang Pemanasan Asian Games

Sport | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:46 WIB

Cerita Bapak-Bapak PP Rembang-Tuban: Mengapa Saya Selalu Mengelus Dada Setiap Melintas di Jalur Ini?

Cerita Bapak-Bapak PP Rembang-Tuban: Mengapa Saya Selalu Mengelus Dada Setiap Melintas di Jalur Ini?

Your Say | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:46 WIB

Purbaya Mau Terbitkan Panda Bond di China Demi Perkuat Rupiah

Purbaya Mau Terbitkan Panda Bond di China Demi Perkuat Rupiah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:39 WIB

Sidang Perdana Korupsi Bea Cukai: Bos Blueray Cargo John Field Hadapi Pembacaan Dakwaan

Sidang Perdana Korupsi Bea Cukai: Bos Blueray Cargo John Field Hadapi Pembacaan Dakwaan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:39 WIB

Komisi Reformasi Polri Serahkan Laporan Akhir ke Presiden, Berkasnya Setebal 3000 Halaman

Komisi Reformasi Polri Serahkan Laporan Akhir ke Presiden, Berkasnya Setebal 3000 Halaman

Video | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:34 WIB

Berpangkat AKBP, Polisi Ngeyel Ditegur Merokok Sambil Nyetir Akhirnya Minta Maaf

Berpangkat AKBP, Polisi Ngeyel Ditegur Merokok Sambil Nyetir Akhirnya Minta Maaf

Kaltim | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:33 WIB

Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada "Rakyat Kecil"

Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada "Rakyat Kecil"

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:32 WIB

Mendagri: Program 3 Juta Rumah Percepat Akses Hunian Layak bagi Masyarakat Kurang Mampu

Mendagri: Program 3 Juta Rumah Percepat Akses Hunian Layak bagi Masyarakat Kurang Mampu

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:32 WIB