PURWOKERTO.SUARA.COM – Berkunjung ke Kota Malang tidak lengkap tanpa singgah di Jalan Soekarno - Hatta Nomor D-511, Kelurarhan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru berjarak 6,3 Km dari Stasiun Kota Malang.
Di sana terdapat destinasi belanja yang cocok untuk menambah koleksi baju kekinian. Tempat belanja ini bahkan menjadi distro tertua dan mengukir namanya dalam sejarah fashion di Kota Apel, karena bisa bertahan hingga saat ini.
Dikutip dari Kanal YouTube BAYU137 pada Selasa 03 Oktober 2023, destinasi belanja ini bernama Inspired27 Distro. Meski dunia fashion selalu berubah dengan cepat, menjaga usaha distro yang berjalan selama puluhan tahun adalah prestasi yang patut diacungi jempol.
Inspired27 telah mendedikasikan dirinya untuk mempertahankan gaya dan warisan fashion sejak awal berdirinya. Tenti dengan beragam produk dan koleksi yang dimiliki, Inspired27 telah menjadi tujuan utama bagi para pecinta fashion dan penggemar distro di Kota Malang.
Ketahanan Inspired27 dalam dunia fashion terlihat dari ekspansinya yang telah membuka dua outlet tambahan, juga terletak di Kota Malang. Hal ini menunjukkan komitmen mereka untuk memberikan layanan yang lebih baik dan memenuhi kebutuhan pelanggan setia mereka.
Kedua outlet tambahan ini menghadirkan pilihan yang lebih luas bagi para pengunjung yang ingin mengeksplorasi berbagai produk yang ditawarkan oleh Inspired27. Meskipun terkenal karena warisannya yang kuat dalam dunia fashion, Inspired27 juga tidak luput dari mengikuti tren terbaru.
Mereka terus berinovasi dan menghadirkan koleksi yang selalu up-to-date untuk memenuhi selera beragam pelanggan mereka. Dengan begitu, Inspired27 berhasil mencampurkan kekayaan tradisi dengan nuansa modern.
Tidak heran jika Inspired27 menjadi bukti nyata bahwa dedikasi untuk menjaga tradisi dapat bersinergi dengan inovasi untuk menciptakan pengalaman berbelanja yang luar biasa. Ketika kalian berada di Kota Malang, jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi distro tertua di Kota Malang.***
Baca Juga: Lewat Kuliner, Pramuka Mengenal Museum Soegarda Poerbakawatja Purbalingga