Ahli rekam medis akan mencocokkan data medis korban dengan data yang tersedia dari rumah sakit atau institusi kesehatan lainnya.
Jika korban memiliki identifikasi, seperti tanda pengenal atau kartu identitas, maka proses identifikasi dapat dilakukan dengan cepat.
Namun, jika korban tidak memiliki identifikasi, maka proses identifikasi dapat memakan waktu yang lebih lama dan lebih sulit.
Pada situasi bencana besar, seperti gempa bumi atau tsunami, Tim DVI Polri dapat bekerja dengan organisasi internasional dan negara-negara lain untuk membantu dalam proses identifikasi.
Mereka dapat mengirim sampel DNA ke laboratorium di luar negeri untuk mencocokkan dengan sampel dari keluarga korban.
Proses identifikasi korban adalah hal yang sangat penting untuk memberikan kepastian kepada keluarga korban dan untuk membantu dalam investigasi kejahatan atau bencana.
Tim DVI Polri bekerja dengan hati-hati dan profesional untuk memastikan identifikasi dilakukan dengan akurat dan cepat.***