Wamen PANRB Tegaskan Era Digital Butuh Pemimpin Visioner, Bukan Sekadar Manajer

Fabiola Febrinastri

Kamis, 07 Mei 2026 | 19:04 WIB
Wamen PANRB Tegaskan Era Digital Butuh Pemimpin Visioner, Bukan Sekadar Manajer
Wamen PANRB, Purwadi Arianto. (Dok: KemenPANRB)

Suara.com - Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Purwadi Arianto menegaskan bahwa di era digital, yang dibutuhkan bukan hanya manajer untuk memastikan sistem berjalan, tetapi pemimpin yang mampu mengarahkan perubahan.

Menurutnya, teknologi dan sistem hanyalah alat, sedangkan yang menentukan kualitas pelayanan adalah kepemimpinan yang punya visi atau arah yang jelas, memiliki empati atau mampu memahami kebutuhan warga, dan konsisten membangun kepercayaan melalui layanan yang nyata dirasakan.

"Jadi, ukuran kita sederhana, bukan seberapa digital kita bekerja, tetapi seberapa hadir negara bagi masyarakat," kata Wamen PANRB pada Kegiatan Dialog Kebangsaan tentang Digitalisasi Pelayanan Publik Birokrasi Modern, Responsif dan Inklusif, di Bandung, Rabu (6/5/2026).

Wamen Purwadi mengatakan, terdapat lima kompetensi yang membedakan pemimpin digital dari manajer digital: yakni yang pertama, pemimpin yang punya visi sistem, melihat ini sebagai perubahan cara kerja, bukan sekadar proyek. Kedua, pemimpin yang memiliki empati terhadap warga, sehingga layanan benarbenar menjawab kebutuhan.

Ketiga, pemimpin yang berani mengambil keputusan berbasis data, bukan sekadar kebiasaan. Keempat, pemimpin yang mampu berkolaborasi lintas batas, karena layanan publik tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Dan kelima, pemimpin yang menjunjung akuntabilitas, terbuka terhadap evaluasi dan umpan balik masyarakat.

Ia menjelaskan, selama 15 tahun terakhir, pemerintah terus mendorong reformasi birokrasi dilakukan secara masif oleh seluruh instansi pemerintah. Salah satu tujuannya agar pelayanan publik digital yang modern dan responsif terwujud.

Dalam taklimat Presiden Prabowo pada Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 beberapa waktu lalu, Presiden mengingatkan bahwa hanya bangsa yang memiliki kekuatan fondasional yang mampu menentukan nasibnya sendiri. Presiden juga mendorong penguatan pengelolaan ASN yang disiplin, produktif, dan kompeten sebagai pelayan publik.

Selain itu, digitalisasi pelayanan publik juga menjadi perhatian utama untuk mendorong pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan sesuai kebutuhan masyarakat.

"Salah satu syarat utama kelangsungan peradaban sebuah negara yaitu birokrasi yang unggul. Birokrasi dengan kapasitas negara yang kuat, mampu mengimplementasikan kebijakan secara konsisten, menghadirkan keadilan dan kualitas layanan, membangun kepercayaan publik, dan pada akhirnya menopang keberlanjutan pembangunan," ujarnya.

baca juga

Dalam menjalankan arahan presiden tersebut, lanjutnya, Kementerian PANRB terus berupaya memperbaiki sistem pemerintahan agar lebih efektif dan efisien sehingga mampu melayani masyarakat dan mencapai berbagai target pembangunan dan pertumbuhan ekonomi secara optimal.

"Kami memastikan bahwa reformasi birokrasi bukan hanya tentang administrasi dan pekerjaan laporan, melainkan transformasi pemerintahan secara menyeluruh, khususnya pada enam area inti dari pemerintahan, yaitu: Kelembagaan; Proses Bisnis; SDM Aparatur (ASN); Manajemen Kinerja; Pelayanan Publik; dan Transformasi Digital Pemerintah," ungkapnya.

Wamen Purwadi berharap melalui forum ini dapat menjadi kesempatan strategis untuk belajar, berkembang, dan membangun jejaring kolaborasi lintas sektor. Tentunya dengan adanya forum ini akan menjadi bekal penting dalam menjalankan tugas kepemimpinan di masa depan.

“Tugas kita ke depan tidak akan mudah, oleh karenanya kita harus terus menyamakan langkah. Peradaban baru hanya dapat terwujud melalui kepemimpinan yang berpola pikir kolaboratif, berorientasi pada dampak, serta mampu menghadapi kompleksitas dengan semangat perubahan untuk mendukung terlaksanya program prioritas Presiden,” kata Wamen Purwadi. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dampak Penggunaan AI terhadap Dunia Kerja dan Keterampilan yang Dibutuhkan

Dampak Penggunaan AI terhadap Dunia Kerja dan Keterampilan yang Dibutuhkan

Tekno | Senin, 27 April 2026 | 10:05 WIB

Perpustakaan di Era Digital: Masih Relevan untuk Belajar?

Perpustakaan di Era Digital: Masih Relevan untuk Belajar?

Your Say | Selasa, 28 April 2026 | 15:22 WIB

Evaluasi Pengentasan & Penghapusan Kemiskinan Ekstrem, Menteri Rini: Akselerasi Dukungan PANRB

Evaluasi Pengentasan & Penghapusan Kemiskinan Ekstrem, Menteri Rini: Akselerasi Dukungan PANRB

News | Senin, 27 April 2026 | 21:18 WIB

Lewat Kartini BISA Fest, Telkom Perkuat Peran Perempuan di Era Digital

Lewat Kartini BISA Fest, Telkom Perkuat Peran Perempuan di Era Digital

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 20:42 WIB

Kolaborasi Lintas Instansi Jadi Kunci Sukses Transformasi Digital Pemerintah

Kolaborasi Lintas Instansi Jadi Kunci Sukses Transformasi Digital Pemerintah

News | Kamis, 23 April 2026 | 10:55 WIB

Tertimpa Kasus Bukan Kiamat: Cara Perusahaan Bangkit dari Krisis

Tertimpa Kasus Bukan Kiamat: Cara Perusahaan Bangkit dari Krisis

Your Say | Rabu, 22 April 2026 | 13:34 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×