PURWOKERTO.SUARA.COM, Rusia akan memulai menerapkan praktik keuangan Islam atau syariah di beberapa wilayah dengan jumlah penduduk muslim terbanyak.
Proyek percontohan itu akan dilaksanakan di Dagestan, Chechnya, Bashkiria dan Tatarstan selama dua tahun. Setelah itu, pihak terkait akan memutuskan kecocokan keuangan model itu untuk Rusia.
Alexander Kazakov, seorang pakar senior di Asosiasi Pakar Keuangan Islam Rusia, kepada Anadolu, menyebut saat ini momen untuk melupakan pasar keuangan Barat dan fokus untuk bekerja sama dengan Arab dan negara-negara Asia.
Menurutnya, sudah jelas semua pusat keuangan Barat tertutup bagi modal dari Rusia. Karenanya perlu mencari alternatif lain yang menghasilkan.
Kazakov mengungkapkan, Negara Bagian Duma mengesahkan pada sidang pertama uu terkait mitra keuangan. Sebutan ‘mitra keuangan’ mengacu pada produk keuangan berbasis prinsip Islam.
“Begitu diadopsi, keberadaan instrumen keuangan alternatif ini akan diakui di tingkat legislatif di Rusia. Ini adalah langkah politik yang penting baik di dalam negeri maupun dalam hubungannya dengan mitra asing kami yang sebenarnya," katanya.
Menurut Kazakov, perbankan Islam telah berkembang pesat beberapa tahun terakhir dengan Timur Tengah menjadi pusat terbesar perbankan syariah, dan Malaysia bagi pasar efek syariah.
Sementara sistem keuangan Barat saat ini dalam krisis serius.
Di Rusia, ada sejumlah organisasi keuangan Islam ritel yang berjalan sukses. Sistem keuangan Islam memiliki prospek bagus karena permintaan yang sangat banyak dari lebih dari 20 juta umat Muslim Rusia.
Bicara tentang poin-poin penting dari keuangan Islam, Kazakov mengatakan perbedaan utamanya adalah, keuangan Islam melarang pembebanan bunga.
Seingatnya, sistem keuangan tradisional di dunia Kristen dan Muslim melarang riba. Namun pinjaman berbunga akhirnya menemukan jalan mereka ke bisnis Eropa.
Perbankan Islam menawarkan kemitraan, yang melibatkan partisipasi kedua belah pihak dalam keuntungan dan kerugian.
"Sementara pinjaman berbunga harus dibayarkan tanpa mempedulikan hasil dari kegiatan peminjam,” kata Kazakov.
Keuangan Islam terdiri dari dua model dasar-kemitraan atau Musyarakah dan pembayaran secara angsuran atau Murabahah.
Bank Islam dalam setiap kasus harus memastikan bahwa setiap pekerjaan keuangan terkait erat dengan investasi atau perdagangan syariah dan tidak menyembunyikan pinjaman berbunga.