Tolak Wacana Polri di Bawah Kementerian, Pablo Benua: Rawan Politisasi Anggaran

Ferry Noviandi

Jum'at, 06 Februari 2026 | 17:14 WIB
Tolak Wacana Polri di Bawah Kementerian, Pablo Benua: Rawan Politisasi Anggaran
Pablo Benua menolak wacana Polri di bawah kementerian. [Instagram]
baca 10 detik
  • Pablo Benua, mewakili KNAI, menolak rencana Polri di bawah kementerian karena berisiko ganggu stabilitas dan independensi hukum.
  • Pablo Benua menyatakan Polri harus tetap di bawah komando langsung Presiden Republik Indonesia berdasarkan sistem presidensial.
  • Keamanan Indonesia tinggi (peringkat 19 dunia), membuktikan efektivitas struktur Polri saat ini di bawah kendali Presiden.

Suara.com - Pablo Benua, selebgram dan YouTuber yang kini fokus dengan profesinya sebagai advokat, belakangan rajin membahas masalah Nasional yang tengah viral.

Salah satunya adalah wancana Polri di bawah kementerian. Soal isu ini, Pablo mewakili organisasi advokat yang dia pimpin, Komite Nasional Advokat Indonesia (KNAI), menjabarkan alasan penolakan tersebut.

Menurutnya, menempatkan Korps Bhayangkara di bawah kendali kementerian justru berisiko tinggi mengganggu stabilitas keamanan nasional dan independensi penegakan hukum.

Dalam konferensi pers yang digelar di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (4/2/2026), Pablo menekankan bahwa Polri harus tetap berada langsung di bawah komando Presiden Republik Indonesia.

"Jika Polri berada di bawah kementerian, maka sangat rawan terjadi politisasi berbasis anggaran. Ini narasi yang keliru jika dianggap akan lebih mudah diawasi. Justru hal tersebut berbahaya bagi independensi penegakan hukum kita," ujar Pablo Benua.

Bukan tanpa alasan, suami dari Rey Utami ini memaparkan data riset internasional sebagai landasan penolakannya.

Ia merujuk pada laporan Gallup Law and Order, di mana Indonesia berhasil meraih skor impresif 89/100 dalam hal tingkat keamanan.

Angka tersebut menempatkan Indonesia di peringkat ke-19 dari 144 negara di dunia.

Prestasi ini, menurut Pablo, membuktikan bahwa sistem yang berjalan saat ini, di mana Polri berada di bawah Presiden, sudah sangat efektif.

baca juga

"Peringkat kita berada di atas negara-negara maju seperti Inggris, Prancis, hingga Jepang, yang notabene kepolisiannya berada di bawah kementerian. Ini artinya, masyarakat kita merasa aman beraktivitas, bahkan saat berjalan sendirian di malam hari," imbuhnya.

Lebih lanjut, Pablo menjelaskan bahwa secara konstitusional, Indonesia menganut sistem presidensial.

Dalam sistem ini, Presiden memegang tanggung jawab penuh atas keamanan nasional.

Oleh karena itu, memisahkan jalur komando Polri dari Presiden ke kementerian dianggap sebagai langkah mundur.

"Kita harus melihat dari kacamata rasa aman yang tercipta di tengah masyarakat. Sejauh ini, tingkat kepuasan terhadap kinerja Polri sangat baik. Maka, kami dari KNAI secara tegas mendukung Polri tetap independen di bawah Presiden demi menjaga stabilitas negara," tuturnya.

Wacana reposisi Polri memang tengah menjadi perbincangan hangat di ruang publik.

Namun, bagi Pablo Benua dan KNAI, mempertahankan struktur yang ada saat ini adalah harga mati untuk menjamin penegakan hukum yang bebas dari intervensi politik praktis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Melki Bajaj Diduga Terseret Kasus Investasi Bodong, Pengacara Korban Minta Segera Klarifikasi

Melki Bajaj Diduga Terseret Kasus Investasi Bodong, Pengacara Korban Minta Segera Klarifikasi

Entertainment | Kamis, 29 Januari 2026 | 11:28 WIB

Kisruh Kepemimpinan PAI, Pablo Benua Klaim Kepengurusan Rey Utami Sah

Kisruh Kepemimpinan PAI, Pablo Benua Klaim Kepengurusan Rey Utami Sah

Entertainment | Selasa, 22 Juli 2025 | 13:54 WIB

Lisa Mariana Tuai Kecaman karena Pede Ngobrol di Podcast sambil Merokok

Lisa Mariana Tuai Kecaman karena Pede Ngobrol di Podcast sambil Merokok

Entertainment | Senin, 02 Juni 2025 | 19:47 WIB

Lisa Mariana Beberkan Alasan Minta Bayaran Rp 150 Juta Buat Tampil di Podcast Pablo Benua

Lisa Mariana Beberkan Alasan Minta Bayaran Rp 150 Juta Buat Tampil di Podcast Pablo Benua

Entertainment | Kamis, 01 Mei 2025 | 10:10 WIB

Ultah ke-62 PAI, Pablo Benua Berharap Tak Ada Lagi Advokat yang Cuma Cari Sensasi

Ultah ke-62 PAI, Pablo Benua Berharap Tak Ada Lagi Advokat yang Cuma Cari Sensasi

Entertainment | Senin, 28 April 2025 | 19:50 WIB

Baim Wong Disentil Advokat soal Konten Perceraian dengan Paula Verhoeven: Kalau Peduli Anak...

Baim Wong Disentil Advokat soal Konten Perceraian dengan Paula Verhoeven: Kalau Peduli Anak...

Entertainment | Senin, 28 April 2025 | 16:25 WIB

Terkini

Tak Cuma Hiburan, BagaimanaSeni Bisa Jadi Jalan untuk Menggerakkan Aksi Iklim

Tak Cuma Hiburan, BagaimanaSeni Bisa Jadi Jalan untuk Menggerakkan Aksi Iklim

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 12:33 WIB

MediaTek C10 Max Bawa Performa AI 55 TOPS, Siap Jadi Penantang Snapdragon X

MediaTek C10 Max Bawa Performa AI 55 TOPS, Siap Jadi Penantang Snapdragon X

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 12:33 WIB

Buku Hakim Sarmin Presiden Kita: Membaca Politik Lewat Tawa dalam Dua Lakon

Buku Hakim Sarmin Presiden Kita: Membaca Politik Lewat Tawa dalam Dua Lakon

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 12:30 WIB

Limbah Data Center Perusahaan Teknologi Ini Diduga Bawa Bakteri Berbahaya ke Air Kota

Limbah Data Center Perusahaan Teknologi Ini Diduga Bawa Bakteri Berbahaya ke Air Kota

News | Jum'at, 25 September 2026 | 12:30 WIB

Jangan Sembarangan, Ban Mobil Listrik Ternyata Perlu Perhatian Khusus

Jangan Sembarangan, Ban Mobil Listrik Ternyata Perlu Perhatian Khusus

Otomotif | Jum'at, 25 September 2026 | 12:28 WIB

Dari Tenun hingga Songket, Pertamina Siap Hadirkan Produk Unggulan UMK di Kriyanusa 2026

Dari Tenun hingga Songket, Pertamina Siap Hadirkan Produk Unggulan UMK di Kriyanusa 2026

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 12:21 WIB

Apakah Benar Akan Ada Pemadaman Internet Selama 3 Hari? Ini Penjelasan Komdigi

Apakah Benar Akan Ada Pemadaman Internet Selama 3 Hari? Ini Penjelasan Komdigi

News | Jum'at, 25 September 2026 | 12:16 WIB

3 Rekomendasi Moisturizer Fungal Acne Safe Lokal, Bebas Minyak dan Redakan Gatal

3 Rekomendasi Moisturizer Fungal Acne Safe Lokal, Bebas Minyak dan Redakan Gatal

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 12:12 WIB

Muncul Daratan Seluas 32,8 Hektare Dekat Anak Krakatau: Pulau Baru?

Muncul Daratan Seluas 32,8 Hektare Dekat Anak Krakatau: Pulau Baru?

News | Jum'at, 25 September 2026 | 12:09 WIB

Mata Kiri Kedutan Terus? Ini Arti Menurut Primbon Jawa dan Penjelasan Medis

Mata Kiri Kedutan Terus? Ini Arti Menurut Primbon Jawa dan Penjelasan Medis

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 12:07 WIB

×