"Jadi ketika kami memipin secara baik, kami berharap leluhur kami di sana tersenyum," katanya.
Sementara itu Gunanto Eko Saputro alias Igun memaparkan alur sejarah bagaimana lahirnya Kabupaten Purbalingga. Ia menilai novel "Wasiat Ki Arsantaka" tak menjabarkan secara rinci bagaimana Purbalingga terbentuk.
"Kritik saya pada novel ini, dari romansa tiba-tiba Purbalingga sudah ada tanpa ada ceritanya," kata dia.
Hal ini menurutnya menggambarkan pengarang kurang data sejarah. Meskipun demikian, ia memuji akrobatik diksi pada novel ini. Ia juga mengaku menikmati romansa dalam kisah ini.***