Banjarnegara Jadi Tempat Tercetusnya Gerakan Kepanduan Nasional, Berikut Fakta dan Sejarahnya

Purwokerto

Minggu, 18 Juni 2023 | 20:42 WIB
Banjarnegara Jadi Tempat Tercetusnya Gerakan Kepanduan Nasional, Berikut Fakta dan Sejarahnya
Prasasti pandu di SMA Cokroaminoto Banjarnegara, bukti sejarah lahirnya gerakan kepanduan nasional yang berevolusi menjadi Gerakan Pramuka ((doc. cokrobamedia))

PURWOKERTO.SUARA.COM - Gerakan Kepanduan Praja Muda Karana atau yang lebih dikenal sebagai Gerakan Pramuka Indonesia, adalah nama organisasi pendidikan nonformal  yang didaulat untuk menyelenggarakan pendidikan Kepanduan di Indonesia.

Adapun kata Pramuka sendiri merupakan singkatan dari Praja Muda Karana, yang memiliki arti jiwa muda yang suka berkarya

Gerakan Pramuka merupakan salah satu segi pendidikan nasional yang penting dan menjadi bagian dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Tahukah kamu ?? bahwa sejarah Pramuka di Indonesia diawali dengan munculnya gerakan Kepanduan pada masa pergerakan nasional yang didengungkan oleh pemuda.

Dilansir dari laman Gerakan Pramuka, kepanduan pertama kali lahir di Indonesia pada 1912 sebagai bagian dari organisasi Kepanduan Nederlandsche Padvinders Organisatie (NPO) di negeri Belanda.

Istilah kepanduan muncul setelah Belanda melarang penggunaan istilah padvinder oleh organisasi kepanduan di Indonesia.

Dari sini timbullah pertanyaan, siapakah peletak dasar pertama kali untuk istilah Kepanduan di Indonesia?

Siapa yang tak kenal dengan nama pahlawan nasional KH. Agus Salim, tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia yang juga pernah menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Indonesia.

Sejarah mencatat, gerakan kepanduan di Indonesia tidak lepas dari gagasan Baden Powell tentang gerakan pembinaan pemuda di Inggris, yang menyebar ke berbagai negara, salah satunya Belanda.

baca juga

Di Belanda, gerakan pembinaan pemuda disebut sebagai padvinder, yang kemudian dibawa masuk ke wilayah jajahannya, termasuk di wilayah Indonesia.

Pada 1912, Belanda membentuk gerakan Kepanduan di Indonesia sebagai bagian dari organisasi kepanduan Nederlandsche Padvinders Organisatie (NPO) di negeri Belanda.


Kemudian pada 1916, Pangeran Mangunegoro VII mendirikan perkumpulan kepanduan pertama bagi anak-anak Indonesia di Solo, Jawa Tengah, dengan nama Javaansche Padvinders-Organisatie (JPO).

Setelah itu, para pemimpin gerakan nasional membentuk beberapa organisasi Kepanduan yang bertujuan membentuk manusia yang baik sekaligus menjadi kader pergerakan nasional.

Hasilnya, selain JPO, muncul bermacam-macam organisasi kepanduan seperti Jong Java Padvindery (JJP), Nationale Islamitsche Padvindery (NATIPIJ), dan Syarikat Islam Afdeling Padvindery (SIAP).

Melihat banyaknya organisasi Kepanduan di Indonesia, Belanda mulai melarang penggunaan istilah padvinders dan padvinderij.

Menanggapi larangan tersebut, KH. Agus Salim mengusulkan agar istilah padvinders diganti dengan pandu (penunjuk jalan) dan padvinderij diganti kepanduan.

Ternyata siapa yang menyangka bahwa usulan tersebut disampaikan dalam kongres kepanduan Syarikat Islam (SI) pertama yang diselenggarakan pada 2-5 Februari 1928 di Banjarnegara, Jawa Tengah.

Tahukah kamu, bahwa Kabupaten Banjarnegara adalah sebuah kota kecil diwilayah Jawa Tengah dimana pada saat itu menjadi basis gerakan kepanduan Syarikat Islam.

KH Agus Salim mencetuskan nama pandu dan Kepanduan yang dikemudian hari mulai dipakai untuk organisasi kepramukaan Indonesia.

Sejarah mencatat, dari gerakan kepanduan tersebut kemudian terus mengalami perkembangan secara pesat dan dilebur menjadi satu pada tahun 1961 dengan nama Gerakan Pramuka sesuai instruksi presiden Soekarno.

Untuk mengabadikan tempat dan peristiwa bersejarah tersebut, di Banjarnegara tepatnya di komplek SMA Cokroaminoto dibangun sebuah prasasti pandu sebagai tanda sejarah peristiwa penting lahirnya kepanduan di Indonesia.

Prasasti pandu tersebut ditandatangai oleh Ketua Kwartir nasional Gerakan Pramuka yang menjabat kala itu yakni Azrul Azwar dan diresmikan pada 23 Oktober 2013.** alw

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Warga Panggisari Banjarnegara Digegerkan Dengan Penemuan Mayat Tanpa Identitas

Warga Panggisari Banjarnegara Digegerkan Dengan Penemuan Mayat Tanpa Identitas

Purwokerto | Minggu, 18 Juni 2023 | 11:43 WIB

Banjarnegara Punya Waduk Bersejarah dan Kebanggaan Indonesia, Simak Beberapa Faktanya

Banjarnegara Punya Waduk Bersejarah dan Kebanggaan Indonesia, Simak Beberapa Faktanya

Purwokerto | Sabtu, 17 Juni 2023 | 21:00 WIB

Banjarnegara Punya Waduk Bersejarah dan Kebanggaan Indonesia, Simak Faktanya

Banjarnegara Punya Waduk Bersejarah dan Kebanggaan Indonesia, Simak Faktanya

Purwokerto | Sabtu, 17 Juni 2023 | 20:55 WIB

Terkini

81% Pasar RI Dikuasai Baja China, Pemerintah Mulai Penyelidikan Antidumping

81% Pasar RI Dikuasai Baja China, Pemerintah Mulai Penyelidikan Antidumping

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 12:01 WIB

Soal Parliamentary Threshold, Dede Yusuf Sebut Angka 4 atau 5 Persen Paling Kuat

Soal Parliamentary Threshold, Dede Yusuf Sebut Angka 4 atau 5 Persen Paling Kuat

News | Rabu, 16 September 2026 | 12:01 WIB

BRI Raih Penghargaan Industri Olahraga di Indonesia Sports Summit 2026

BRI Raih Penghargaan Industri Olahraga di Indonesia Sports Summit 2026

Jakarta | Rabu, 16 September 2026 | 12:01 WIB

7 Cara Mengatasi Lantai Keramik yang Licin agar Kesat dan Tidak Mudah Terpeleset

7 Cara Mengatasi Lantai Keramik yang Licin agar Kesat dan Tidak Mudah Terpeleset

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 12:00 WIB

Membongkar Rapuhnya Pendidikan Indonesia: Masihkah Kita Mau Menyangkal?

Membongkar Rapuhnya Pendidikan Indonesia: Masihkah Kita Mau Menyangkal?

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 12:00 WIB

Telkom Akses Buka Suara soal Insiden Kecelakaan Kerja Mitra di Gowa

Telkom Akses Buka Suara soal Insiden Kecelakaan Kerja Mitra di Gowa

Sulsel | Rabu, 16 September 2026 | 11:58 WIB

Houthi Bantah, Beredar Rekaman Detik-detik Drone Dicegat Masuk Kota Makkah

Houthi Bantah, Beredar Rekaman Detik-detik Drone Dicegat Masuk Kota Makkah

News | Rabu, 16 September 2026 | 11:58 WIB

Dahaga Kemarau Kepung Jakarta, Halte dan Pangkalan Ojol Diusulkan Dapat Air Minum Gratis

Dahaga Kemarau Kepung Jakarta, Halte dan Pangkalan Ojol Diusulkan Dapat Air Minum Gratis

News | Rabu, 16 September 2026 | 11:57 WIB

2 Pilihan Smartwatch Garmin untuk Lari dan Sepeda, GPS Akurat hingga Fitur Coach

2 Pilihan Smartwatch Garmin untuk Lari dan Sepeda, GPS Akurat hingga Fitur Coach

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 11:57 WIB

Komitmen BRI Perkuat Ekosistem Olahraga Usai Raih Penghargaan 2026

Komitmen BRI Perkuat Ekosistem Olahraga Usai Raih Penghargaan 2026

Riau | Rabu, 16 September 2026 | 11:55 WIB

×