PURWOKERTO.SUARA.COM, BANJARNEGARA- Kabupaten Banjarnegara sebagian besar wilayahnya berada di dataran tinggi. Bahkan di beberapa kecamatan, ketinggian daerahnya mencapai di atas 1000 mdpl.
Namun tetap ada beberapa kecamatan yang berada di dataran lebih rendah.
Beberapa kecamatan di daerah bawah misalnya Kecamatan Purwareja Klampok, Susukan, Mandiraja, Purwanegara, dan Bawang. Namun tidak semua wilayah di kecamatan-kecamatan itu rendah, sebagian wilayahnya masih terbilang cukup tinggi atau berbukit.
Daerah yang relatif rata atau rendah misalnya di seputaran jalan nasional.
Kecamatan terendah di Banjarnegara, berdasar data BPS Banjarnegara, adalah Purwareja Klampok dengan ketinggian 44 mdpl, disusul Susukan dengan 80 mdpl, Mandiraja 131 mdpl dan Bawang 149 mdpl.
Kecamatan Purwareja Klampok menjadi kecamatan terendah di Kabupaten Banjarnegara. Wajar saja daerah itu lebih hangat di banding wilayah lain di Banjarnegara.
Bahkan saat kemarau dan terdampak El Nino seperti saat ini, wilayah Klampok terasa panas serasa berada di daerah yang berdekatan dengan pesisir.
Kecamatan Klampok dikenal sebagai daerah penghasil keramik yang melegenda. Salah satu produk yang laris adalah perangkat minum teh poci berbahan tanah liat.
Daerah ini juga bersejarah karena ada peninggalan bangunan cagar budaya berupa eks rumah pegawai pabrik gula dan bekas pabrik gula di zaman kolonial Belanda.
Baca Juga: Tidak Main-main, Bupati Kebumen Ingatkan ASN Agar Netral dan Tidak Berpolitik Praktis