- Umat Muslim dianjurkan memilih hewan kurban jantan untuk mengikuti jejak Nabi Muhammad SAW.
- Hewan jantan memiliki fisik kokoh dan kualitas daging lebih baik guna dibagikan kepada para penerima manfaat.
- Prioritas memilih hewan jantan juga berfungsi menjaga populasi ternak serta keberlangsungan ekosistem.
Suara.com - Setiap menjelang Hari Raya Idul Adha, masyarakat Muslim sering kali dihadapkan pada pertanyaan klasik: lebih baik memilih hewan kurban jantan atau betina?
Meski secara hukum fikih keduanya diperbolehkan, terdapat berbagai alasan syariat dan pertimbangan kualitas yang membuat hewan jantan jauh lebih dianjurkan.
Berikut adalah ulasan mendalam mengenai alasan mengapa hewan jantan menjadi pilihan utama dalam ibadah kurban, merujuk pada pandangan syariat dan kemaslahatan umat.
Meneladani Nabi Muhammad SAW
Dihimpun dari laman Baznas, alasan pertama dan utama dalam memilih hewan jantan adalah faktor ittiba’ atau mengikuti jejak Nabi Muhammad SAW.
Dalam berbagai riwayat hadits, Rasulullah SAW dicatat lebih sering menyembelih hewan jantan untuk dikurbankan.
Salah satu hadits yang menjadi rujukan adalah riwayat Ahmad dan Ibnu Majah. Disebutkan bahwa Nabi SAW menyembelih dua ekor domba jantan yang bertanduk, berwarna putih bercampur hitam, dan dalam kondisi sehat.
Dengan memilih hewan jantan, seorang Muslim tidak hanya menjalankan ibadah kurban, tetapi juga menghidupkan sunnah Rasulullah SAW yang mendatangkan pahala lebih besar.
Simbol Kesempurnaan Pengorbanan
Hewan jantan umumnya memiliki fisik yang lebih besar, lebih kuat, dan lebih kokoh dibandingkan hewan betina.
Dari segi kualitas daging pun, hewan jantan cenderung memberikan hasil yang lebih banyak dan berkualitas untuk dibagikan kepada para penerima manfaat (mustahik).
Memilih hewan jantan yang gagah dan berharga lebih mahal mencerminkan semangat pengorbanan yang sesungguhnya.
Dari sisi ekosistem dan ekonomi peternakan, memilih hewan jantan memiliki hikmah yang besar bagi kelangsungan populasi ternak. Hewan betina memiliki peran vital dalam reproduksi.
Jika hewan-hewan betina yang masih produktif atau bahkan sedang bunting terus-menerus disembelih, maka populasi hewan ternak seperti sapi dan kambing bisa menurun drastis.
Syariat Islam sangat memperhatikan kemaslahatan umum (maslahah mursalah).
Dengan memprioritaskan hewan jantan, kita menjaga keseimbangan ekosistem dan memastikan ketersediaan hewan ternak di masa depan tetap terjaga.
Apakah Kurban Hewan Betina Tetap Sah?
Penting untuk dipahami bahwa meskipun jantan lebih utama, bukan berarti hewan betina dilarang.