Menanggapi larangan tersebut, KH. Agus Salim mengusulkan agar istilah padvinders diganti dengan pandu (penunjuk jalan) dan padvinderij diganti kepanduan.
Ternyata siapa yang menyangka bahwa usulan tersebut disampaikan dalam kongres kepanduan Syarikat Islam (SI) pertama yang diselenggarakan pada 2-5 Februari 1928 di Banjarnegara, Jawa Tengah.
Tahukah kamu, bahwa Kabupaten Banjarnegara adalah sebuah kota kecil diwilayah Jawa Tengah dimana pada saat itu menjadi basis gerakan kepanduan Syarikat Islam.
KH Agus Salim mencetuskan nama pandu dan Kepanduan yang dikemudian hari mulai dipakai untuk organisasi kepramukaan Indonesia.
Sejarah mencatat, dari gerakan kepanduan tersebut kemudian terus mengalami perkembangan secara pesat dan dilebur menjadi satu pada tahun 1961 dengan nama Gerakan Pramuka sesuai instruksi presiden Soekarno.
Untuk mengabadikan tempat dan peristiwa bersejarah tersebut, di Banjarnegara tepatnya di komplek SMA Cokroaminoto dibangun sebuah prasasti pandu sebagai tanda sejarah peristiwa penting lahirnya kepanduan di Indonesia.
Prasasti pandu tersebut ditandatangai oleh Ketua Kwartir nasional Gerakan Pramuka yang menjabat kala itu yakni Azrul Azwar dan diresmikan pada 23 Oktober 2013.** alw