PURWOKERTO.SUARA.COM, Pemanfaatan teknologi nuklir untuk mengatasi permasalahan sisa limbah batik dan jeans dari industri tekstil akan diuji coba Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, bekerjasama dengan Politeknik Nuklir Indonesia Yogyakarta.
Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid di Pekalongan mengatakan, program penelitian ini berawal dari inisiasi pemkot untuk melakukan kerja sama dengan Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia Yogyakarta. Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia Yogyakarta melibatkan Badan Riset dan Inovasi Nasional dan Korea Atomic Energy Research Institute dalam upaya mengatasi permasalahan limbah industri.
Melalui pemanfaatan teknologi nuklir ini, diharapkan permasalahan kompleks dalam pengolahan limbah di daerah bisa segera diselesaikan dengan baik karena Kota Pekalongan sudah menyandang predikat "The World's City of Batik".
"Kami berharap melalui kerja sama ini, usaha batik tetap berjalan namun limbah pun bisa terkelola dengan baik dan tidak mencemari lingkungan," katanya dikutip dari Antara
Ia mengatakan keberhasilan program penelitian ini akan berjalan dengan baik apabila didukung peran semua pihak, baik pemerintah daerah, akademisi, pengusaha, dan masyarakat.
Direktur Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia Zainal Arief mengatakan, proses tersebut saat ini masih dalam tahap penelitian pihaknya bersama Pemerintah Kota Pekalongan sejak 2021 dengan mengambil sampel limbah dari sejumlah pengusaha industri batik.
Sampel itu dilakukan "treatment" dengan teknologi gama, yakni suatu bentuk radiasi dan diuji di laboratorium.
"Ada satu mikro organisme yang dimasukkan dalam air limbah yang sudah dilakukan 'treatment' masih bisa hidup. Hal ini menandakan ada progres perbaikan dari sisi limbah tersebut," katanya.
Baca Juga: Peringatan Bupati Arif, Koruptor Dana RTLH di Kebumen Telah Dipenjarakan